Rie

Rie
Weirdo



Derap langkah di dalam rumah dokter zoey, samar-samar mulai terdengar jelas di dalam gendang telinga milik rie.


Rie mulai mengerjap kerjapkan kedua kelopak matanya.


Langit-langit plafon berwarna putih bersih di dalam kamar yang sedang rie tempati, mulai terlihat jelas di kedua retina mata rie.


Rie mengangkat telapak tangan kanannya. Mengusap-usap kan telapak tangannya ke wajah putih mulus miliknya.


Rie memperbaiki posisi tubuhnya. Ia mulai bersandar di kepala tempat tidur. Sambil merapikan rambutnya yang masih tergerai. Yang sedikit terlihat berantakan.


Rie memutar kepalanya. Melihat ke arah nakas di sebelah tempat tidurnya.


Terdapat sebuah jam digital, yang menunjukkan sudah pukul 06.05 am.


'Sepertinya aku kesiangan.' Gumam rie dalam hatinya.


Di dinding dekat pintu keluar. Tertangkap oleh retina mata rie. Percis seperti ekor burung merak. Tampak bulat menggantung. Paduan warna hijau dan hitam. Terlihat cantik menurut rie. Menggantung di dinding.


Rie tersenyum melihatnya. Tapi rie tersadar. Bagaimana mungkin sesuatu yang dilihatnya bisa menggantung di dinding itu? Padahal tidak ada paku sama sekali untuk benda itu bisa menggantung sesukanya.


Dan yang di lihatnya itu mulai berputar kencang. Berputar searah seperti putaran kipas. Semakin lama putarannya terlihat semakin cepat.


Rie perlahan menurunkan kakinya ke lantai. Menapakkan kedua telapak kakinya. Mulai melangkah perlahan, mendekati benda yang seperti ekor burung merak yang sedang berputar seperti putaran kipas angin.


Rie menghentikan langkahnya. Hanya berjarak 60 Cm antara rie dan benda yang dilihatnya seperti ekor burung merak itu.


Rie terus menatap benda itu. Memperhatikan benda itu lekat lekat dengan sangat seksama.


Pandangan rie mulai terlihat seperti bintik bintik semut di Televisi yang berbentuk kotak.


Lagi, rie yang memang belum bisa mengendalikan indera penglihatan specialnya. Yang masih dengan bebas bisa melihat benda benda ajaib dan makhluk makhluk astral yang tidak bisa di lihat oleh manusia normal pada umumnya.


Tidak ada rasa takut di dalam diri rie. Secara reflek tangan kanan rie terangkat. Hendak menyentuh benda yang seperti ekor burung merak, yang sedang berputar kencang seperti kipas.


Bleeeppp... Dalam sekejap benda itu menghilang begitu saja. Seperti putri malu yang tidak bisa di sentuh. Seperti burung merpati yang bisa di lihat tapi tidak bisa di gapai.


Rie membelalakkan bola matanya. Spontan terkejut karena benda yang dilihatnya secara tiba tiba menghilang begitu saja dari hadapannya. Dari kedua kelopak matanya.


Rie yang memiliki kemampuan special merasa baru kali ini ia bisa melihat sesuatu yang tidak pernah ia temui dari ia kecil.


Yang biasanya ia hanya bisa melihat makhluk makhluk astral dalam berbagai bentuk. Yang tidak bisa ia lukiskan dan gambarkan untuk menjelaskannya. Hanya bisa melihat, menatap, dan menelan sendiri pengalaman pribadinya.


Pintu kamar rie terbuka secara otomatis. Terlihat sosok dokter zoey dengan elegan masuk ke dalam kamar yang rie tempati.


Dokter zoey menatap rie. Memicingkan matanya saat melihat rie yang sedang memandang dinding dan sedang berdiri didepan dinding dengan jarak sekitar 60 Cm.


"Apa yang sedang kau lakukan?" Tanya dokter zoey kepada rie yang tidak menyadari kehadiran dokter zoey yang sudah ada di dalam kamar yang sedang ia tempati.


Secara reflek rie memutar tubuhnya menghadap ke arah dokter zoey. Tersenyum kaku.


"Aku... aku..." Jawab rie terputus. Karena ia merasa bingung. Apa yang harus ia jelaskan kepada dokter zoey tentang apa yang barusan ia lakukan.


Kalaupun rie jujur kepada dokter zoey, pasti dokter zoey tidak akan percaya. Dan akan menganggap dirinya seperti orang gila. Seperti seorang yang sedang kena gangguan mental. Gangguan kejiwaan. Dan pasti dokter zoey akan membawa rie ke ahli psikologis untuk mengobati kejiwaannya.


Tidak ada orang normal yang percaya dengan hal hal seperti ini. Hal ghaib. Yang kalau secara metafisika ini adalah kenyataan.


Dokter zoey berdiri tegak di depan rie. Melipatkan kedua tangannya kedada bidang miliknya. Sambil menatap rie dengan sejuta pertanyaan.