
Malam telah menjelang. Dengan cuaca yang sangat dingin di luar kamar mess yang ditempati oleh rie. Ditambah dinginnya dari suhu AC yang ada dikamar rie. Yang masih menyala dengan suhu 18°C. Dingin yang bercampur sampai menusuk kedalam rongga rongga tulang di tubuh rie.
Rie yang sudah tertidur beberapa waktu lalu mulai terlelap. Tertidur nyenyak. Dengan selimut bed cover miliknya yang menutupi tubuh rie hingga ke bagian leher.
Terdengar sesekali suara racau igauan dari mulut rie. Yang suasana dikamar mess yang rie tempati tadinya begitu damai dan tenang, kini menjadi sedikit ramai.
Seketika setelah rie terlelap, muncul sosok ruh dokter bara di dalam kamar mess yang rie tempati.
Sosok ruh dokter bara berdiri di depan pintu kamar rie. Pintu bagia dalam kamar mess milik rie. Hanya hitungan detik sosok ruh dokter bara kini berpindah ke samping tempat tidur rie.
Berdiri menghadap ke arah tubuh rie. Memberikan tatapan sendunya kepada rie. Tiada henti. Seperti menahan rasa kecewanya dan rasa sedih yang amat mendalam.
Sosok ruh dokter bara seperti menangis, tapi tidak ada air mata yang meluncur dari kedua kantung mata milik ruh dokter bara.
Ingin bersuara tapi sosok ruh dokter bara sampai tidak kuasa untuk mengeluarkan suara dari tenggorokan nya.
Lama sosok ruh dokter bara berdiri di sebelah tempat tidur rie, sambil menatap sosok tubuh milih rie. Wajah rie. Yang sedang tidur dengan nyaman.
Sosok ruh dokter bara kemudian menghilang. Pergi meninggalkan rie seorang diri do ruang kamar mess yang rie tempati.
Rie tetap masih tertidur dengan tenang. Rie kini sudah berada di alam mimpinya. Mimpi yang membuat rie merasa cemas dan sedikit takut.
Di dalam mimpi rie, rie melihat sosok dokter bara yang sedang memanggilnya. Berteriak, menangis. Tapi rie tidak ingin menghampiri dokter bara. Tidak menjawab dari teriakan panggilan oleh dokter bara di dalam mimpi yang sedang menyelimuti rie.
Rie juga melihat sosok dokter zoey didalam mimpinya. Seperti sedang menahan sakit akibat tusukan dari samurai oleh seseorang yang rie tidak bisa melihat sosok seseorang itu.
Dokter zoey terus meringis. Melambaikan salah satu tangannya ke arah rie. Dan satu tangannya lagi sedang memenggang luka dari tusukan samurai itu.
Rie terus berlari mengejar kearah dokter zoey. Tapi rie tidak bisa sampai ke hadapan dokter zoey. Seseorang yang telah menusuk dokter zoey, menangkap rie. Memegang tangan rie erat.
Rie berteriak kencang. Dan rie berusaha melepaskan genggaman tangan seseorang itu. Tapi rie tidak mampu dan tidak bisa melepaskan genggaman kuat dari seseorang yang menggenggam tangan rie.
Rie berteriak sambil menangis. Meraung tiada henti. Seseorang yang menggenggam tangan rie tetap saja acuh dan tidak memperdulikan teriakan dari rie.
"Zoeeeeeeyyyyyyy!" Rie terus saja memanggil dokter zoey.
Rie mengalihkan pandangannya ke sekitar didekat dokter zoey berada. Mencari sosok dokter bara yang dilihatnya tadi.
Akan tetapi, hasilnya nihil. Rie tidak menemukan sosok dokter bara. Hilang entah kemana.
Hanya ada sosok dokter zoey yang bersandar di pohon besar.
Terduduk, terkulai sambil menahan sakit luka tusukan dari samurai seseorang yang menggenggam tangan rie.
Pagi telah menjelang. Menyapa tubuh rie dengan cuaca mendung dan sendu. Serta udara yang kian dingin.
Hingga menyadarkan jiwa rie dari tidur lelapnya dan dari alam mimpi yang menghampiri rie. Dan terdengar suara ketukan keras dari luar pintu kamar mess yang rie tempati.
Samar samar rie mendengar suara ketukan yang memenuhi gendang telinga rie. Hingga rasanya ingin memecahkan kepala rie. Karena tersentak dan terkejut oleh suara yang ditimbulkan dari ketukan keras oleh seseorang yang berada di depan pintu kamar yang rie tempati.