
Pertanyaan yang ditujukan oleh yuki kepada dokter moza, masih belum ditanggapi oleh dokter moza. Padahal semua orang yang ada di ruang tamu rumah alan tengah menunggu jawaban dari dokter moza. Dan semua netra mereka menatap ke arah dokter moza.
Hingga sosok seorang pria yang masuk tiba - tiba ke dalam rumah alan, menjadi pusat perhatian mereka. Yang kini sudah memasuki ruang tamu alan, berdiri di hadapan mereka. Tidak terlalu jauh dari pintu utama.
"Zoey? Kenapa kau datang?." Tanya yuki.
Sementara dokter zoey menatap tajam ke arah dokter moza.
Dokter moza dan dokter zoey sudah berteman sedari mereka masih kecil. Layaknya alan dan yuki. Ayah mereka. Padahal sebenarnya mereka trio. Satu lagi adalah dokter bara. Tapi, sayangnya dokter moza tidak terlalu rapat dengan dokter bara. Tidak serapat hubungannya dengan dokter zoey. Sahabat sejati. Bahkan melebihi dari itu. Sudah seperti saudara kandung. Tidak ada batasan antara mereka.
Tapi kejadian kali ini, soal mika yang di 'culik' oleh dokter moza, yang tidak di ketahui oleh dokter zoey dari mulut dokter moza sendiri. Malah asisten pribadi dokter zoey, yang selalu memantau pergerakan dokter moza lah yang memberitahukan kabar tentang 'mika' bahwa sepupu kandung dari istrinya di'culik' oleh dokter moza. Karena hal ini lah dokter zoey menjadi murka kepada dokter moza.
Sebenarnya dokter zoey tidak terlalu perduli dengan apapun yang dilakukan oleh dokter moza. Tapi karena ini ada hubungan dengan istrinya, jadi dokter zoey merasa harus ikut andil dalam masalah ini.
Dokter zoey memperlihatkan ekspresi wajah yang datar. Terlihat ia menunjukkan sedikit watak aslinya. Yang bersikap dingin.
"Aku ke toilet sebentar." Ucap dokter zoey.
Dokter zoey melangkahkan kakinya dengan cepat ke toilet rumah mertuanya, alan.
Membuka gagang pintu toilet, lalu menutupnya. Kemudian ia menyalakan wastafel. Mencuci tangannya dengan cekatan. Kemudian mengeringkannya. Lalu dokter zoey dengan segera keluar dari toilet. Berjalan menuju ruang tamu. Dimana seluruh keluarganya sedang berkumpul.
Dokter Zoey berdiri di hadapan seluruh keluarganya. Kemudian menjatuhkan tatapan tajamnya pada dokter moza. Dokter moza menjadi kikuk. Ia tahu, jika dokter zoey sahabatnya bersikap seperti saat ini tandanya sedang dalam tingkat kemarahan yang besar. Dan itu bisa berbahaya untuk hubungan persahabatan mereka kelak.
Maka dari itu, ia tidak ingin masalah yang ditimbulkan oleh dirinya berlarut - larut. Ia tahu kalau yang dilakukannya kepada mika adalah kesalahan fatal dalam hidupnya. Akibat egosentrisnya yang tidak terima jika ada wanita yang mengacuhkannya. Sampai ia melakukan kekhilafan. Dan berujung tragis untuk dirinya. Tapi tidak ada penyesalan didalam dirinya. Karena sikap mika terhadapnya, membuat ia tertarik kepada mika. Ingin memiliki mika sepenuhnya. Bukan karena cinta pada pandangan pertama.
Dokter moza melihat ke arah yuki dan alan.
"Maaf, aku tiba - tiba datang kemari. Asistenku yang memberitahu kepadaku bahwa moza ada di rumah papa." Ucap dokter zoey pada yuki dan alan.
"Bukankah kau ada jadwal praktek di hospital hari ini nak?." Tanya alan kepada dokter Zoey.
"Aku tidak ada jadwal operasi hari ini papa. Hanya visite kepada pasien - pasien yang aku tangani. Jadi setelah selesai, aku langsung bergegas menuju ke rumah papa." Sambung dokter zoey lagi.
Yuki kembali menatap ke arah dokter moza.
"Moza. Kau belum menjawab pertanyaan dari paman tadi. Bisakah kau jelaskan?." Yuki kembali menunggu pernyataan dari dokter moza.
"Moza, aku sudah tahu kalau satu minggu yang lalu mika di rawat di hospital. Dan kau yang langsung menangani dan merawatnya." Dokter zoey memotong pertanyaan ayahnya kepada dokter moza.
"Iya." Jawab dokter moza singkat.
"Lalu, kenapa kau tidak memberitahukan kepadaku hah?." Tanya dokter zoey lagi menekan dokter moza.
"Aku tidak tahu kalau kau harus mengetahui segalanya yang kulakukan zoey." Ujar dokter moza.
"Aku tidak mau mendengar alibi-mu moza. Memangnya kau tidak menganggapku sebagai sahabatmu? Dan tentu saja aku harus tahu. Karena wanita yang kau tangani adalah sepupu kandung dari istriku. Jadi aku berhak mengetahuinya. Karena otomatis mika juga menjadi saudariku. Dan aku harus melindungi keluargaku." Kata dokter zoey panjang lebar.
Rie menghela nafasnya panjang. Sementara mika menangis tersedu.
"Bisakah kalian berdua tidak berdebat sekarang? Aku hanya ingin tahu maksud tujuan seorang 'dokter moza' menculik mika-ku." Rie menyela perdebatan antara suaminya dengan dokter moza.
Dokter moza dan dokter zoey terdiam. Kemudian secara serentak menatap ke arah rie.
Tampak aura seperti ingin menghabisi dokter moza terpancar dari tubuh rie.
Dokter moza melihat ke arah mika yang sedang menangis tersedu. Terlihat mika yang seperti tertekan kejiwaannya. Menahan rasa sakit dan trauma saat ia merenggut sesuatu yang sangat berharga dari diri mika.
"Aku tertarik dengan mika. Aku sudah merenggut kesuciannya. Dan aku akan bertanggung jawab atas perlakuanku pada mika. Aku akan menikahinya. Maafkan aku." Pengakuan dokter zoey kepada orang - orang yang ada di hadapannya. Keluarga mika.
Sontak semua terdiam membisu. Terkejut dengan ucapan dokter moza.
Dokter zoey sampai tidak habis fikir kepada dokter moza sahabatnya. Bagaimana mungkin seorang moza yang terhormat, yang memiliki watak dan karakter 99% sama dengan dirinya bisa melakukan hal tidak terpuji seperti ini? Benar - benar diluar nalar.
Mika makin menangis kencang. Tidak dapat ia bendung lagi rasa pedih dan sakit yang dirasakannya di dalam hatinya. Rasa hancur dan rapuh yang menggerogotinya. Semakin membuat ia tidak bisa mengendalikan kewarasannya.
Sementara rie langsung berdiri. Berjalan ke arah dokter moza. Lalu dengan segera ia mencengkram dokter moza. Mencekik leher dokter moza. Mengamuk membabi buta.
Dokter zoey dengan segera menarik istrinya. Melepaskan kedua tangan rie dari leher dokter moza. Dokter moza kemudian terbatuk - batuk karena cekikan dari istri dokter zoey sahabatnya.
"Sayang. Berhenti!.Tenanglah." Kata dokter zoey kepada rie.
Rie menunjuk wajah dokter moza dengan telunjuk tangan kirinya.
"Kau pria gila! Dimana urat malu-mu? Kau sudah menghancurkan mika-ku! Otakmu dimana hah?!" Teriak rie kencang.
Dokter zoey memeluk rie. Yang mulai mengeluarkan isak tangisnya. Sesak di dalam dadanya yang tidak dapat di bendungnya lagi. Hingga mengeluarkan derai air mata.
"Sudah sayang." Dokter zoey menenangkan istrinya.
"Bisakah kalian berhenti!." Ucap alan tegas.
Alan menatap ponakkannya mika.
"Mika. Tenangkan dirimu nak. Ini sudah terjadi. Kita tidak bisa mengembalikan waktu ke awal. Dan moza sudah mengakui kesalahannya. Dan moza mau bertanggung jawab atas kesalahan fatalnya kepadamu." Kata alan dengan sikap yang tenang.
Bukan alan tidak kesal sebenarnya. Tapi sebagai orang tua yang akan menjadi contoh untuk anak - anaknya. Tidak mungkin ia menunjukkan reaksi sikap brutal-nya di hadapan anak - anaknya.
"Aku akan menyetujui moza. Bahwa moza akan menikahi ponakkanku mika. Tapi aku harus menyelesaikan sesuatu dahulu. Dan aku memiliki syarat untuk moza." Ucap alan lagi yang membuat semua mata memandang ke arahnya.
"Apa kau bilang?" Tanya yuki kesal.