
Praaaaanggggg!.....
Terdengar suara keras, dari vas bunga yang terbuat dari kristal dan di huni oleh beberapa bunga tulip warna warni yang terbuat dari bahan kristal, terjatuh ke lantai kamar tempat dimana rie dan dokter zoey sedang berada.
Sontak, dokter zoey dan rie langsung menjatuhkan pandangannya ke arah vas bunga yang terjatuh.
Dokter bara melepaskan rangkulannya dari pinggang rie. Memutar tubuhnya. Memiringkan sedikit kepalanya ketika melihat vas bunga yang jatuh berserakan. Pecah berkeping keping dan berderai.
Padahal tidak ada yang menyentuh vas bunga itu. Tidak ada angin badai yang masuk ke dalam kamar melalui ventilasi dan jendela yang sedang terbuka. Posisi vas bunga pun, tidak berada di pinggir meja yang ada di dalam kamar tersebut.
Cuaca di luar sama saja. Terlihat bagus di mata dokter zoey dan rie.
Dokter zoey mengernyitkan keningnya, dan menyipitkan matanya saat memandang ke arah vas bunga yang telah terjatuh berserakan.
"Ada apa ini? Kenapa bisa jatuh ke lantai?" Tanya dokter zoey, berbicara kepada dirinya sendiri.
Dokter zoey, melipat kedua tangannya. Kemudian mendengus dengan perasaan yang sedikit kesal. Kesal karena salah satu kamar yang ada dalam rumahnya, yang sedang ia dan rie ada didalam kamar itu, menjadi kelihatan tidak rapi. Menjadi terlihat berantakan.
Sementara rie, hanya bisa terdiam. Walau sebenarnya ia sedikit terkejut.
Padahal kejadian itu, penyebab vas bunga yang terjatuh terjadi oleh kelakuan ruh dokter bara.
Rie memang memiliki kemampuan special bawaan sejak dia lahir. Yang biasanya orang orang di atas bumi ini menyebut orang yang memiliki kemampuan special adalah seseorang yang punya kelebihan indera ke enam. Atau Indigo.
Tapi walaupun seseorang memiliki kemampuan indera ke enam tidak bisa juga ia melihat sosok ruh. Karena sosok ruh adalah suci. Bukan dari makhluk ghaib atau makhluk astral.
Tapi, jika Sang Maha Pencipta yang menghendaki seseorang untuk bisa melihat apa yang Sang Maha Pencipta kehendaki, maka akan terjadi.
Dan saat ini, rie sedang tidak bisa melihat sosok ruh dokter bara yang sedang ada di dekat rie dan dokter zoey. Ditempat yang sama, di dalam kamar yang sedang mereka berada.
Rie, memiliki perasaan yang cemas. Rie sudah merasa bisa mengira bahwa ada sesuatu sedang berada di dalam kamar itu. Tidak hanya rie dan dokter zoey.
Dokter zoey melihat ke arah rie. Menatap lembut wajah rie.
"Sebaiknya kau tidak di kamar ini. Ayo, aku akan mengantarkanmu ke kamar yang lain" Ajak dokter zoey.
Dokter zoey melangkahkan kakinya ke arah rie sedang berdiri. Dengan cepat dokter zoey menyambar telapak tangan rie. Menariknya dengan lembut. Berjalan keluar dari dalam kamar itu. Meninggalkan sosok dokter bara sendiri. Sendiri di dalam kamar yang mereka datangi.
Rie dengan pasrah hanya menurut kemauan dari dokter zoey. Ikut melangkah keluar dari kamar itu dengan tangan yang digenggam dan ditarik sambil berjalan pelan oleh dokter zoey.
"Lintar, tolong bereskan kamar ini. Ada vas bunga yang jatuh." Perintah dokter zoey kepada salah satu asisten rumah tangganya.
Lintar sang asisten rumah tangga dokter zoey mengganggukkan kepalanya ke arah tuan rumahnya. Majikannya.
Bu rani salah satu asisten rumah tangga dokter zoey yang bertugas sebagai juru masak di rumah milik dokter zoey, dengan cepat menghampiri majikannya.
"Tuan, ada yang bisa saya bantu? Tuan ingin menu apa untuk makan malam hari ini tuan?" Tawar Bu rani kepada dokter zoey.
"Tolong buatkan sop daging dengan wortel dan bunga kol. Nasi merah dan perkedel kentang." Pinta dokter zoey kepada bu rani.
"Baik tuan" Jawab bu rani kepada majikannya.
Bu rani, pamit dan berlalu dari hadapan dokter zoey dan rie.
"Kau akan makan makanan yang aku minta tadi kepada asisten rumah tangga ku." Kata dokter zoey kepada rie.
Rie tidak merespon ucapan yang diutarakan dokter zoey kepada dirinya. Ia hanya diam. Menatap datar ke wajah dokter zoey.
"Dokter zoey, tadi kau mengatakan kepadaku ingin membicarakan sesuatu yang penting. Bisakah kau katakan saat ini?" Tanya rie kepada dokter zoey.
Terlihat rie memang sedikit penasaran. Dan rie sedang berusaha ingin melepaskan genggaman tangan dari dokter zoey kepadanya. Tapi dokter zoey semakin erat menggenggam tangan rie. Lalu menarik tubuh rie semakin dekat dengan tubuhnya. Mendekatkan wajahnya ke arah wajah rie. Tersenyum sinis. Menatap ke arah bibir milik rie. Bibir mungil milik rie.
"Kenapa? Kau sudah sangat ingin tahu?" Tanya dokter zoey sambil sedikit tertawa. Seperti mengejek. Dan terlihat, ekspresi dari mimik muka dokter zoey yang terbentuk kesal.
"Dokter zoey, ini didepan umum. Bisa lebih sedikit sopan memperlakukanku? Bagaimana jika asisten rumah tanggamu melihat kelakuanmu seperti ini?" Ujar rie sinis.
"Oh, kau menginginkannya lagi? Baiklah, dikamar saja kita lakukan. Aku akan memberikan lebih dari yang ku perbuat tadi pada bibirmu, karena kau yang memintanya." Goda dokter zoey kepada rie, terlihat seperti serius.
"Dokter zoey!." Teriak rie kesal.
"Jangan berteriak kepadaku." Kata dokter zoey lembut.
Dokter zoey menarik kembali tubuh rie lewat genggaman tangannya. Berjalan memasuki kamar yang lain.
Dan rie, hanya menurut lagi. Berjalan mengikuti langkah dokter zoey memasuki kamar yang lain.
Para asisten rumah tangga milik dokter zoey, hanya bisa mencuri curi pandang ke arah tuannya dan rie. Tidak berani bertanya. Tidak berani mengeluarkan suara. Melihat kelakuan majikannya terhadap rie. Hingga tuannya dan rie berlalu dari ruang itu. Hilang memasuki kamar yang baru. Bukan kamar yang tuan mereka dan rie datangi tadi.