Rie

Rie
Meraga Sukma Kembali?



Rie masih berada di rumah ayahnya. Duduk di atas kasur di dalam kamar miliknya sewaktu ia masih lajang. Masih gadis, belum berstatus menjadi seorang istri seperti saat ini.


Rie memang masih enggan untuk kembali ke rumah suaminya. Ia masih merasa kesal kepada dokter zoey sang suami. Masih selalu teringat di benak rie, kejadian saat di hospital. Di ruang Ok, ketika waktu itu ia meraga sukma tanpa ia sadari. Karena emosinya yang tidak stabil.


Melekat dengan sangat jelas saat dokter wanita itu tengah mengelap - elap kening suaminya. Dan suaminya hanya diam saja. Tidak melakukan reaksi apa pun dengan sikap dokter wanita itu, yang tentu saja membuat emosi rie menjadi muncul kembali ke permukaan. Sampai saat ini, rie masih belum bertanya kepada suaminya soal kejadian di ruang Ok saat itu. Ia belum meminta penjelasan. Belum bertanya soal kebenarannya. Karena rie masih merasa rancu dengan kejadian saat itu yang ia alami. Benarkah itu nyata seperti yang dikatakan sosok ruh yang tidak sengaja ia temui saat itu? Atau itu hanyalah bunga mimpi di kala ia tertidur? Yang tentu saja tiap manusia tidak bisa menentukan skenario di dalam mimpinya sendiri bukan? Itu bukan urusan manusia!. Jika memang kejadian kemarin adalah kenyataan, artinya benar ia telah meraga sukma.


Makanya rie memutuskan untuk menginap di rumah ayahnya untuk beberapa hari. Alasan yang rie buat kepada suaminya tentu saja sangat klise. Rie berkata bahwa ia sangat rindu kepada sang ayah. Jadi tentu saja dokter zoey sang suami memberi izin kepada istrinya. Tidak ada kecurigaan dari dokter zoey kepada rie, karena rie bersikap tenang. Tidak menunjukan sikap gegabah. Bisa sajakan rie merong - rong suaminya dengan pertanyaan - pertanyaan yang menjadi beban di otak rie tentang suaminya. Menyudutkan suaminya. Tapi rie tidak memiliki watak seperti itu. Karena ia adalah seorang wanita yang tenang. Dewasa dalam bersikap. Tetapi memiliki kekurangan. Yaitu sikap tempramentalnya yang masih belum bisa ia jinakkan sampai detik ini. Untuk itu ia memutuskan menginap dirumah ayahnya. Agar ia tidak terpancing dengan emosionalnya sendiri dan mengeluarkan tempramentalnya yang bisa menghancurkan segalanya. Membuat fatal hidupnya kelak. Membuat renggang hubungannya dengan suaminya. Karena rie kini sudah mulai memiliki benih - benih rasa cinta kepada dokter zoey. Suaminya. Makanya ia marah ketika melihat suaminya di sentuh oleh dokter wanita itu. Membuat tubuh rie terasa terbakar.


Rie kemudian teringat akan sosok ruh yang sangat mirip identik dengan suaminya. Jika memang hal itu real, siapa sebenarnya sosok ruh itu? Kenapa bisa sangat mirip dengan suaminya? Tapi seperti tidak asing dengan sosok ruh itu. Rie seperti sudah mengenal sosok ruh itu. Seperti sudah pernah bertemu dengan sosok ruh itu.


Apakah benar itu adalah sosok ruh? Bukan Makhluk astral seperti jin, setan, atau iblis yang mengaku sebagai ruh? Bukankah ruh adalah sosok yang suci? Yang tidak bisa sebenarnya di lihat oleh manusia? Walaupun manusia itu memiliki kelebihan spesial seperti diri rie yaitu indera ke enam atau indigo. Entahlah, rie masih tidak bisa menemukan jawabannya. Itu bukan urusan manusia!.


Rie menekukkan kedua kakinya. Melingkarkan kedua tangannya di kedua kakinya yang menekuk. Mendaratkan dagunya diatas tempurung kakinya.


Rie menghela nafasnya panjang. Kembali teringat kejadian tadi siang. Ketika ia, ayahnya dan mika telah selesai makan siang. Saat di ruang tamu, dimana ada sepasang suami istri yang tiba - tiba datang ke rumah ayahnya. Yang ternyata seorang pria itu adalah adik dari ayahnya. Membuat rie terkejut. Karena selama ini ayahnya tidak pernah bercerita atau memberitahu kalau adik dari ayahnya masih hidup. Bukankah ayahnya pernah mengatakan adiknya sudah tiada? Termasuk adik ipar ayahnya juga sudah tiada bukan? Ayah dan ibu kandung dari mika. Tapi kenapa tiba - tiba muncul dihadapan mereka? Ada apa sebenarnya? Apa yang ayahnya simpan darinya dan mika? Entahlah. Yang jelas sampai saat ini ayahnya belum memberikan penjelasan kepada ia dan mika.


Dimana saat tadi siang ayahnya mengatakan bahwa sepasang suami istri yang datang ke rumah ayahnya tadi adalah orang tua kandung mika, membuat mika terperanjat yang ditangkap oleh netra rie. Seperti mika tidak terima dengan kenyataan saat ini. Mika yang tidak mengeluarkan sepatah kata pun langsung berdiri dan meninggalkan ruang tamu, masuk ke dalam kamarnya, mengunci pintu rapat - rapat. Mengurung diri dalam kamarnya. Sampai ketika rie datang menghampiri mika ke kamarnya, mika tetap diam dan tidak membukakan pintu kamarnya. Jelas rie faham kalau mika butuh waktu untuk sendirian. Untuk menenangkan dirinya, hatinya dan jiwanya.


Lalu kantuk mulai singgah ke diri rie. Mengitari dirinya hingga menusuk ke kedua kelopak matanya. Rie merebahkan dirinya di atas kasur. Mengatur nafasnya. Memejamkan kedua matanya. Lalu hilang dari kesadarannya. Tertidur lelap saat malam telah menunjukkan pukul 01.23 am dini hari.


"Eh, kenapa aku bisa melihat tubuhku lagi? Apakah ini aku di alam mimpi? Tapi kenapa seperti nyata? Ah mana mungkin." Celetuk sosok ruh rie sendiri.


Rie sepertinya masih tidak sadar kalau ia lagi - lagi untuk kedua kali meraga sukma kembali. Setelah sekian lama hal itu tidak terjadi lagi pada dirinya.


Sosok ruh rie memejamkan matanya sebentar. Kemudian ia membuka kedua kelopak matanya.


Dan ketika ia membuka matanya, ia kembali berada di ruang kantor hospital suaminya. Membuat sosok ruh rie terkejut.


"Eh, aku disini lagi?." Ucap sosok ruh rie.


Tidak sengaja, netra sosok ruh rie kembali melihat pemandangan yang membuat dirinya seperti terbakar. Kemarahan yang besar. Seperti ingin menghancurkan dua sosok manusia yang ada di hadapan sosok ruh rie saat ini. Suaminya, dokter zoey. Dan dokter wanita kemarin. Dimana wanita itu tengah memegang tangan dokter zoey. Menatap hangat wajah dokter zoey.


Nafas sosok ruh rie yang terlihat tidak teratur. Dengan mata yang memicing. Dan emosi yang tidak stabil, membuat sebuah vas bunga dengan bunga tulip kristal yang terletak di atas meja terjatuh ke lantai. Padahal posisinya tidak dipinggir meja. Tapi di tengah - tengah meja tamu di ruang kantor suaminya. Membuat dokter zoey dan dokter wanita itu terkejut hingga menjatuhkan pandangan mereka ke lantai tepat dimana vas bunga itu jatuh berderai.


Sosok ruh pria yang pernah sosok ruh rie temui kemarin saat di koridor ruang khusus perawatan VVIP tengah berdiri di belakang sosok ruh rie. Melihat kejadian di depannya. Melihat sosok ruh rie yang membuat vas bunga terjatuh.


"Hey nona. Apa yang kau lakukan disini?." Sapa sosok ruh pria itu kepada sosok ruh rie.