Rie

Rie
Masa Lalu Dokter Bara



11 Tahun silam...


Taman bunga tulip. Terlihat hamparan bunga tulip berwarna ungu. Indah di kedua mata penglihatan orang - orang yang memandangnya. Taman ini berlokasi di salah satu Universitas ternama. Tepatnya di depan Fakultas kedokteran terbaik di kota ini.


Seorang wanita cantik. Memiliki rambut panjang sepinggang, berwarna cokelat. Kulitnya yang putih, tubuhnya yang ramping. Dan matanya yang terlihat berwarna hitam dan belok. Ia memiliki tinggi sekitar 170 Cm. Persis seperti seorang model papan atas.


Ia berjalan menyusuri taman. Memakai celana jeans hipster, baju kemeja dan di balut dengan blazer yang memiliki panjang sampai di atas lututnya. Kakinya yang memakai sepatu lars berwarna cokelat yang memiliki panjang hampir selututnya.


Pandangan tiap orang yang ada di sekitar taman dan koridor fakultas kedokteran, jatuh menatap ke arah wanita itu.


Ia memang terlihat sangat mempesona. Cantik dan menggemaskan. Hingga mata orang - orang yang memandangnya enggan melepaskan tatapan takjub dari diri mereka sendiri.


Bara Mateo, berjalan ke arah wanita itu. Dengan langkah yang cepat. Kemudian menarik pinggang wanita itu. Mengecup bibir wanita itu dengan lembut. Seperti ia tidak rela jika wanita itu di nikmati oleh orang - orang lewat tatapan mata mereka.


Wanita itu memukul pelan dada bara mateo. Hingga senyum tipis tersungging tampak dari wajah bara mateo.


Bara melepaskan pelukannya dari wanita itu. Lalu memegang lembut dagu wanita itu.


"Hey nona. Kenapa kau tidak memberitahuku kalau kau akan datang ke kampusku hah?." Kata bara kepada wanita itu.


Wanita itu tersenyum simpul. Sambil menatap mesra lelaki yang ada di hadapannya. Yang baru saja memeluknya, mencumbunya. Seolah takut jika dirinya akan lari dari lelaki yang ada di depannya.


"Kejutaaaaan! Aku merindukanmu." Teriak wanita itu manja.


Wanita itu spontan langsung memeluk bara kembali. Kemudian melepaskan pelukkannya kembali.


"Leah monica. Kau ini benar - benar selalu saja membuatku berdebar - debar." Ucap bara seperti merayu wanita itu.


Yeah. Wanita itu bernama 'Leah Monica ramsley'. Wanita tercantik di mata semua orang.


Leah Monica Ramsley adalah seorang model ternama di kota Newyork. Wanita blasteran Indonesia - Irlandia.


Tapi sejak kecil ia memang tinggal di kota Newyork. Bersama kedua orang tua nya. Ayahnya yang seorang produser ternama di Negara itu, dan ibunya juga merupakan aktris terbaik di Newyork kala itu.


Wajar saja jika Leah menjadi model terbaik dan nomor satu di sana. Karena darah seni yang di wariskan oleh ayah dan ibunya kepada dirinya.


Leah adalah kekasih bara. Pertemuan mereka tidak disengaja kala bara sedang bertugas di salah satu hospital terbaik di Newyork. Sebagai dokter umum dan sedang mengenyam pendidikan Magister spesialisnya di Negara itu.


Ketika leah terluka saat melakukan pemotretan. Kakinya terkilir dan langsung di larikan ke hospital tempat bara sedang bertugas.


Bara yang menangani leah saat di hospital. Disitulah leah jatuh cinta pada pandangan pertama pada bara. Seorang dokter muda yang tengah menangani dirinya.


Awalnya bara tidak memperdulikan leah. Walau ia tahu kalau leah adalah seorang model ternama. Dan memiliki kecantikan yang tidak bisa di lukiskan dengan kata - kata. Tapi tidak menjadikan bara luluh.


Leah selalu saja menyempatkan diri untuk mengunjungi bara. Menghampiri bara di hospital itu. Untuk memikat bara mateo. Agar jatuh kepelukannya dan jadi kekasihnya.


Butuh waktu dua bulan leah terus memperjuangkan hati bara. Dan akhirnya bara jatuh hati kepada leah. Dan menjadikan leah kekasih hatinya.


Itu kejadian dua tahun silam. Sampai pada hari ini leah datang menghampiri bara ke fakultas kedokteran tempat bara sedang menimba ilmu untuk gelar spesialisnya.


Tapi, hubungan ini ditutupi dari publik. Atas permintaan ibu leah agar popularitas anaknya sebagai model tidak runtuh. Yang dituruti oleh leah. Karena ia tidak mampu untuk menentang dan membantah setiap keinginan dan ambisi sang ibu. Sementara ayah leah yang sangat menyayangi anaknya pun tidak kuasa untuk menentang kehendak istrinya.


Atas permintaan leah kepada bara, agar bara setuju dengan permintaan ibunya. Untuk menutupi hubungan mereka dari publik. Jika tidak, ibunya akan memisahkan paksa leah dan bara.


Karena cinta yang begitu besar, membuat bara menuruti semua permintaan leah.


Untung saja ketika leah menghampiri bara ke fakultas kedokteran saat ini, tidak ada paparazi yang menguntit dirinya.


Leah dan bara berjalan menuju koridor fakultas kedokteran. Berhenti tepat di samping loker milik bara. Kemudian mereka berhadapan. Saling menatap.


"Leah, kau dari mana? Hari ini kenapa kau tidak mengabariku soal jadwalmu sayang?." Tanya bara lembut. Bara mengelus pipi mulus leah.


Leah tersenyum kecil. "Kau merindukanku kekasihku?." Tanya leah manja.


Bara tersenyum dan mengangguk. Tanda ia mengiyakan perkataan dari leah kekasihnya.


"Tentu saja. Bagaimana aku tidak merindukanmu? Kau kan kekasih tersayang milikku. Dan membuat kepalaku selalu sakit karena selalu khawatir dan memikirkan dirimu leah-ku." Sambut bara pada leah.


"Aku tadi ada pemotretan sebentar. Karena jadwalku hari ini tidak begitu padat, jadi aku langsung saja memberikanmu kejutan. Dengan kedatanganku. Kau senang sayang?." Tanya leah manja kepada bara.


"Tentu saja sayang." Jawab bara sambil tersenyum bahagia. Kemudian bara mencubit hidung leah pelan.


"Hey jangan begitu. Sakit. Wajah ini aset seorang model sayang." Kata leah sambil memanyunkan mulutnya.


Bara terkikik geli.


"Aku tahu sayang. Kau berlebihan sekali." Balas bara semakin terkikik.


"Aku tidak berlebihan. Kau ini kekasihku. Tapi selalu saja menyebalkan." Rutuk leah kecut kepada bara.


Bara menghentikan tawa puasnya. Kemudian mendorong leah ke dinding disamping loker. Lalu mengecup kening leah. Kemudian menatap ke wajah leah.


" Maafkan aku sayang. Aku hanya bercanda." Pinta bara. Kemudian ia kembali mengecup pipi leah dan kembali menatap leah.


Leah mengangguk mengiyakan. Kemudian raut wajahnya yang cemberut kembali terlihat cantik. Dengan senyum menawannya yang diberikannya untuk kekasihnya bara.


"Iya sayang. Aku sangat mencintaimu." Ucap leah.


"Aku juga sangat mencintaimu leah." Jawab bara.


Kemudian bara menarik lembut dagu leah. Mengecup bibir leah dengan lembut. Lalu bara merangkul leah mesra.


"Aku sudah selesai hari ini. Kebetulan aku mau kembali ke apartemen ku. Apa kau mau ikut denganku sayang?." Ajak bara kepada leah.


"Tentu saja sayang. Aku mau ikut. Aku sangat merindukanmu. Karena seminggu ini kau terlalu sibuk dengan pasien - pasienmu dan studi-mu. Sampai kau mengabaikan aku." Sindir leah manja.


"Maaf sayang Ini untuk masa depan kita. Jangan marah kekasihku." Bara memujuk leah kekasihnya.


"Kalau begitu ayo kita ke apartemenku. Aku sudah sangat lelah." Ajak bara lagi.


"Hmmm..." Jawab leah sambil menganggukkan kepalanya.


Bara dan leah berjalan keluar dari koridor fakultas kedokteran tempat di mana bara sedang menimba ilmu untuk magisternya. Berjalan menuju parkiran mobil. Hingga sosok tubuh keduanya tak tampak lagi di area fakultas kedokteran itu.