
Dokter zoey terus menatap tajam ke arah tubuh rie. Tatapannya seakan ingin memakan rie.
Rie tampak terlihat kaku di hadapan dokter zoey.
Dokter zoey menghela nafasnya. Sedikit terlihat kesal. Padahal ini masih awal. Masih terlalu pagi di hari ini. Tapi rasa kesal sudah datang menghampiri dan menghinggapinya.
"Hey, kau dengar apa yang aku tanyakan?." Tanya dokter zoey tegas.
Tatapannya semakin kelihatan tajam. Dengan ekspresi raut wajah yang sangat dingin.
Rie mulai merasakan aura-aura yang tidak enak dari dokter zoey terhadap dirinya.
"Aku dengar. Aku sedang melihat dinding itu. Terlihat bersih dan mulus. Warnanya juga aku suka." Ucap rie seperti ingin mengelabui dokter Zoey.
Dokter zoey terus tertawa. Kemudian ia memperlihatkan senyum sinisnya kepada rie.
"Kau sedang berbohong. Aku tahu itu." Jawabnya ambigu.
Rie mengernyitkan keningnya.
"Tahu? Maksud dokter tahu apa?" Tanya rie.
Dokter zoey memalingkan wajahnya. Kemudian berjalan perlahan mendekati rie. Berhenti tepat dihadapan rie.
"Kau bukan melihat dinding itu. Tapi kau melihat sesuatu yang bisa kau lihat. Sementara orang normal tidak bisa melihatnya." Jelas dokter Zoey kepada rie.
Rie spontan membelalakkan kedua kelopak matanya. Terkejut mendengar perkataan dari dokter zoey kepada dirinya.
Seperti tertimpa bongkahan batu meteor. Yang mengenai kepala rie. Rie mulai merasa waspada atas sikap dokter zoey kepada dirinya. Yang menurut rie aneh. Bagaimana mungkin dokter zoey tahu tentang kemampuan special miliknya? Atau ini adalah suatu jebakan? Apakah dokter zoey hanya bisa menebak-nebak? Atau dokter zoey juga sama dengan dirinya, memiliki kemampuan special. Kemampuan istimewa yang bisa melihat makhluk-makhluk astral dan hal-hal ghaib yang seperti dirinya juga?
Ini benar-benar membuat rie semakin penuh pertanyaan dalam benaknya. Sampai ia tidak memperdulikan dokter zoey yang sudah ada di hadapannya.
Jarak wajah mereka, hanya berjarak 5 Cm. Terlalu dekat. Hingga membuat rie menepiskan jemari dokter zoey yang sedang memegang dagunya.
"Apa maksudmu dokter zoey? Sudah aku katakan jangan terlalu dekat denganku." Kata rie ketus.
Dokter zoey kembali tersenyum sinis. Tapi tatapan matanya tidak lepas dari wajah milik rie.
"Jangan mengalihkan pembicaraan. Bukankah sudah aku katakan kepadamu beberapa waktu lalu? Kau, jelaskan kepadaku. Yang sebenarnya aku sudah mengetahuinya sejak lama." Kata dokter Zoey pada rie.
"Apa yang harus aku jelaskan kepadamu dokter zoey?." Tanya rie bingung.
Dokter zoey kembali menghela nafasnya kasar. Kemudian menarik rie ke dalam pelukannya.
Rie secara spontan berusaha melepaskan pelukan dokter zoey. Yang ia tidak memiliki kekuatan untuk melepaskan dirinya dari dekapan dokter zoey.
"Lepaskan aku! Kau tidak berhak menyentuhku!" Teriak rie kepada dokter zoey.
Dokter zoey melepaskan pelukannya dari tubuh rie. Mencengkram kedua bahu rie dengan kedua telapak tangannya.
"Aku berhak atas dirimu! Dan aku sangat berhak!" Dokter zoey membalas teriakan dari rie.
Rie terkejut. Tubuhnya terasa tiba-tiba menggigil. Kedua kantung matanya mulai tampak berkaca-kaca. Merasakan pedih di hatinya atas sikap dokter zoey kepada dirinya.
"Bagaimana mungkin kau berhak atas diriku? Kau bukan suamiku!" Teriak rie lagi kepada dokter zoey.
Dokter zoey terus semakin tajam menatap ke wajah rie. Yang mulai sedikit hangat menatap rie.
"Kau bilang apa?" Tanya dokter zoey tajam.