
Mika menangkap gelagat tidak enak dari tatapan sinis pria berambut blonde kepada dirinya.
Perasaan mika mulai timbul ada rasa kecemasan dan ke-khawatiran. Takut kalau pria berambut blonde di hadapannya kini melakukan tindakkan yang bisa membuat diri mika menjadi berbahaya. Karena ia hanya sendiri di ruang ini. Berdua dengan orang yang asing baginya.
Tapi mika masih saja terus menatap ke arah wajah pria berambut blonde yang masih memberikannya senyuman yang sangat sinis.
Seperti ingatan mika mulai kembali. Ia merasa pernah melihat wajah pria berambut blonde ini. Begitu familiar. Tidak begitu asing. Tapi dimana ia pernah melihat pria berambut blonde ini?.
Fikiran mika semakin gusar. Semakin melayang kemana mana. Mulai timbul pertanyaan pertanyaan yang negatif didalam benaknya.
'Apa pria ini salah satu pasienku ya?.' Gumam mika kecil.
Lama mika dan pria berambut blonde saling memberikan tatapan. Saling membalas tatapan antara satu dengan yang lainnya. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun.
Hingga tanpa mereka sadari, seorang wanita yang tengah berseragam perawat dengan wajah manis dan rambut yang sedang di ikat seperti kucir kuda, masuk begitu saja.
Membuka pintu ruang perawatan VIP yang ditempati oleh mika. Lalu menutup pintu dengan kencang. Sontak ia berteriak ke arah mika berada.
"Mikaaaaaaaaaaaaaa!. Apa yang terjadi padamu sayang? Kau tidak apa apa kan?." Teriak wanita itu tanpa sadar ada pria berambut blonde diantara ia dan mika.
Pria berambut blonde dan mika langsung mengalihkan pandangan mereka secara bersamaan kepada wanita yang sedang meneriaki mika.
Wanita itu terdiam. Reflek mengangkat kedua telapak tangannya. Menutup kedua mulutnya yang tanpa ia sadari terbuka.
Terkejut melihat ada seseorang pria tampan berambut blonde yang sedang duduk di kursi tepat di samping tempat tidur mika. Dimana mika yang sedang terbaring lemah di atas tempat tidur itu.
"Nada? Kenapa kau ada disini?" Tanya mika spontan.
Ternyata wanita itu adalah nada. Salah satu perawat di hospital ini juga. Salah satu sahabat mika dan rie.
"Oh nama-mu ternyata mika." Ucap pria berambut blonde.
Mika mulai mengalihkan pandangannya dari melihat nada sahabatnya, kini beralih menatap pria berambut blonde.
"Baiklah. Karena seseorang telah datang untuk melihatmu, aku akan pergi. Sudah seharian aku yang menjagamu nona tawon." Ejek pria berambut blonde kepada mika.
"Apa nona tawon?." Kata mika sedikit ketus.
" Oh iya, sebaiknya kau tidak usah terlalu khawatir kepada temanmu yang hilang itu. Bidan rie. Dia pasti baik baik saja dalam kungkungan dokter zoey. Aku pamit dulu. Jangan lupa, aku akan menagih hutang budi-mu padaku suatu saat. Nona tawon." Celoteh pria berambut blonde.
Pria berambut blonde itu, mulai berdiri. Memasukkan kedua telapak tangannya ke kantong celananya. Berjalan perlahan menuju pintu VIP ruang rawat tempat ia meletakkan mika. Dengan muka datarnya. Berjalan melalui nada. Tanpa memperdulikannya.
"Dokter Moza. Terimakasih sudah membantu perawat mika. Temanku. Terimakasih banyak." Ucap nada spontan kepada pria berambut blonde.
Pria berambut blonde, menghentikan langkahnya sejenak. Melihat ke arah nada.
"Wow. Ternyata kau mengenalku ya. Baiklah. Jaga temanmu." Jawab pria berambut blonde.
Pria berambut blonde, membuka pintu ruang rawat VIP tempat mika dirawat.
Ia melangkah dengan elegan. Dan hilang dari pandangan mika dan nada. Hingga pintu ruang itu tertutup.
Tampak binar binar bahagia dari tatapan muka nada kepada pria berambut blonde tadi. Saat mereka masih ada di dalam satu ruang di tempat mika berada.
Mika menatap ke arah nada. Dengan ekspresi sedikit kesal karena nada yang menunjukkan sikap aneh menurut mika.