
Pukul 22.05 Pm
Rie terlihat tertidur di atas kasur, di dalam kamar utama ia dan dokter zoey.
Sendirian?
Ya, rie memang sendirian. Karena sang suami, 'dokter zoey' masih belum pulang kerumah. Masih di hospital tempat ia dahulu bekerja.
Hari ini memang rie lebih awal beristirahat. Setelah melewati hari yang melelahkan. Menghadapi masalah yang ditimbulkan oleh dokter moza kepada mika sahabatnya. Sepupu kandungnya.
Masalah dokter moza dan mika yang membuatnya sedikit frustasi. Membuat kemarahannya pecah dan tidak dapat ia bendung lagi. Kekesalan yang mendalam hingga ia lebih cepat untuk tidur. Dan meraga sukma dalam tidurnya.
Meraga sukma? Ya, meraga sukma.
Rie yang memiliki kemampuan spesial bawaan dari ia lahir, yang biasanya masyarakat menyebut dengan sebutan 'Seseorang yang memiliki indera ke enam atau indigo'. Yang lebih terkenal dengan sebutan atau julukan itu kepada orang - orang yang memiliki kelebihan spesial berbeda dengan orang - orang lain yang sama dengannya sebagai anak indigo.
Dimana tingkatan para orang - orang indigo memiliki kemampuan berbeda - beda. Ada yang bisa melihat masa lalu saja. Atau hanya bisa merasakan kehadiran makhluk astral. Atau seseorang indigo itu bisa melihat para makhluk astral. Atau bisa melihat para makhluk astral dan berkomunikasi dengan para makhluk astral. Atau bisa melihat kemasa depan. Atau mendengarkan isi hati orang. Atau masuk kedunia para makhluk astral. Atau meraga sukma. Dan ada yang bisa memiliki lengkap semuanya. Dan itulah yang terjadi pada diri rie. Ia merupakan sosok orang indigo yang memiliki paket komplit. Hanya saja rie tidak bisa mengendalikan tentang meraga sukmanya.
Rie bisa meraga sukma ketika ia dalam kondisi emosional yang tidak stabil. Dan itu terjadi ketika ia tengah tertidur.
Rie tampak tidur tenang dengan posisi tubuhnya yang miring ke arah kanan. Tangan kanannya terselip di bawah kepalanya, di dekat daun telinga.
Tampak sosok ruh milik rie, keluar dari dalam tubuhnya. Duduk di sebelah tubuhnya.
Netra ruh rie menjatuhkan pandangannya kepada tubuhnya. Bertanya bingung dalam fikirannya. Sedikit terkejut dengan keadaan yang dialaminya saat ini.
Ia menatap tubuhnya yang sedang terbaring. Memiringkan kepalanya. Menatap tubuhnya secara intens, dengan kening yang mengkerut.
'Apa aku didalam dunia mimpi?' Tanya ruh rie dalam benaknya.
Rie kemudian memandang lurus ke arah pintu.
'Ah sudahlah. Bukankah dalam dunia mimpi itu indah? Sebaiknya aku nikmati saja.' gumam sosok ruh rie dalam hatinya.
Sosok ruh rie tiba - tiba berpindah dari atas tempat tidur, kini berdiri di atas lantai kamarnya.
Dalam hitungan tidak sampai 15 detik, sosok ruh rie sudah berada di sebuah gedung. Bukan berada di dalam kamarnya lagi.
Gedung yang menjulang tinggi dengan hawa yang tidak terlalu bersahabat dengan ruhnya.
Sosok ruh rie nampak kelihatan bingung. Memicingkan kedua matanya.
'Eh, aku ada dimana ini? Sepertinya tidak asing dalam ingatanku.' Gumam rie lagi dalam hatinya.
Sosok ruh rie sudah berada didalam gedung yang di lihatnya tadi, saat sosok ruh itu berdiri di depan pintu utama gedung yang menjulang tinggi, yang tertangkap oleh netra ruh rie.
Suasana didalam gedung, hiruk pikuk orang - orang yang berlalu - lalang di dalam gedung membuat rie mengingat tempat ini. Belum lagi pemandangan orang - orang yang memakai seragam putih - putih. Atau orang - orang yang memakai baju bebas dan rapi tapi memakai kostum putih panjang. Layaknya seorang dokter. Dan bau desinfektan yang menyengat hingga kedalam pernafasan.
Tapi sosok ruh tidak bisa mencium bau - bau seperti itu. Biasa saja.
'Hospital? Ini di hospital tempat aku dulu bertugas. Ini kantor suami-ku.' Ucap rie didalam benaknya.
Sosok ruh rie menyunggingkan senyum senang. Terlihat ia seperti mendapat hadiah lotre. Kebahagian yang tiada tara. Padahal dalam kenyataannya ia tidak pernah menyentuh yang namanya bermain lotre.
'Apakah suami-ku masih di hospital ini?.' Tanya sosok ruh rie dalam benaknya lagi. Sambil menatap ke lorong koridor. Melihat para tenaga kesehatan yang melewati sosok ruh rie.
'Sebaiknya aku cek saja. Aku ingin ke ruangan suami-ku.' Kata sosok ruh rie dalam hatinya.
Tidak membutuhkan waktu lama bagi sosok ruh untuk sampai kemanapun yang ia tuju. Tidak sampai hitungan 15 detik, sosok ruh pun sudah ada di tempat yang ia tuju.
Didalam ruangan kantor milik dokter zoey, ruangan itu terlihat kosong. Tidak ada sosok suami-nya dokter zoey yang dilihat oleh netra sosok ruh rie.
Raut wajah ruh rie terlihat muram. Karena ia tidak menemukan sosok suami-nya di ruang itu. Tapi ia masih melihat laptop suami-nya terletak di atas meja kerja suami-nya. Dan tas suami-nya masih ada didalam ruangan itu. Menandakan suami-nya masih berada di dalam hospital. Belum pulang ke rumah.
'Apa suami-ku di ruang OK?.' Tanya sosok ruh rie menebak - nebak di dalam benaknya.
Kemudian, sosok ruh rie memutuskan untuk pergi ke ruang Ok.
Kini sosok ruh rie sudah tiba di dalam ruang Ok. Tertangkap oleh netranya, dokter zoey yang adalah suami-nya sedang melepaskan handskun yang melekat di kedua telapak tangannya. Menandakan ia baru saja menyelesaikan tindakan operasi pada pasien.
Kembali, sosok ruh rie menyunggingkan senyuman. Ungkapan rasa bahagia karena dapat melihat suami-nya. Telah menemukan keberadaan suami-nya yang tadi ia cari.
'Hm. Ternyata suami-ku sedang menangani pasien.' Celetuk sosok ruh rie dalam hatinya.
Seorang wanita, sama seperti suami-nya Seorang dokter wanita. Yang rie mengenalnya. Tapi tidak dekat dengan dokter wanita itu. Menghampiri dokter zoey.
Dengan reflek dokter wanita itu mengelap - elap kening dokter zoey dengan tissue.
Sosok ruh rie seketika terkejut melihatnya. Memicingkan kedua matanya karena melihat kejadian yang barusan saja terjadi. Didepan matanya. Yang tertangkap oleh netranya.
'Apa - apaan dia? Kenapa dia menyentuh kening suami-ku?. Bukankah mengelap kening seorang dokter biasanya dilakukan oleh perawat? Tapi untuk apa juga dilakukan itu? Kan suami-ku sudah membuka handskunnya.' Rutuk sosok ruh rie lagi dalam benaknya.
"Hm. Tapi bukankah ini mimpi? Biarkan saja. Aku kan tidak bisa mengatur mimpi. Tapi seperti menyebalkan mimpi ini.' Rutuk sosok ruh rie lagi dalam benaknya.
Sosok ruh rie kemudian memutuskan untuk pergi dari ruang Ok.
'Aku ingin berjalan - jalan saja. Sebaiknya begitu saja. Dari pada aku disini.' Ujarnya lagi dalam hati.
Kini sosok ruh rie sudah tidak didalam ruang Ok lagi. Sosok ruh rie sudah berada di lorong koridor. Ditempat beberapa ruang khusus VVIP perawatan untuk pasien.
Sepi. Tidak ada orang - orang yang berlalu - lalang disana.
Hanya beberapa tenaga kesehatan seperti perawakan seorang perawat yang 'stay' di lantai khusus ruang perawatan VVIP untuk pasien.
Dua sosok ruh lain yang tanpa rie sadari tengah berdiri di belakang ruh milik rie.
Satu ruh sosok seorang pria. Dan satu ruh sosok seorang gadis kecil, memakai gaun lolita dengan memegang boneka teddy bear miliknya.
Rie merasakan ada sosok yang tengah menatapnya.
Rie memutar tubuhnya. Menghadap pada kedua sosok ruh lain yang kini tegak berdiri tepat di hadapannya.
Rie menatap dengan jelas kedua sosok ruh itu. Tertangkap oleh rie, sosok ruh seorang pria, yang sangat mirip dengan suami-nya. Sangat mirip. Sangat indentik. Hingga rie terdiam kaku.
Sementara sosok ruh seorang pria yang mirip dokter zoey, suami dari rie, menatap tajam ke arah rie. Seperti ia juga terkejut melihat sosok ruh rie. Tapi, ia masih bisa menguasai dirinya. Tidak menunjukkan ekspresi terkejut di hadapan sosok ruh rie.
"Nona. Sedang apa kau disini?." Tanya sosok ruh yang mirip dengan suami sosok ruh rie.
*Ket :
• Ruang Ok ----} Ruang untuk melakukan tindakan Operasi / kamar operasi.
• Handskun (Handscoon) ----} Sarung tangan latex yang biasa dipakai oleh tenaga medis agar terhindar dari doplet pasien. Tujuan penggunaan handscoon adalah untuk melindungi tangan para tenaga medis dari kotoran, resiko kontaminasi, penyebaran kuman, bakteri atau virus dan penularan penyakit. Atau untuk mencegah terjadinya infeksi silang.