Rie

Rie
Penjelasan



Rie tampak terpaku. Tatapan matanya tak lepas dari dokter zoey.


Tak sepatah kata pun terucap dari mulutnya. Tubuhnya masih terasa kaku. Mendengar kalimat dari mulut dokter zoey. Bahwa Dokter zoey mateo adalah suaminya.


Dokter zoey menarik tangan rie. Dengan erat dokter zoey menggenggam telapak tangan kanan rie. Menatap wajah rie, istri yang ia nikahi satu setengah tahun yang lalu.


"Kenapa kau diam saja istriku?" Tanya dokter zoey sedikit penuh penekanan.


"Aku. Aku tidak tahu harus berkata apa dokter zoey." Jawab rie sendu.


Dokter zoey tersenyum sinis.


"Jangan terlalu formal terhadapku. Panggil aku dengan sebutan sayang atau suamiku." Titah dokter zoey.


"Maaf aku..." Ucap rie terputus.


"Kenapa kau tidak pulang? Dan kenapa kau tidak mencariku? Padahal kau tahu ayahmu sudah menikahkanmu, istri-ku." Celetuk dokter zoey memotong perkataan rie.


"Aku. Aku tahu aku yang salah. Maafkan aku. Aku belum siap." Kata rie.


Rie menundukkan kepalanya. Dokter zoey mengangkat dagu rie. Mengarahkan wajah rie ke wajahnya.


"Belum siap?" Tanya dokter zoey.


Rie mulai merasa kikuk. Ia merutuki kesalahannya dalam hati. Ia menggigit bibir bawahnya. Merasa kalimat yang ia lontarkan kepada dokter zoey yang sebagai suaminya sendiri adalah petaka baginya. Salah mengeluarkan perkataan.


"Bukan belum siap untuk menikah. Tapi aku takut kalau suamiku tidak bisa menerimaku. Tidak bisa menerima kekuranganku. aku..." jelas rie terputus.


"Kekuranganmu yang memiliki indera ke-enam?" Potong dokter zoey lagi.


Rie terdiam. Rie membelalakkan kedua kelopak matanya.


"Kau fikir aku tidak mengetahuinya?" Sambung dokter zoey.


"Ayahmu sudah menceritakan tentang dirimu pada-ku. Aku tidak masalah. Aku bisa menerima kelebihanmu yang menurutmu kekuranganmu." Ujar dokter zoey.


Rie masih terdiam. Lidahnya mulai terasa kelu. Hingga ia merasa tidak mampu untuk mengeluarkan suaranya.


Perasaan bersalah, perasaan menyesal, perasaan sedih dan perasaan malu bercampur menjadi satu. Menumpuk didalam dadanya.


"Dan kau mau tahu sesuatu yang membuat aku sangat marah kepadamu istriku?" Tanya dokter zoey.


Rie secara spontan menggelengkan kepalanya. Tanda ia tidak mengetahui maksud dari perkataan dokter zoey suaminya.


"Kau ini bodoh apa bagaimana? Nalarmu berfikir itu bagaimana? Seharusnya kau itu berfikir normal. Kau tinggal pulang. Menghampiri aku yang menjadi suami-mu. Kau bisa menjelaskan dan berbagi denganku. Tapi kau malah menghilang dan lari dari kenyataan yang ada." Tutur dokter zoey panjang lebar.


"Aku..." Ucap rie.


"Aku tidak mau membahas hal ini panjang lebar. Karena jika kita bahas tentang hal ini, sama saja akan makin memperburuk keadaan. Yang jelas. Aku sudah mencarimu. Aku menemukanmu. Dan aku berhak membawa dirimu ke sisi-ku. Karena kau adalah istriku." celoteh dokter zoey.


"Maafkan aku. Aku yang salah. Padahal papa sudah meneleponku. Tapi aku..." Kata rie.


"Aku tahu. Waktu ayah meneleponmu, aku ada disampingnya."Kata dokter zoey.


"Maaf, aku..." kata rie.


"Kau ini faham tidak istriku? Aku sudah katakan kepadamu, sudah. Jangan dibahas lagi. Nanti emosiku makin terbakar. Huft." Ucapnya sedikit kesal.


"Iya. Maaf." Jawab rie.


Dokter zoey menarik tubuh rie. Memeluk tubuh rie dengan erat.


"Aku mencintaimu istri-ku. Sejak kau masih kecil." Kata dokter zoey pada rie.