Rie

Rie
Yang Tidak Disangka



Rie menjadi terkejut dengan kelakuan dokter zoey pada dirinya. Ia menggerakkan tubuhnya. Ingin melepaskan dirinya dari gendongan dokter zoey. Tapi, rie tidak memiliki tenaga yang cukup kuat.


Dokter zoey terus berjalan sambil menggendong rie. Menuju ke arah mobil miliknya.


Beberapa tatapan dari para pegawainya yang sedang berlalu lalang di sekitaran lingkungan halaman hospital sedang melihat dokter zoey yang sedang menggendong rie. Tatapan tajam, sinis serta ada yang terkejut melihat pemandangan yang sedang mereka nikmati.


Dua orang penjaga hospital yang orang orang lebih mengenal dengan sebutan para pegawai keamanan, spontan berlari ke arah dokter zoey dan rie. Mencoba menghampiri atasan mereka yang terhormat, dokter zoey.


"Buka kan pintu mobilku" Perintah dokter zoey kepada salah satu pegawai keamanannya.


Salah satu dari pegawai keamanan hospital itu, segera membukakan pintu mobil. Dokter zoey segera meletakkan rie kedalam mobilnya. Di kursi depan, tepat di sebelah kursi untuk sang pengemudi. Kemudian pintu ditutup oleh pegawai keamanannya.


"Dan kau, ambilkan koper milik wanita ini di kamar mess itu. Masukkan ke bagasi mobilku. Sekarang." Titah dokter zoey tegas.


Pegawai keamanan itu langsung menganggukkan kepalanya. Menyetujui titah dari atasannya. Ia segera berlari menuju ke arah mess untuk mengambil koper milik rie.


Dokter zoey lalu memutarkan tubuhnya, berjalan menuju pintu mobil untuk sang pengemudi. Dokter zoey membuka pintu mobil itu, lalu masuk kedalam mobilnya dan duduk di bangku untuk pengemudi.


Dengan cepat pegawai keamanan yang di perintahkan untuk mengambil koper milik rie, telah sampai di belakang mobil milik dokter zoey. Lalu ia memasukkan koper itu kedalam bagasi dan menutupnya. Dokter zoey segera mengunci otomatis setiap pintu mobilnya.


Dokter zoey mulai menjalankan mobilnya untuk keluar dari lingkungan hospital tempat ia bekerja.


Rie melihat ke arah wajah dokter zoey. Dengan tatapan kesal dari wajahnya. Seakan kemarahannya semakin tak terbendung dan akan pecah.


Dokter zoey tidak menjawabnya. Ia hanya diam dan tetap fokus melajukan mobilnya dengan kecepatan sedang.


"Kemana kau akan membawa ku dokter zoey? Katakan padaku!" Teriak rie kepada dokter zoey.


Dokter zoey terus tidak menjawab tiap pertanyaan dari rie untuk dirinya. Dia tetap tidak memperdulikan setiap pertanyaan dari rie kepada dirinya.


Rie semakin menggeram. Didalam dadanya terasa semakin panas. Rie mengepalkan kedua telapak tangannya. Melukiskan kemarahan nya dari ekspresi mimik muka dan ekspresi dari kelakuan tubuhnya.


Sementara, di hospital tempat dokter zoey bekerja sudah beredar kabar tentang perbuatan dokter zoey kepada rie. Hal yang terjadi beberapa waktu lalu di halaman parkiran hospital itu.


Tentang dokter zoey yang menggendong rie. Membawa rie bersamanya kedalam mobil miliknya.


Kejadian itu sedang hangat diperbincangkan oleh seluruh staf pegawai kesehatan hospital tempat dokter zoey bekerja.


Hingga terdengar di telinga dokter berambut blonde. Sampai ia tidak habis fikir tentang perbuatan yang dilakukan dokter zoey. Sangat berbeda jauh dengan watak dari dokter zoey, yang biasanya selalu menjaga kelakuannya, tatakramanya serta sikapnya.


Watak dokter zoey yang tegas, dingin dan sedikit kasar. Menjadi tidak masuk akal.


Dokter berambut blonde itu tanpa ia sadari sampai menggelengkan kepalanya. Menghembuskan nafasnya perlahan.


Kala itu, langit di kota itu memperlihatkan kesenduannya. Hingga air mata dari langit turun berserakan membasahi bumi. Renyai renyai yang tidak selebat seperti biasanya.