
"Ini coffee late dan Coffee Americano pesanan anda tuan" Ucap seorang waitres kepada kedua pria tua. Dua pria tua itu menganggukkan kepala mereka.
Dua pria tua yang sedang berada di cafe, tidak jauh dari rumah dokter zoey berada sedang duduk menikmati secangkir kopi dan setangkup roti bakar yang telah di sediakan waitres cafe untuk mereka berdua.
Dua pria tua itu adalah ayah dari rie dan ayah dari dokter zoey dan dokter bara.
"Hey pria tua. Aku baru mendapatkan kabar dari salah satu staf pegawai kesehatan di hospital tempat anakku meraup rezeki." Cerita ayah dari dokter zoey dan dokter bara kepada ayah rie.
"Hmm... Kau baru saja membuka cerita. Dan jangan memanggilku dengan sebutan pria tua. Aku ini masih terlihat young dan tampan" Tutur ayah rie lalu menyeruput sedikit demi sedikit coffee late kesukaannya.
"Huh, kau ini. Kenapa gampang sekali tersinggung. Kau kan tau watak dari diriku. Dan kau memiliki tingkat kepercayaan yang tinggi sahabatku. Masih saja kau merasa muda dan tampan" Balas ayah dari dokter zoey dan dokter bara sambil menyeringai tertawa lepas.
"Jangan menertawakanku bocah tua" Kata ayah rie.
Ayah dokter zoey dan dokter bara lalu melambaikan telapak tangan kanannya kepada ayah rie.
"Sudahlah. Aku akan memberikanmu kabar baik menurut ku" Ucap ayah dokter zoey dan dokter bara.
"Hmmm..." Ujar ayah rie.
Ayah rie memotong roti bakar coklat kesukaannya. Kemudian menusuknya dengan garpu. Dan memasukkan kedalam mulutnya. Mengunyahnya perlahan sambil memejamkan matanya. Tanda menikmati roti bakar kesukaannya.
"Katakanlah Wahai sahabatku" Kata ayah rie.
Ayah dari dokter zoey dan dokter bara mengambil coffe Americano pesanannya. Meminumnya sedikit, kemudian meletakkan kembali ke atas meja cafe yang ia kuasai.
"Sahabatku. Tadi salah satu pegawai staf hospital meneleponku. Memberitahu kabar yang sedang hangat dan jadi perbincangan di hospital." Cerita ayah dokter zoey dan dokter bara.
"Zoey anakku tadi di hospital menggendong rie. Dan membawanya kedalam mobilnya" Cerita ayah dokter zoey dan dokter bara lagi.
Ayah rie tiba tiba terbatuk karena mendengar cerita tentang anaknya yang dibawa pergi oleh dokter zoey anak dari sahabatnya ini.
"Hey, coba bersikap biasa saja. Kau tidak perlu terkejut begitu. Cepat minum air putih ini" Tawar ayah dari dokter zoey dan dokter bara sambil memberikan sebotol air mineral mini yang telah dibukanya.
Ayah rie menyambut air mineral mini yang diberikan sahabatnya untuk dirinya. Perlahan mulai meneguk air mineral itu sedikit demi sedikit. Lalu meletakkan botol air mineral mini itu ke atas meja.
"Bagaimana bisa anakmu sampai melakukan tindakan ceroboh seperti itu? Tentu saja bisa menjatuhkan harkat dan martabatnya di hadapan semua orang" Celetuk ayah rie kepada sahabatnya.
"Aku juga tidak menyangka kalau zoey anakku bisa melakukan tindakan se-ekstrim itu." Sambung ayah dari dokter zoey dan dokter bara.
Ayah dari dokter zoey dan dokter bara mengeluarkan handphone miliknya. Melihat Video yang dikirim dari salah satu staf pegawai di hospital tempat dokter zoey.
Video yang terekam tentang dokter zoey dan rie.
"Coba kau lihat ini" kata ayah dari dokter zoey dan dokter bara kepada sahabatnya, ayah dari rie.
Kedua pria tua itu melihat bersama video yang dikirim tentang anak mereka.
"Menurutmu, zoey mampu menjelaskan ke rie tidak? Apa rie akan mengerti?" Tanya Ayah dari dokter zoey dan dokter bara.
Ayah dari rie mengangkat kedua bahunya.
"Entahlah sahabatku. Kita lihat saja nanti." Jawab Ayah dari rie.