Rie

Rie
Kenapa Sebuah Dinding Bisa Menjadi TV?



Seminggu telah berlalu sejak hari pernikahan mika dan dokter moza digelar. Kini mika pun telah dibawa oleh dokter moza untuk menetap di rumah miliknya.


Rie pun telah kembali ke perumahan mediterania milik suaminya. Tidak di rumah sang ayah lagi. Kendatipun demikian, rie masih sering menghubungi ayahnya. Agar ayahnya tidak terlalu merasa kesepian. Karena anak dan keponakkannya sudah memiliki pendamping hidup masing - masing, dan telah di bawa oleh para menantu alan. Lagi pula kondisi kesehatan rie pun sudah pulih. Sudah kembali sehat seperti sediakala.


Namun tetap saja rie merasa selalu sendirian. Karena suaminya masih sibuk berkutat di hospital. Memang akhir - akhir ini jumlah pasien sedikit lebih meningkat dari pada hari - hari biasanya. Sehingga membuat dokter zoey menjadi lebih sibuk dan harus selalu lembur serta menambah jadwal shiftnya. Jelas saja harus seperti itu. Pekerjaan ini berhubungan dengan nyawa seorang manusia yang harus cepat mendapat tindakan medis dari para ahlinya. Tidak bisa dianggap sepele. Tidak bisa dianggap main - main.


Untung saja dokter zoey memiliki istri yang dulunya juga berprofesi sebagai tenaga medis. Jadi istrinya bisa mengerti dan memahami tanggung jawab besar yang di pikul oleh dokter zoey. Sehingga istrinya tidak masalah jika selalu ditinggal oleh dirinya. Sampai detik ini rie tidak pernah marah kepada suaminya.


Hari ini rie terlihat masih berada di dalam kamarnya. Belum ada rie keluar dari dalam kamarnya untuk menyentuh ruang - ruang lain dengan kedua kakinya di dalam rumah milik suaminya. Padahal matahari tampak sudah tepat di atas kepala. Rasanya seperti sejengkal dari ubun - ubun kepala kita. Kondisi dimana matahari melintas tegak lurus. Alhasil seluruh bayangan akan hilang untuk sementara waktu. Ini adalah fenomena dimana posisi matahari itu berada tertinggi dan berada tegak lurus dari lintang pengamat. Yang biasanya fenomena ini terjadi saat tengah hari. Dan fenomena ini sangat jarang terjadi. Dalam setahun fenomena ini hanya akan terjadi dua kali dalam setahun. Artinya rie sudah sejak dari awal ia bangun dari tidurnya belum ada beranjak dari kamar miliknya.


Rie terlihat tengah berdiri di depan jendela kamarnya. Jendela kamar yang terlihat dalam kondisi masih tertutup rapat. Dan hanya tirainya saja yang terlihat telah tersibak. Sengaja rie melakukan hal itu. Karena cuaca diluar memang terasa sangat panas. Karena matahari yang berada seperti di atas ubun - ubun kepala kita. Yang dijuluki hari tanpa bayangan. Membuat rie masih membiarkan AC di dalam ruang kamarnya tetap masih menyala. Dengan suhu yang ia setel di angka 18°C. Ia tidak ingin menjadi gerah dan berpeluh nantinya. Karena itu akan membuat ia merasa risih. Takut feromon yang keluar dari badannya akan merusak bau segar di dalam kamarnya. Ia tidak ingin membuat suaminya nanti merasa tidak nyaman jika sedang berada di kamar mereka. Padahal dokter zoey tidak seperti yang rie pikirkan. Justru ia sangat suka dengan bau feromon istrinya. Membuatnya semakin sayang dan cinta pada istrinya. Apakah rie memiliki pikiran yang terlalu picik? Entahlah. Rie hanya ingin membuat suaminya merasa senang. Makanya dia berfikir seperti itu.


Mata rie tampak menatap pemandangan di luar rumahnya melalu kaca jendela kamarnya. Terlihat sungguh indah di mata rie. Hingga senyum tipis terlukis dari wajahnya.


Rie menghirup udara sedalam - dalamnya. Menarik nafas panjang, lalu menghembuskannya perlahan.


Rie memutarkan tubuhnya. Melangkahkan kedua kakinya menuju nakas di sebelah tempat tidurnya. Sebenarnya ia ingin mengambil gawai miliknya yang terletak di atas nakas. Tapi matanya tanpa sengaja melihat dinding yang berwarna putih di atas nakas itu. Samar - samar terlihat ada seperti gambar bergerak di dinding yang tertangkap oleh indera penglihatan rie. Tapi tidak terlalu jelas terlihat dalam kedua retina mata rie. Hingga rie menyalakan lampu tidur di ruang kamarnya. Yang terletak di atas nakas itu juga. Rie mendekatkan tubuhnya. Memicingkan kedua matanya. Menatap lekat - lekat dinding itu.


Benar saja, indera ke-enam milik rie tidak salah menangkap gambar bergerak di permukaan dinding kamar rie melalui netranya. Walaupun terlihat samar - samar tetapi rie masih bisa melihatnya.


'Ya ampun. Apa lagi ini?'. Gumam rie pelan.


Tentu saja rie seperti terkejut. Selama ia melihat yang tidak bisa manusia normal melihat apa yang di lihat oleh anak indigo sepertinya, baru kali ini ia melihat hal baru seperti ini. Bagaimana mungkin dinding kamarnya bisa menjadi seperti layar televisi LED? Bahkan gambarnya terlihat lebih bagus dari pada layar LED pada umumnya. Hal baru lagi yang ia kecapi.


Bagaimana mungkin dinding itu bisa menjadi layar televisi yang hasil gambarnya bisa melebihi jenis layar LED? Dan dinding itu sedang menyuguhkan film kartun dari dinding di dalam kamarnya. Yang tertangkap oleh kedua bola mata rie. Film kartun yang tidak pernah ia lihat di dunia nyata. Dan tidak mengeluarkan suara dari film kartun yang sedang disuguhkan untuk rie saat ini. Ini benar - benar tidak masuk di akal!


Rie memundurkan langkah kakinya ke belakang secara perlahan. Terasa kekalutan mulai menghampiri jiwa rie. Sehingga sedikit rasa ketakutan mulai lahir dari dalam dirinya. Otak rie secara reflek memaksa benaknya mengatakan kepada jiwa dan raga rie untuk segera berlalu dari kamarnya. Karena menurut pikiran rie, ini belum bisa ia terima. Takut kejadian yang tidak diinginkan akan terjadi kedepannya dan bisa membahayakan diri rie kelak.


Tubuh rie mulai terasa bergetar. Sekujur tubuhnya terasa seperti menggigil. Seperti tidak mampu tubuhnya saat ini menghadapi hal baru dari kejadian gaib yang barusan ia hadapi.


Rie memutar tubuhnya kebelakang. Bergegas pergi meninggalkan kamarnya. Sampai ia lupa mengambil gawai miliknya yang terletak di atas nakas.


Dengan cepat rie membuka pintu kamarnya. Hingga pintu kamarnya terbuka dan menampilkan sosok dokter zoey yang baru saja pulang dari hospital.


Tanpa sengaja tubuh rie menabrak tubuh suaminya. Hingga ia terjatuh ke lantai. Dan berteriak histeris.


"Aaaaaa!!!!!..." Teriak rie terdengar kencang.


Dokter zoey dengan sigap berjongkok dan menarik tubuh istrinya. Mendekap tubuh istrinya. Menenangkan istrinya.


"Hey... Hey... Hey... Tenanglah sayang. Ini aku sayang. Suamimu." Ucap dokter zoey.


Tiba- tiba rie terdiam. Melepaskan pelukkan suaminya. Memegang pipi suaminya dengan kedua telapak tangannya. Seketika rie tersadar. Wajah rie terlihat pucat.


"Sayang. Kau kenapa?". Tanya dokter zoey.