
Hospital ternama di kota ini, terlihat berdiri kokoh. Elit. Pelayanan yang baik dan bagus. Dan banyak di sukai oleh semua lapisan masyarakat di kota ini.
Tampak sosok ruh seorang gadis kecil tengah berdiri di belakang rie. Sementara di sampingnya berdiri sosok ruh dokter bara. Menatap ke arah rie tajam. Sosok ruh gadis kecil itu menatap rie dengan tatapan datar.
Masih menjadi pertanyaan bagi ruh gadis kecil itu. Kenapa sosok ruh dokter bara yang di panggilnya dengan sebutan 'papa' terus memandangi rie.
Rie yang tengah bercengkrama dengan suami-nya kemudian berlalu. Melangkahkan kaki-nya dengan senyuman manis. Tampak girang ekspresi raut wajah rie yang di tangkap oleh netra sosok ruh dokter bara.
Raut wajah dokter bara yang muram sampai menciptakan suasana dengan hawa yang menyeramkan.
Rie berjalan menuju lift khusus untuk naik ke lantai paling atas. Menekan tombol untuk membuka lift. Dan lift pun terbuka. Rie segera memasuki ruang lift. Menempelkan kartu akses milik suami-nya. Yang baru saja diberikan oleh dokter zoey padanya. Pintu lift pun tertutup secara otomatis.
Tidak sampai dalam hitungan 15 detik, sosok ruh dokter bara sudah berada di dalam lift itu. Di ikuti oleh sosok ruh gadis kecil yang memakai gaun lolita dan memegang boneka teddy bear kesayangannya.
Sosok ruh dokter bara tidak terlalu memperdulikan dan memperhatikan sosok ruh gadis kecil yang di temuinya secara tidak sengaja, sewaktu di ruang khusus perawatan VVIP tempat dimana tubuh sosok ruh dokter bara sedang berada.
Rie yang terlihat sedang tersenyum bahagia dan merasa girang tiba - tiba terdiam. Merasakan aura aneh dan hawa yang sangat tidak enak di dalam lift itu.
Rie merasa bulu kuduknya tiba - tiba berdiri. Merasa ada sosok makhluk astral yang ada di belakang tubuhnya. Sedikit bergidik. Rie memutar tubuhnya dengan cepat. Melihat ke arah belakang. Tapi nihil. Rie tidak dapat menangkap sosok makhluk astral dibelakangnya. Rie belum terlalu ambil pusing. Kemudian kembali ia menghadap ke arah pintu lift.
Padahal, tepat di belakang tubuh rie yang sedang berdiri ada sosok ruh dokter bara yang di temani sosok ruh gadis kecil. Bukan makhluk astral seperti yang biasa rie lihat. Tapi ini merupakan sosok ruh. Dimana ruh adalah sosok yang suci.
Sosok ruh dokter bara, masih mengeluarkan tatapan tajam kepada rie. Seperti menahan rasa amarah dan rasa tidak suka dengan kejadian yang tadi dilihatnya. Saat kembarannya dokter zoey yang memperlakukan rie dengan lembut dan perhatian.
Seperti mengalir aliran listrik dari netra sosok ruh dokter bara kepada kembarannya dan rie.
Pintu lift terbuka, rie melangkahkan kaki-nya keluar dari dalam lift. Pintu lift pun tertutup kembali. Saat rie hendak melangkah ke arah ruang kantor pribadi khusus dokter zoey, ia di hadang oleh sosok seorang pria.
Tidak berselang lama pria tersebut mengantarkan rie sampai ke depan pintu ruangan kantor khusus dokter zoey. Lalu berlalu meninggalkan rie sendiri.
Rie menempelkan kartu akses yang di berikan oleh suami-nya tadi. Pintu ruangan dokter zoey pun terbuka secara otomatis. Rie melangkahkan kaki-nya kedalam ruangan suami-nya. Menatap takjub pada pemandangan yang ia lihat. Melihat seluruh ruangan milik suami-nya. Lalu meletakkan bekal makanan buatan dirinya untuk suami-nya di atas meja tamu.
Rie melangkahkan kakinya menuju meja kerja khusus suaminya. Kemudian berdiri di belakang kursi kerja suami-nya. Berdiri di samping tembok yang terbuat dari kaca tebal. Melihat pemandangan di luar.
Berdiri diantara meja tamu dan meja kerja milik kembarannya. Pandangannya sedang tertuju pada rie, yang sedang menikmati pemandangan di luar dari balik dinding kaca ruang kembarannya.
Melihat rie sedang tersenyum riang. Tersenyum bahagia. Tersenyum gembira.
Ada sedikit rasa sakit di dalam hati sosok ruh dokter bara, kala melihat wanita di depannya.
Rie kemudian membalikkan tubuhnya. Menarik kursi kerja suami-nya. Lalu duduk diatas kursi itu. Tampak rie terlihat nyaman di netra sosok ruh dokter bara.
Tanpa sosok ruh dokter bara sadari, sosok ruh gadis kecil yang memakai gaun lolita, dengan memegang boneka teddy bear, tengah berlari - lari di ruang kembarannya. Tertawa gembira. Tertawa bahagia. Berlari berputar - putar mengelilingi seluruh ruang dokter zoey.
Sampai sosok ruh dokter bara tersadar. Bahwa ada sosok ruh gadis kecil itu di ruangan yang sama tempat ia berada.
Netra sosok ruh dokter bara menatap ke arah gadis kecil itu tajam. Ada rasa kesal ketika melihat sosok ruh gadis kecil itu. Entah mengapa sejak tadi selalu mengikutinya. Dan terus memanggilnya dengan sebutan 'papa'. Yang membuat sosok ruh dokter bara menjadi agak risih.
"Hey! Kau jangan seperti itu di ruangan ini. Jangan berlari - lari anak kecil." Tegur sosok ruh dokter bara kesal.
Gadis kecil itu menghentikan langkahnya. Kemudian menghampiri sosok ruh dokter bara. Sekitar jarak tiga meter dari sosok ruh dokter bara ia berdiri. Kemudian ia menghadap ke arah meja kerja dokter zoey. Menatap diri rie yang sedang tersenyum sambil melihat berkas - berkas yang tersusun rapi di atas meja kerja dokter zoey. Kemudian melihat ke arah lemari dimana di letak blanko - blanko yang tersusun rapi.
Sosok ruh gadis kecil itu mengikuti arah pandangan rie pada lemari. Kemudian ia memiringkan sedikit posisi kepalanya. Tersenyum sinis ke arah rie. Padahal rie tidak bisa melihat sosok ruh gadis kecil itu.
Terlukis dari tatapan gadis kecil itu rasa cemburu kepada rie. Rasa tidak suka. Karena ia menangkap sosok ruh dokter bara yang selalu melihat ke arah rie. Seperti memiliki rasa suka dan rasa cinta yang besar kepada rie. Tentu saja sosok ruh gadis kecil itu menjadi cemburu dan tidak suka, karena rie bukanlah ibu kandung-nya. Dan yang ia tahu, sosok ruh dokter bara yang di hampirinya tadi adalah ayahnya.
Tiba - tiba sosok ruh gadis kecil itu mengangkat berkas - berkas yang ada di atas meja kerja dokter zoey ke udara dengan telunjuknya yang hanya menunjuk ke arah berkas - berkas itu. Sehingga berkas - berkas itu melayang - layang dengan indah di udara. Indah di mata sosok ruh gadis kecil itu.
Kemudian ia juga melayang - layangkan blanko - blanko yang tadinya tersusun rapi di lemari. Maksudnya ingin memberikan pelajaran kepada rie. Tapi yang ia tangkap dari netranya. Rie biasa saja. Hanya menatap ke arah benda - benda yang di buatnya melayang - layang.
Hingga ia di kejutkan oleh pintu yang terbuka otomatis. Menunjukkan sosok dokter zoey yang parasnya, bentuk tubuhnya, yang sangat mirip dengan sosok ruh dokter bara. Membuat sosok ruh gadis kecil itu menjadi bingung. Menatap ke arah dokter zoey, lalu menjatuhkan benda - benda yang tadi telah di buatnya melayang - layang.
"Papa?"