
"Hey nona. Apa yang kau lakukan disini?." Sapa sosok ruh pria itu kepada sosok rie.
Secara reflek sosok ruh rie menoleh kebelakang untuk melihat sosok ruh yang menyapanya.
Sosok ruh rie memicingkan matanya. Menatap tajam ke arah sosok ruh yang menyapanya secara reflek. Tentu saja ia berbuat begitu. Menatap sosok ruh pria itu dengan tatapan yang tajam. Karena rie masih di balut dengan kemarahan yang melilit di dirinya.
Lagi dan lagi, untuk kedua kali ia bertemu dengan sosok ruh pria yang kemarin. Saat ia berada di lorong perawatan ruang VVIP.
Sosok ruh pria itu tersenyum sinis kepada rie. Kemudian sosok ruh pria itu menatap kepada dua manusia yang juga tengah berada di ruang yang sama dengan ia dan sosok ruh rie.
"Kau? Kenapa kau ada disini juga? Sebenarnya siapa kau?." Tanya sosok ruh rie garang.
Sosok ruh pria itu memberikan ekspresi wajah serius. Kemudian ia menunjuk pada sosok dokter zoey.
"Coba kau lihat pria itu. Apakah mirip denganku?." Kata sosok ruh pria itu memberi clue.
Rie menatap ke arah dokter zoey, suaminya.
'Wah. Benar. Sangat mirip. Begitu identik. Mungkinkah..?' Gumam rie sambil menerka - nerka di dalam benaknya.
"Hey nona. Aku bisa mendengarmu. Tidak perlu berbicara dengan suara yang kecil pada dirimu sendiri. Kita ini ruh nona." Ucap sosok ruh pria itu. Kemudian tertawa.
"Siapa yang mengizinkan kau untuk tertawa?." Kata rie sinis.
Seketika sosok ruh pria itu terdiam. Menatap sosok ruh rie dengan ekspresi serius.
"Aku.." Kata sosok ruh pria itu terputus.
Sosok ruh rie meletakkan telunjuknya di bibirnya. Menepuk - nepuk bibirnya sambil melihat langit - langit plafon ruang kantor khusus suaminya. Seperti ekspresi sedang berfikir.
"Aku rasa kau ini adalah makhluk astral. Kau jin yang meniru wajah pria itu. Atau kau adalah setan? Tapi tidak mungkin, setan kan tidak bisa menyerupai manusia. Hmmm... ha... aku yakin sekali kau benar - benar jin." Ucap rie sembarangan dan memutuskan perkataan sosok ruh pria itu.
Sosok ruh pria itu menepuk keningnya setelah mendengar kalimat - kalimat yang sosok rie ucapkan barusan. Merasa aneh dengan cara berfikir sosok ruh rie.
"Ya ampun kau ini!. Aku bukan jin nona. Kau masih penasaran siapa aku? Baiklah, aku akan memberitahukan siapa diriku kepadamu. Agar kau tidak menuduhku sembarangan seperti yang kau ucapkan." Ujar sosok ruh pria itu.
"Hey. Aku tidak berkata sembarangan." Protes sosok rie.
"Kau ikut aku! Ayo." Titah sosok ruh pria itu kepada rie. Lalu secara reflek menarik tangan rie.
"Eh... Apa - apaan ini? Jangan sembarangan menyentuhku!." Protes rie lagi dengan nada kesal.
Kini, kedua sosok ruh itu telah hilang dari ruang kantor pribadi milik dokter zoey. Meninggalkan dua sosok manusia yang juga ada di ruangan itu tadi bersama mereka. Dan sudah tiba di ruang VVIP khusus perawatan dokter bara. Dimana sosok tubuh dokter bara yang sedang koma berada.
"Lepaskan kataku!" Teriak sosok ruh rie.
Sosok ruh pria itu melepaskan genggaman tangannya dari telapak tangan kanan sosok ruh rie.
Rie mengusap - usap tangannya dengan kesal.
'Menarik' Gumam sosok ruh pria itu menatap rie. Tersenyum sinis.
"Hey nona. Apa kau masih ingin tahu siapa aku?." Tanya sosok pria itu kembali.
"Ya. Kau katakan saja siapa dirimu sekarang." Ucap rie acuh dan masih mengusap - usap telapak tangannya yang telah di pegang oleh sosok ruh pria itu tadi.
"Bisakah kau hentikan kelakuanmu itu. Kau ini sangat aneh." Kata sosok ruh pria itu.
Rie menghentikan kegiatannya yang sedang mengusap - usap tangannya. Kemudian ia melihat ke arah sosok ruh pria itu.
"Coba kau lihat sosok tubuh yang terbaring di atas tempat tidur perawatan itu nona." Titah sosok ruh pria itu.
Netra rie mengikuti telunjuk sosok ruh pria yang menariknya tadi. Menatap ke arah sosok tubuh yang sedang terbaring di atas tempat tidur.
Rie terdiam. Kemudian menatap lekat ke arah sosok tubuh ruh pria yang tengah berdiri di sampingnya. Ada sedikit perasaan bersalah dalam hatinya kepada sosok ruh pria yang ada di sampingnya.
"Oh iya. Aku akan mengenalkan diriku padamu nona. Perkenalkan. Aku adalah Bara mateo. Aku kembaran dari pria yang ada di ruangan tadi. Saat kau pecahkan vas bunga kesayangan kembaranku." Kata sosok ruh pria itu.
Rie membulatkan kedua matanya.
"Kembaran?. Kau kembaran dokter zoey?." Tanya rie.
"Ya. Kau ini apa memiliki alzhemeir? Bukankah kau pernah mengunjungiku di ruangan ini waktu itu hah?!." Sindir sosok ruh dokter bara.
Sosok ruh rie mencoba mengingatnya.
"Ah iya. Aku sudah ingat. Tapi aku tidak menyadari kalau kau dan dokter zoey adalah anak kembar." Ucap rie.
Sosok ruh dokter bara menatap sendu tubuhnya yang sedang terbaring.
"Maaf. kalau aku boleh tahu, kenapa kau bisa seperti ini?." Tanya rie kasihan.
Rie kemudian mendekati sosok tubuh dokter bara yang sedang terbaring koma. Berdiri di sebelah kanan tubuh dokter bara. Menatap lekat - lekat wajah tubuh dokter bara.
"Satu setengah tahun lalu aku kecelakaan." Ucap sosok ruh dokter bara lirih.
"Aku tahu kau kecelakaan dokter bara." Jawab rie to the point.
Sosok ruh dokter bara menekukkan wajahnya.
"Kalau kau tahu tidak perlu bertanya! Dan kau juga tahu kalau aku dokter. Buang - buang waktu saja." Keluh sosok ruh dokter bara.
"Ya tentu saja aku tahu. Kau itu kan sangat terkenal di hospital ini. Maksudku bukan begitu. Ee ... Maksudku kenapa kau bisa kecelakaan?." Tanya rie lagi.
Sosok ruh dokter bara menatap rie. Tersenyum simpul.
"Apa kau perlu tahu hah?." Tanya sosok dokter bara.
"Ya, aku kan hanya..." Ucap rie terputus.
"Aku kecelakaan sekitar satu setengah tahun lalu." Cerita sosok ruh dokter bara.
"Satu setengah tahun lalu? Artinya kau sudah koma selama satu setengah tahun?." Tanya rie terkejut.
Sosok ruh dokter bara menganggukkan kepalanya. Membenarkan dugaan sosok ruh rie.
"Maaf. Sebenarnya apa penyebab kau bisa kecelakaan?." Tanya sosok ruh rie penasaran.
Sosok ruh dokter bara tersenyum. Tidak menanggapi pertanyaan rie barusan.
"Oh iya nona. Tadi kau katakan kepadaku kalau aku sangat terkenal di hospital ini. Ceritakan padaku nona." Ujar sosok dokter bara mengalihkan pembicaraan mereka.
"Tentu saja. Kau itu salah satu dokter terbaik dan ter-tampan di hospital ini. Banyak tenaga kesehatan wanita di hospital ini jatuh hati padamu." Celetuk rie spontan.
Oopsss... Sosok ruh rie langsung menghentikan perkataannya. Ia merasa kelepasan dengan lidahnya. Membuat sosok ruhnya menjadi kaku.
Sosok ruh dokter bara tersenyum kala mendengar kalimat yang dilontarkan oleh rie.
"Termasuk kau?" Sosok ruh dokter bara menyekak sosok ruh rie. Menembak sosok ruh rie dengan perkataannya.
Rie tetap diam. Tidak berusaha menjawab pertanyaan dari sosok ruh dokter bara.
Di ruang perawatan VVIP tempat dimana tubuh dokter bara terbaring, tanpa kedua sosok ruh rie dan sosok ruh dokter bara sadari, sedari tadi telah berdiri sosok seorang ruh gadis kecil bergaun lolita yang sambil memeluk boneka teddy bear kesayangannya. Berdiri di belakang pintu. Mendengar percakapan sosok ruh dokter bara dan sosok ruh rie.
"Papa!" Teriak sosok ruh gadis kecil itu dengan ekspresi menyeramkan.