
Semilir angin berhembus kian kencang. Langit terlihat bewarna gelap, hitam dan pekat. Di hiasi dengan bulan. Bulat. Penuh. Yang biasa orang - orang mengatakannya 'Bulan Purnama' sejak zaman dahulu kala.
Bintang. Tidak terlihat malam ini. Hanya bulan purnama sendiri yang menemani langit hitam pekat.
Bumi, ditumbuhi banyak pohon rindang. Disinari dari pancaran bulan purnama. Tidak terlalu terang memang. Dan tidak juga remang - remang.
Disalah satu pohon, tepatnya yang berada di pinggir jalan. Terlihat satu pohon beringin yang sudah terlihat sangat tua. Sangat lama. Seperti telah hadir tertancap di atas bumi sejak beberapa ratus tahun silam.
Dipinggir jalan raya arah ke perumahan mediterania tempat dokter zoey tinggal. Di atas pohon beringin, terlihat seekor burung hantu. Yang sedang berdendang menghiasi malam.
Di bawah pohon beringin itu, berdiri sosok seorang wanita berambut panjang. Rambut yang terjuntai hingga terseret ke tanah. Dengan kostum berwarna merah. Kuku yang amat panjang. Dan wajah yang tidak jelas terlihat. Sedang berdiri melayang. Seperti berpijak pada tanah, padahal tidak. Ia melayang - layang sekitar 10 cm dari atas tanah.
Berdiri melayang. Menatap lurus ke arah seberang jalan. Yang berjejer lampu jalan raya. Dimana di dekat lampu jalan raya itu, tepat di pinggir jalan, terlihat beberapa orang anak muda.
Sekitar empat orang. Kira - kira usia mereka berkisar seperti 20 tahunan.
Para anak muda itu, tengah asyik tertawa. Bercanda. Ada yang tegak dipinggir jalan. Dan ada satu orang yang duduk diatas kap mobil milik mereka.
Suara dentum musik, terdengar dari dalam mobil milik mereka. Hingga terdengar jelas sampai keluar mobil.
Lagu 'Tokyo drift', yang menemani para anak muda yang sedang bercengkrama, tertawa dan bercanda.
"Bie, coba kau lirik jam di pergelangan tanganmu!" Titah seorang anak muda kepada temannya.
Salah satu anak muda dari empat anak lelaki tersebut yang bernama bintang, menurut titah dari temannya. Menjatuhkan tatapannya pada pergelangan tangan kirinya. Melihat jam digit berwarna hitam yang sedang dipakainya.
Kemudian bintang menatap ke arah temannya yang memberikan titah kepadanya tadi.
" Masih jam 00.30 am brown." Ujar bintang kepada temannya yang memberikan titah kepadanya tadi. Yang bernama browny.
"Aku merasakan suasana yang aneh. Tengkukku terasa merinding. Padahal aku tidak sedang memikirkan sesuatu yang menakutkan." Celetuk browny kepada teman - temannya.
Dua teman bintang dan browny sontak terkekeh geli. Melihat browny yang seperti ketakutan.
"Hey brown. Ini masih awal. Kita ini laki - laki. Santai saja brown." Sindir tomy pada brown.
"Darlie! Kau kenapa? Kau tampak terdiam kaku begitu. Kenapa kau terlihat tegang?" Tanya bintang.
Darlie yang sedang melihat ke seberang jalan. Dekat pohon beringin. Terdiam terpaku. Tak berkedip. Menatap sosok wanita berambut panjang tadi. Yang juga sedang melihat ke arah mereka berempat.
Bintang spontan melihat ke arah sebrang jalan. Dimana temannya yang bernama darlie sedang menatap ke arah sebrang jalan.
Hingga bintang terjatuh tak sadarkan diri. Pingsan di pinggir jalan, tepat di dekat teman -temannya.
Tomy langsung loncat. Menghampiri ke arah bintang yang jatuh pingsan.
"Bie, kau kenapa?." Tanya tomy panik. Sambil menepuk - nepuk pipi bintang.
Suara wanita yang berada di seberang jalan, mulai terdengar memekakkan gendang telinga. Tertawa kencang terkikik - kikik. Hingga membuat pandangan browny, tomy dan darlie langsung melihat ke arah sebrang jalan. Tepat dimana wanita berambut panjang yang terjuntai ke lantai dengan kostum berwarna merah tampak di netra mereka bertiga.
"Teman-teman, sebaiknya kita pergi dari sini. Itu sungguh menakutkan." Teriak browny.
browny segera menarik darlie. Mendorong darlie untuk masuk ke dalam mobil.
"Hey, bintang bagaimana? Ayo kita angkat." Ajak tomy.
"Tidak sempat, tinggalkan saja. Lihat, wanita itu sedang menuju kemari. cepat tomy! Atau kau akan kami tinggal." Titah browny kasar.
Tomy tampak terlihat bingung. Sampai ia tidak bisa berfikir dengan jernih. Sontak tomy patuh pada titah browny kepadanya.
Tomy bergegas lari masuk kedalam mobil. duduk di kursi belakang mobil.
Sementara browny, yang mengemudi mobil mereka dengan cepat memijak pedal gas. Mobil mereka kini melaju di jalan raya. Di aspal yang terlihat mulus.
Browny, tampak ketakutan. Hingga suara wanita itu masih kian terdengar lebih jauh dari mereka. Membuat browny dan tomy sedikit lega.
Tapi tepat di depan mobil mereka, tepat di depan kaca mobil muncul wanita berambut panjang dan berkostum merah. Membuat browny dan tomy terkejut. Hingga mereka berteriak kencang.
Sementara darlie, terlihat wajahnya pucat pasi.
Browny terlihat panik, hingga tidak bisa konsentrasi saat tengah mengemudikan mobil yang sedang di kendarainya. Hingga mobil itu oleng. Dan menabrak tiang yang berada di pinggir jalan. Hingga bagian mobil depan itu hancur.
Terdengar suara teriakan kencang dari dalam mobil. Hingga suara itu pun tidak terdengar kembali. Lenyap. Senyap.
Tawa wanita itu semakin terdengar jelas. Terkikik mengerikan. Tergambar rasa puas dan senang. Hingga wanita itu hilang dari tempat kejadian. Meninggalkan mobil yang hancur di pinggir jalan.
Langit malam hitam pekat. Ditambah pantulan sinar dari bulan purnama. Menjadi saksi kejadian yang terjadi malam itu. Kala wanita berambut panjang dan berkostum merah, yang telah membuat mobil yang di kendarai para anak muda, hancur menabrak tiang di pinggir jalan.
Kepulan asap tampak keluar dari kap mobil yang telah remuk. Kira - kira 300 meter dari perumahan mediterania tempat dokter zoey tinggal.