
Di ruang Kebidanan. Terlihat tiga orang pegawai kesehatan. Tengah duduk di sofa yang terletak khusus di ruang kepala Kebidanan.
Mika, nada dan cici. Ketiga teman dekat rie atau yang lebih sering di sebut orang orang sahabat, sedang berbincang serius mengenai perihal sahabat mereka, Lanny Riecha dan dokter zoey yang sedang hangat jadi perbincangan dan trending topik di hospital tempat mereka bekerja.
"Mika, bagaimana ini? Sudah kita coba untuk menghubungi handphone milik rie, tapi tidak diangkat juga." Kata nada kepada mika.
"Sebenarnya dimana rie berada? Aku jadi sangat khawatir dengan keadaannya." Ujar Cici kepada mika dan nada.
"Aku tidak tau nada. Ini hari kedua rie tidak masuk untuk bekerja. Rie juga tidak memberikan aku kabar. Sama sekali tidak ada" Jawab mika.
"Bukankah kau tinggal sekamar dengan rie? Tidak mungkin kau tidak mengetahui tentang rie. Apa yang dia sedang kerjakan dan apa yang terjadi pada rie." Celetuk nada.
Cici melihat ke arah nada. "Hey nada. Kau ini aneh sekali. Memang mereka berdua tinggal dalam satu kamar. Tapi bukan berarti dia bisa tahu segalanya tentang rie dan kegiatannya kan? Mereka juga memiliki privasi masing masing nada." Tatar Cici kepada nada.
Mika tersenyum melihat kedua temannya yang sedang adu pendapat.
"Ci, aku berfikir seperti itu karena mika dan rie kan lebih dekat dari pada ke aku dan kau." Jawab nada.
"Kau ini, jangan berfikir negatif." Seru cici kepada nada.
"Hey, hentikan perdebatan kalian berdua. Tidak ada gunanya." Tegur mika kepada cici dan nada.
"Iya mika" Jawab cici dan nada secara serentak.
"Jadi apa yang harus kita lakukan?" Tanya nada.
"Hmmm. Kau ini. Bagaimana caramu berfikir nada? Tentu yang harus kita lakukan bagaimana kita bisa mendapatkan dimana keberadaan rie." Jelas mika.
"Dan kita bantu rie untuk menyelesaikan masalahnya." Sambung cici.
"Yang jelas kita minta penjelasan dahulu kepada rie tentang berita yang beredar tentang dia dan dokter zoey. Yang sedang menjadi perbincangan hangat di hospital ini teman teman" Tutur nada kepada mika dan cici.
Mika menepuk keningnya karena melihat sikap nada yang menurutnya sedikit berlebihan.
"Nada. Tanpa kita minta, aku yakin. Ketika nanti saat rie menemui kita bertiga, rie akan menceritakan sendiri awal dari permasalahan yang sedang rie hadapi saat ini. Kau tidak perlu terlalu berlebihan seperti itu nada" Tutur mika kepada nada.
"Kalian ini apa sedang menyudutkan posisiku?" Tanya nada.
"Tidak nada. Hanya membantu memperbaiki cara kau berfikir" Sambung cici sambil tergelak melihat kelakuan nada salah satu teman baiknya.
Raut wajah nada menekuk secara natural karena ulah dari kedua sahabatnya. Cici dan mika. Sementara mika terkekeh melihat kedua sahabatnya dan ekspresi dari mimik muka nada.
"Hey para sahabatku. Dengarkan aku. Kalian tahu apa yang membuatku bingung dan jadi pertanyaan besar di benakku?" Tanya mika kepada kedua sahabatnya.
Mika dan cici menggelengkan kepalanya secara serentak.
"Kenapa dokter zoey bisa bersikap seperti itu kepada rie? Sementara kita semua, seluruh pegawai kesehatan yang bekerja di hospital ini sangat hapal dengan watak dari dokter zoey." Celoteh mika.
"Ya. Si dokter itu tiba tiba jadi aneh" Ucap cici.
"Hey kalian bertiga! Lakukan tugas kalian Sekarang. Pasien sudah menunggu. Ini hospital, bukan tempat untuk menceritakan hal hal tidak penting!" Perintah sosok pria yang tiba tiba muncul di hadapan mereka bertiga.
"Baik dokter bara" Jawab cici, nada dan mika serentak.
Mika, Cici dan nada spontan berdiri dan saling tatap. Kemudian berteriak kencang karena terkejut dengan kedatangan sosok ruh dokter bara di depan mereka bertiga.
"Aaaaaaaaaa" Teriak mika, nada dan cici serentak.
Mereka bertiga, berlari keluar dari ruang kebidanan. Sampai meninggalkan buku laporan yang seharusnya mereka bawa untuk diberikan kepada kepala ruang kebidanan yang sedang menunggu mereka di ruang dokter blonde yang sedang bertugas.