Rie

Rie
Dini Hari Di Dalam Kamar



Malam pekat nan gelap, menghiasi langit tanpa awan. Tanpa bintang. Hanya ada bulan purnama yang menemani dan menyinari cakrawala.


Jam menunjukkan pukul 01.00 am dini hari. Dimana jendela kamar yang di tempati oleh rie masih tampak terbuka.


Rie yang telah tertidur lelap mulai merasakan dinginnya angin malam yang masuk melalui jendela kamarnya. Terasa menusuk hingga ke tulang - tulang sendi tubuhnya.


Rie merasa sesak hingga ia sedikit susah bernafas, merasa ada benda berat yang menindih bagian dadanya. Hingga rie perlahan mulai tersadar dari tidurnya.


Mengerjap - kerjapkan kedua matanya. Melihat ke bagian dadanya. Tampak tangan kekar yang sedang memeluknya erat. Rie menghela nafasnya. Matanya tertuju ke arah jendela kamarnya. Jendela yang sedang terbuka lebar.


Rie melihat ke arah samping kanannya. Terlihat sosok dokter zoey sedang tertidur sambil memeluk dirinya. Rie tersenyum malu. Terbayang olehnya kejadian beberapa jam lalu. Ketika papanya dan ayah mertuanya memaksa ia dan dokter zoey untuk tidur dalam satu ruang. Kamar yang sama. Rie yang merasa kikuk dan salah tingkah tidak bisa menolak paksaan dari papa dan ayah mertuanya. Tentu saja, dokter zoey adalah suaminya kini.


Rie memiringkan tubuhnya. Mulai menata lekat wajah dokter zoey. Rie merasa tidak percaya, jika seorang dokter zoey yang menjadi suaminya. Suami sah-nya.


Tentu saja, dokter zoey memiliki rupa yang rupawan. Wajahnya yang tampan. Hidungnya yang mancung seperti tokoh anime jepang. Bibitnya yang tipis. Dagunya yang bak lebah bergantung. Sangat sempurna di mata rie. Dan di mata semua orang tentunya.


Seorang pria yang sukses. Dan nomor satu yang dipuja - puja semua orang. Seorang dokter terbaik urutan pertama di kota ini. Di hospital terbaik pula.


Rie tersenyum manis. Tergambar dari ekspresi raut wajah rie, perasaan bahagia yang tiada tara. Yang tidak pernah rie bayangkan.


Tapi rie mulai menyadari seketika, bahwa ia hanya memiliki rasa kagum pada sosok dokter zoey. Suaminya. Belum ada rasa sayang dan cinta untuk dokter zoey. Sementara yang ia baru tahu, dokter zoey sudah menyukainya, menyayanginya sejak ia masih kecil. Dan kala itu dokter zoey adalah remaja.


Terlintas ingatan masa lalu rie di dalam kepalanya. Dalam benaknya. Wajah seorang pria yang sangat mirip dengan suaminya. Lelaki yang selalu berdiri di samping dokter zoey. Yang selalu berdua dengan dokter zoey kemana pun pergi.


'Kenapa sangat mirip? Apa suamiku kembar?.' Tanya rie dalam benaknya.


'Sepertinya dahulu aku terlalu acuh dan tidak perduli pada sekelilingku. Bagaimana aku sampai tidak mengingatnya? huft.' Keluhnya lagi dalam benaknya.


Rie tersenyum malu. 'Apa - apaan diriku ini? Tanpa aku sadari, benakku dan hatiku mengakui dokter zoey suamiku. Apa aku berlebihan? Sementara aku baru bertemu dengannya.' Rutuk rie.


Rie menyentuh pipi dokter zoey. Mengelusnya dengan lembut. Menatapnya semakin lekat.


"Maafkan aku. Aku telah membuatmu terluka. Seharusnya aku menyadari sejak awal. Saat kau menikahi ku satu setengah tahun lalu. Harusnya aku pulang. Bukan lari dari kenyataan yang menjadi takdirku." Ucap rie setengah berbisik. Dan berbicara sendiri.


Jam menunjukan pukul 01.35 am. Lantai marmer di dalam kamar rie mulai mengeluarkan cahaya. Seperti cahaya berwarna emas. Mulai menyilaukan netra milik rie.


Rie bangkit dari tempat tidur. Duduk di atas tempat tidurnya. Menatap ke arah lantai. Tertangkap oleh netra milik rie, bangunan rumah - rumah kecil di tiap kotak - kotak lantai marmer kamar rie.


Bangunan rumah yang terbuat dari kawat emas. Kira - kira setinggi 20 Cm. Dan terlihat seperti ada kehidupan, manusia yang seperti liliput. Tidak terlalu jelas memang. Agak samar - samar tertangkap oleh netra rie.


Rie mulai merasa penasaran. Hingga ia mengikuti naluri hatinya. Yang menuntun tubuhnya untuk turun dari tempat tidur.


Rie memijakkan kakinya ke lantai. Karena tiap kotak - kotak lantai marmer kamarnya terdapat bangunan rumah yang terbuat dari kawat yang berwarna emas, rie tidak sengaja memijak rumah milik makhluk - makhluk astral yang seperti liliput itu.


Rie terkejut. Hingga menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Membelalakkan matanya.


"Bisa di sentuh?." Tanya rie bingung. Karena yang ia tahu dan yang pernah ia alami bahwa sesuatu yang berhubungan dengan dunia lain, dunia makhluk - makhluk astral itu tidak dapat di sentuh.


Salah satu bangunan rumah yang terpijak oleh rie hancur seketika. Tapi dalam hitungan yang tidak sampai sepuluh detik, bangunan rumah itu langsung kembali seperti semula.


Terasa di kulit rie. Di kakinya, bangunan itu terasa halus. Lebih lembut dari kapas yang selalu ia pakai untuk membersihkan kulit wajahnya.


Tidak terlalu lama kejadian itu rie alami. Hanya sekitar 10 menit lalu seluruh bangunan rumah yang terbuat dari kawat halus berwarna emas hilang seketika. Lenyap. Tidak tampak lagi di kedua netra rie.


Rie tidak sengaja terpandang sosok wanita yang memakai kostum putih panjang. Dengan rambut panjang yang terjuntai sampai melebihi mata kaki, tengah melayang - layang di luar jendela kamarnya yang terbuka.


Wajahnya yang tidak terlalu jelas rie lihat. Tapi sosok wanita itu menatap ke arah rie. Dan terdengar suara tawa cekikikan yang melengking. Membuat rie bergidik. Sedikit takut dan cemas. Hingga rie berteriak kencang. Sampai dokter zoey suaminya terbangun seketika. Terkejut melihat rie. Lalu spontan bergegas bangkit dari kasur yang di tidurinya.


Memeluk rie dengan tiba - tiba. Membuat rie semakin terkejut dan berteriak semakin kencang. Karena rie tidak menyadari kehadiran suaminya. Yang disangka oleh rie ia sedang di lilit sesuatu oleh sosok wanita bekostum putih yang di lihatnya barusan.


"Aaaaaaaaaaaaaaa!!!." Teriak rie kencang.


Dokter zoey melepas pelukannya. Membalikkan tubuh rie kehadapannya. Memegang pundak rie.


"Hey. Kau kenapa istriku? Apa yang telah terjadi padamu?." Tanya dokter zoey kepada rie istrinya.