Rie

Rie
Masa lalu



Suara kicau burung terdengar merdu. Pagi hari yang terlihat begitu indah terpandang.


Seorang wanita tampak terlihat begitu sangat merintih. Dengan tampilan tubuhnya, perutnya yang bulat melenting. Wajah pucat pasi yang terukir diraut wajahnya. Sambil terus memegangi perutnya dengan posisi duduk bersandar di dalam sebuah mobil sedan berwarna hitam.


Mobil sedan itu terlihat melaju dengan kecepatan tinggi. Dan tiba di area hospital. Berhenti didepan pintu khusus UGD.


Seorang pria yang mengendalikan mobil sedan itu dengan cepat keluar dari dalam mobil. Berteriak memanggil tenaga kesehatan yang sedang lalu lalang di dalam ruang UGD.


Beberapa tenaga kesehatan yang sedang bertugas berlari ke arah mobil sedan itu dengan membawa brankar untuk wanita yang sedang merintih didalam mobil sedan milik seorang pria.


Sang wanita pun kini sudah berada di atas brankar. Dibawa menuju masuk ke dalam hospital.


"Tuan, silahkan lakukan registrasi di bagian Administrasi. Nyonya akan langsung ditangani oleh dokter spesialis di ruang OK khusus persalinan" Ujar seorang perawat kepada seorang pria.


"Baiklah, terimakasih" Jawab seorang pria itu.


Pria itu dengan cepat melakukan pendaftaran di bagian administrasi. Kemudian setengah berlari menuju ke arah depan ruang Ok khusus persalinan.


Seorang dokter berjalan dari arah koridor. Berhenti tepat di depan pintu ruang Ok. Kemudian memutar tubuhnya menghadap ke arah seorang pria yang telah melakukan pendaftaran untuk istri nya tadi, yang sudah berada didepan pintu ruang OK.


"Alan?" Sapa dokter itu kepada pria tadi.


Pria itu, bernama Alan Monte. Mengernyitkan dahinya menatap dokter yang ada di hadapannya.


"Iya? Anda mengenalku?" Tanya alan dengan ekspresi wajah yang bingung.


"Alan Monte. Jangan terlalu formal terhadapku. Aku Yuki Mateo. Sahabat baikmu." Kata dokter itu tegas.


"Yuki. Kau berkerja disini? Oh maafkan aku Yuki. Aku tidak tahu bahwa kau seorang dokter." Kata alan pada pria yang bernama yuki.


"Aku memang menghilang sangat lama bukan. Ah, nanti saja kita berbincang setelah aku menyelesaikan pekerjaanku. Ada pasien yang hendak kutangani didalam ruang operasi ini" Tutur yuki yang ternyata adalah seorang dokter.


"Yuki, aku mohon padamu lakukan yang terbaik untuk pasien yang akan kau tangani didalam. Dia adalah istriku yuki" Pinta alan pada sahabatnya.


"Oh, itu istrimu? Baiklah sahabatku. Kau sahabat terbaikku. Aku akan melakukan yang terbaik untukmu. Kau tunggu disini saja. Jangan cemas." Dokter yuki menenangkan alan.


"Aku masuk dulu alan" Kata dokter yuki lagi yang juga sahabat dari alan.


Pintu ruang Ok terbuka dengan sendirinya. Dokter yuki menghilang dari depan alan. Memasuki ruang Ok khusus untuk persalinan di hospital yang didatangi oleh Alan dan sang istri. Hingga pintu ruang Ok itu pun tertutup kembali dengan rapat. Meninggalkan Alan seorang diri.


Terlukis gurat raut muka yang sedih dan khawatir yang tergambar jelas di wajah alan. Khawatir akan keadaan istrinya. Khawatir akan keadaan anaknya yang akan segera lahir ke dunia.


Alan memutar tubuhnya. Berjalan menuju kursi untuk keluarga pasien yang sudah di sediakan oleh hospital. Menjatuhkan bokongnya ke atas kursi. Memperbaiki posisi duduknya. Menyandarkan punggungnya.


Saat itu tepat pukul 10.08 am. Seksio Caesar atau operasi pada wanita yang sangat di cintai oleh alan, istri yang sangat di kasihinya akan segera dilakukan oleh sahabatnya sendiri Yuki Mateo yang ternyata adalah seorang dokter spesialis.


Tampak, alan mengucapkan harapan besar. Ia ingin proses yang dilakukan untuk menangani istrinya berjalan dengan lancar dan membuat hatinya tenang.