Rie

Rie
Masa Lalu 3



Lampu warna merah yang menyala tepat diatas pintu ruang Ok khusus persalinan terlihat telah padam. Pertanda proses kegiatan Operasi persalinan yang tengah di tangani oleh tim medis telah selesai.


Alan terus saja melihat ke arah pintu khusus ruang OK persalinan yang berada tepat di hadapan alan yang sedang berdiri. Tidak ada sedikit pun reaksi pergerakan dari tubuh alan.


Kecemasan dan kekhawatiran yang alan rasakan saat ini mulai sedikit memudar. Sedikit lebih tenang. Tapi masih jelas terasa sedikit kepanikan yang timbul di dalam diri alan.


25 menit telah berlalu. Tampak, pintu ruang Ok khusus persalinan telah terbuka lebar.


Yuki mateo, sang sahabat terbaik dari alan monte, melangkahkan kaki keluar dari dalam ruangan Ok persalinan.


Yuki menghentikan langkahnya tepat di hadapan alan.


"Hey, alan monte!" Panggil Yuki kepada alan.


Alan secara natural menatap ke arah sosok sahabat terbaiknya yuki.


"Kau kenapa tidak mencariku? Kenapa kau tidak mengabariku kalau kau akan menikah?" Tutur yuki dengan raut wajah kesal.


"Kau ini kenapa yuki? Kau saja lama menghilang. Aku sungguh sudah mencarimu kemana-mana." Jawab alan jelas.


Yuki terkekeh melihat ekspresi raut wajah dari alan sahabatnya.


"Hey, kau ini benar-benar ya. Aku sungguh terkejut dan takjub melihatmu." Ujar yuki sambil memasukkan kedua tangannya kedalam celana jeans yang sedang di kenakannya.


"Memangnya kenapa yuki?" Tanya alan pada yuki.


"Bagaimana kau bisa menikahi Anne? Anne Frank Lampard? Dia itu terkenal susah di taklukan. Dan satu satunya perawat terbaik di hospital ini dahulu, yang memiliki darah blasteran dari Rusia." Celoteh yuki pada alan.


"Tidak perlu aku jelaskan kepadamu. Apa kau juga menyukai Anne? Dengar baik-baik. Dia sudah menjadi istriku. Huft" Kata Yuki kesal.


Kembali, yuki terkekeh melihat reaksi dari sahabatnya alan.


"Selamat untukmu alan monte. Bayimu sangatlah sehat dan lucu. Bayimu berjenis kelamin perempuan." Ujar Yuki pada alan.


Tampak mata alan tengah berbinar. Yuki mengusap-usap punggung milik alan.


"Istri ku? Bagaimana dengan istri ku yuki? Apa dia baik-baik saja?" Tanya alan dengan ekspresi raut wajah yang terlihat penuh ke-khawatiran.


"Terimakasih yuki. Terimakasih kau telah melakukan yang terbaik saat menangani istriku" Ucap alan pada yuki.


"Hey, kau ini ada-ada saja. Memang sudah tugasku sebagai dokter untuk membantu dan menangani masyarakat yang menjadi pasienku." Jawab yuki dengan sedikit angkuh.


"Tapi tadi pertanyaan yang aku lontarkan kepadamu belum kau jawab yuki." Seru alan kepada sahabatnya.


"Soal aku menyukai anne atau tidak?" Yuki mengernyitkan dahinya.


Alan mengangguk pelan.


"Kau ini. Tentu saja tidak. Dahulu kami memiliki hubungan pertemanan yang sangat baik. Waktu itu aku meninggalkan hospital ini karena melanjutkan studi S2 ku sebagai dokter spesialis. Hingga aku dan anne kehilangan komunikasi di karena kan aku berada di Negara Eropa sana." Cerita yuki panjang lebar.


Alan tampak mengusap dadanya. Pertanda ia merasakan perasaan yang sangat lega mendengar penjelasan dari yuki.


Yuki tertawa terbahak-bahak melihat reaksi dari sahabatnya alan.


"Syukurlah." Kata alan singkat.


"Alan, team medis akan memindahkan istrimu ke ruang perawatan. Sebentar lagi anne akan dibawa ke ruang VVIP." Ucap Yuki.


"Apa? Ruang VVIP?" Tanya alan sedikit terkejut.


"Iya. Aku yang memerintahkan team medis untuk meletakkan anne istrimu ke ruang VVIP. Kau tenang saja sahabatku." Jawab yuki tenang.


"Bayiku?" Tanya alan lagi spontan.


Yuki mencubit kulit tangan kanan milik alan. Terlihat alan langsung meringis sambil mengusap-usap tangan kanan yang telah dicubit oleh yuki sahabatnya.


"Kau ini error apa dungu? Tentu saja keponakkanku di letak di ruang para bayi terlebih dahulu. Para bayi kan juga akan mengadakan rapat." Rutuk yuki sambil bercanda.


Alan hanya terdiam mendengar jawaban tegas dari sahabatnya yuki.


Alan kini merasa memiliki kehidupan yang sangat sempurna. Ia telah memiliki keluarga kecil yang utuh. Dengan kehadiran seorang anak yang sudah lama sangat ia nantikan.