
Dua Minggu Kemudian.
Rie kini sudah berada di rumah alan. Sudah sekitar satu minggu ia di rumah ayahnya. Ia meminta kepada suaminya untuk tinggal di rumah ayahnya selama pemulihan kesehatan tubuhnya. Karena ia merasa kesepian jika di rumah suaminya sendirian.
Dokter zoey menyetujui permintaan dari istri yang sangat ia cintai. Akhir - akhir ini dokter zoey memang sangat sibuk di hospital. Karena jadwalnya yang padat. Dan tidak bisa ia hindari.
Apa lagi hari pernikahan mika dan dokter moza sudah semakin di depan mata. Dimana keluarga rie sedang sibuk menyiapkan segala keperluan untuk pernikahan mika dan dokter moza nanti.
Ayah rie memang sangat menyayangi mika layaknya puteri kandungnya sendiri. Makanya ia mau langsung terlibat dalam pengurusan persiapan pernikahan mika. Karena pernikahan bagi alan hanya terjadi satu kali seumur hidup. Ia ingin ponakkannya bahagia kedepannya. Walaupun pernikahan mika terjadi karena sebuah kecelakaan antara mika dan calon suaminya. Tapi alan tidak pernah sampai detik ini memberitahukan kepada shane dan monita tentang perihal sebenarnya. Hanya menyampaikan bahwa ada seorang pria yang hendak menjadikan mika sebagai pendamping hidup. Dokter moza.
Saat ini rie berada di halaman belakang rumah ayahnya. Terlihat rie tengah duduk sendirian sambil menikmati secangkir teh susu dan sepotong brownies kukus yang di sajikan oleh asisten rumah tangga alan.
Rie menatap langit yang berwarna biru. Langit yang cerah, udara yang dingin, tidak membuat rie ingin beranjak dari tempat duduknya.
Lamunan seketika menghampiri rie. Masih teringat di benak rie, kejadian saat ia tengah meraga sukma kemarin.
Saat dia berinteraksi dengan sosok ruh dokter bara.
Rie membuka jati dirinya di depan ruh dokter bara. memberitahukan kepada ruh dokter bara kalau sebenarnya ia adalah anak indigo. Dan saat itu reaksi bara tampak terkejut.
Belum selesai ia menceritakan lebih detail, tiba - tiba saja ruhnya kembali tertarik kedalam tubuhnya. Membuat ia kembali ke dunia yang sebenarnya.
Ada rasa ia ingin kembali meraga sukma. Melepaskan ruh nya seperti biasanya. Ia ingin kembali bertemu dengan sosok ruh dokter bara. Karena masih banyak hal - hal yang hendak ia tanyakan kepada sosok ruh dokter bara.
Terlebih lagi tentang koma yang dialami oleh sosok ruh dokter bara. Masih menjadi pertanyaan besar buatnya.
Entah mengapa pernah saat itu ia bertanya tapi sosok ruh dokter bara seperti mengacuhkan dirinya. Tidak menjawab tentang rasa ingin tahunya.
Tanpa rie sadari, mika sudah berada di belakangnya. Menyentuh pundak rie dengan lembut.
"Rie, apa kau melamun?". Tanya mika.
Lamunan rie buyar seketika.
Mika menarik kursi di depan rie. Kemudian ia menjatuhkan bokongnya ke atas kursi.
"Rie, kau kenapa? Akhir - akhir ini aku melihatmu seperti tidak bersemangat." Tanya mika lagi.
Rie menatap mika. Kemudian ia tersenyum.
"Aku tidak apa - apa. Hanya saja aku selalu merasa cepat lelah." Jawab rie.
"Memangnya kau melakukan apa sampai kau merasa kelelahan? Aku tidak pernah melihatmu melakukan kegiatan yang bisa membuatmu cepat letih." Celetuk mika.
Rie diam saja. Ia tidak menanggapi perkataan mika. Belum siap ia menceritakan tentang kejadian yang terjadi di dalam hidupnya beberapa waktu belakangan ini kepada mika. Karena ia juga paham kalau mika sedang mengalami sedikit tekanan. Rie tidak mau menambah beban pikiran mika. Ia ingin mika menjadi lebih tenang terlebih dahulu. Menghadapi hari penting bagi mika yang hanya tinggal menghitung hari.
"Mika. Apa kau bahagia?". Tanya rie mengalihkan pembicaraan.
Mika menggelengkan kepalanya.
"Tidak." Jawab mika singkat.
"Maafkan aku. Aku tidak sengaja membuka luka hatimu." ucap rie.
Mika tersenyum.
"Tidak apa - apa rie. Kau tidak membuka luka hatiku. Biasa saja bagiku. Aku sudah bisa menerima kenyataan ini untuk hidupku. Aku rasa memang sudah takdirku begini. Aku menerimanya." Ujar mika.
"Percayalah. Suatu saat nanti kau pasti akan bahagia mika." Rie meyakinkan.
"Kau ini kenapa tiba - tiba tertawa terbahak - bahak seperti itu? Apa aku lucu?". Tanya rie.
Mika menghentikan tawanya.
"Ehem..." Mika berdehem.
"Kau sakit?". Tanya rie khawatir.
"Tidak rie, tenggorokkan ku terasa sedikit gatal." Jawab mika.
"Kalau begitu jawab pertanyaanku." Pinta mika.
"Pertanyaanmu yang mana?". Tanya mika pura - pura.
"Hey. Jangan bercanda denganku mika!". Peringatan rie kepada mika.
Mika kembali tergelak.
"Cukup mika." Kata rie tegas.
"Baiklah." Jawab mika.
Mika memperbaiki posisi duduknya.
"Aku tidak menertawakanmu rie. Tidak ada yang lucu. Kalimat mu itu membuatku teringat sesuatu." Ucap mika.
"Apa yang kau ingat?". Tanya rie penasaran.
"Seperti cerminan hidupmu ya. Kau merasa sudah pengalaman. Apa kau sudah mulai jatuh cinta pada suami-mu?". Ucap mika.
Seketika kedua pipi rie terlihat merona. Tertangkap oleh kedua mata mika.
Kembali mika tergelak karena melihat ekspresi dari wajah sahabat serta sepupunya ini.
"Iya mika. Kau benar. Aku seperti merasa cemburu ketika melihat suamiku bersama wanita lain. Rasanya aku sangat kesal melihatnya." Cerita rie kelepasan.
Mika menatap rie tajam. Rie menyadari perubahan sikap mika. Tampak rie mulai sedikit gugup.
"Apa maksudmu? Suami-mu selingkuh? Katakan kepadaku, biar nanti aku akan menghajarnya karena telah membuatmu menjadi sedih. Aku tidak suka." Ucap mika lagi.
"Tidak. Maksudku bukan begitu. Eeee... itu..." Kata rie kalap.
"Aku bilang ceritakan padaku sekarang!. Aku tidak mau tahu Lanny Riecha!". Protes mika.
"Baiklah. Aku pasti akan menceritakan kepadamu mika. Tapi tidak untuk saat ini." Jawab rie.
"Baiklah. Aku menghargai permintaanmu. Aku tunggu penjelasan darimu. Jangan lama - lama." Pinta mika.
Rie mengganggukkan kepalanya dengan cepat. Ia takut menyinggung mika. Karena ia tahu mika memiliki watak yang sedikit keras. Jika mika sudah menyayangi sesuatu pasti dia akan mati - matian untuk melindungi dan menjaga sesuatu yang ia sukai itu. Yang ia 'klaim' sudah menjadi miliknya. Mika tidak pernah menerima bantahan. Tidak suka menerima penolakan. Sikapnya memang sedikit egois. Tapi menurutnya itu lah yang terbaik. Mungkin mika seperti itu karena merasa tidak adanya kasih sayang dari orang tua kandungnya. Membentuk kepribadiannya menjadi sedikit otoriter.
Di samping rie terlihat sosok ruh dokter bara berdiri tegak. Melihat interaksi antara mika dan rie.
Entah mengapa sejak beberapa kali pertemuan ruh mereka, ruh dokter bara menjadi selalu mengikuti tubuh rie kemana saja. Seperti tidak ingin jauh - jauh dari sosok Lanny Riecha. Tidak ingin melewatkan kesempatan untuk bersama rie. Ingin selalu melindungi rie dari segala sesuatu. Karena ia tidak mau hal buruk kembali menghampiri rie. Seperti saat ia menemukan ruh rie di ruang kembarannya. Saat rie melihat kejadian dimana kembarannya sedang bersama wanita lain. Ada rasa dendam di hatinya. Ingin memberikan pelajaran kepada kembarannya. Karena ia tidak terima dengan kelakuan kembarannya jika akan menyakiti rie lagi.
Ekpresi wajah ruh dokter bara mulai terlihat menyeramkan. Masih menatap kepada kedua gadis yang sedang berinteraksi di hadapannya. Tanpa kedua gadis itu sadari, ada sosok lain di dekat mereka.
'Tunggu saja kalau aku sudah sadar dari koma-ku. Akan aku buat perhitungan denganmu zoey!'