Rie

Rie
Pagi Hari



Sinar mentari pagi menyapa bumi ini. Dengan hembusan angin sepoi Sepoi, yang menggerak gerakkan ranting pohon bunga kertas berwarna ungu. Di iringi suara burung gereja, yang sedang hinggap di atap Mess Rie dan Mika.


Mess Hospital tempat mika dan rie bekerja, memiliki 10 Kamar. Dan tiap kamar hanya diisi oleh dua orang tenaga kesehatan yang bekerja di hospital itu. Kebetulan, rie dan mika ditempatkan dalam satu kamar. Sejak setahun tiga bulan lalu. Dari saling orang yang sama sama asing, tidak saling mengenal. Hingga kini lekat, dekat, melebihi hubungan saudara kandung antara rie dan mika.


Jam dinding berdetak detik demi detik. Mengarahkan Jarum jam ke angka 09.00 pagi. Terlihat dua orang gadis cantik sedang tertidur pulas, di atas tempat tidur rie yang sebenarnya hanya cukup untuk satu orang. Sementara tempat tidur mika, terlihat kosong, polos dengan seprai lembut berwarna pink polos.


Rie dalam posisi telungkup, kemudian bergerak membuat posisinya menjadi telentang. Dengan perlahan ia membuka kedua kelopak matanya. Menarik nafas dalam dalam lalu menghembuskan nafasnya secara perlahan.


Rie mengerjap kerjapkan kedua kelopak matanya. Melihat ke arah dinding. Memperhatikan jarum jam yang terus berdetak, detik demi detik. Lalu rie bangkit dari posisi tidur telentangnya. Masih duduk diatas kasurnya, dan menatap kearah mika yang masih tidur memeluk guling. Senyum tipis rie terlihat dari wajah ayu naturalnya.


Rie berdiri dari atas tempat tidurnya. Kemudian ia berjalan ke lemari bajunya yang ada di sudut dinding. Dekat pintu keluar kamarnya. Ia membuka lemari dan mengambil satu stel baju putih kerjanya. Baju dinas khusus pegawai hospital tempat ia bekerja. Dan juga mengambil sepasang **********. Serta handuk ungu favorit rie.


Rie berjalan masuk menuju kamar mandi. Membersihkan dirinya untuk bersiap berangkat kerja ke hospital. 20 menit rie membutuhkan waktu untuk bersiap siap. Kemudian ia keluar dari kamar mandi, dan berjalan menuju meja disebelah tempat tidurnya.


Rie menatap mika. Kemudian perlahan membungkuk dan mengusap usap punggung mika. Membangunkan mika dari tidur lelapnya.


Mika membuka kedua kelopak matanya. Menatap ke arah tubuh rie yang kini sudah duduk diatas kursi. Melihat rie yang sedang memberikan cream ke wajah mulusnya serta sedikit bedak tipis.


Mika bangun dari atas kasur rie, dan langsung buru buru masuk kamar mandi untuk membersihkan dirinya. Tak lama mika membutuhkan waktu untuk mandi. Kemudian ia menghampiri rie. Meminta rie untuk merapikan rambutnya dan memasang Kep di atas kepalanya.


"Hey Bu bidan rie, bisa kah tolong aku memasangkan Kep ini?" Pinta mika lembut. Rie sedikit tersenyum mendengarnya. Kemudian rie menggangguk menyetujui. Menarik tangan mika agar duduk dihadapannya.


"Baiklah perawat mika. Sini biar ibu bantu." Tawar rie kepada mika sambil tertawa lepas. Mika pun ikut tertawa geli mendengar jawaban dari rie.


Mika dan rie kini telah siap untuk bekerja. Masuk shift siang. Masih sekitar Dua jam lagi mereka baru masuk jam kerjanya. Rie dan mika mengambil tas mereka, membuka pintu kamar Mess. Menguncinya rapat. Kemudian berjalan menyusuri halaman belakang rumah sakit.


"Ayo kita makan di kantin dulu mika." Ajak rie. "Oke" Jawab mika.