
"Hey Madam. Wake up!." Teriak seseorang.
Samar - samar terdengar teriakkan seseorang di pendengaran rie. Perlahan rie membuka kedua kelopak matanya. Cahaya yang terlalu menyilaukan kedua mata rie seakan membuat pandangannya jadi kabur. Tak lama penglihatan rie mulai terlihat jelas.
Disekeliling tubuhnya terdapat banyak orang yang sedang mengelilingi tubuhnya. Sepertinya ia telah pingsan di tengah jalan.
'Aku dimana ini?.' Tanya rie dalam benaknya.
Kemudian rie mulai bangkit dari lantai trotoar. Lalu ia berdiri dengan cepat. Membungkukkan tubuhnya kepada orang - orang di sekitarnya.
"Pardon me. I'm Ok." Ucap rie.
Otak rie berfikir dengan keras. Ia melihat orang - orang berkebangsaan Amerika yang sedang mengelilinginya.
Orang - orang yang mengelilingi kemudian berlalu meninggalkan rie sendiri.
Rie menepuk - nepuk baju dan rok yang di pakainya. Membersihkan dari debu lantai trotoar yang menempel di pakaian rie.
Rie melihat ke sekelilingnya. Tampak oleh matanya, tempat yang berbeda. Desain dan arsitektur kota yang sangat berbeda. Tidak seperti di Negara dia tinggal. Dan bukan seperti zaman di tahunnya.
Tertangkap oleh mata rie, bangunan - bangunan yang menjulang tinggi. Dan toko - toko yang bergaya seperti di Negara luar Negeri.
Rie memicingkan matanya. Melihat sebuah tulisan yang terbaca otaknya lewat pandangan matanya.
"Manhattan? New York?!". Seru rie kaget.
Rie menutup kedua mulutnya dengan tangannya.
"Aku sedang di Benua Amerika? Apakah ini benar?." Tanya rie kepada dirinya sendiri.
Rie tidak percaya kalau dirinya sedang berada di Manhattan. Padahal seingat rie tadi ia sedang bersama suaminya di kamar. Mendengar penjelasan suaminya.
"Mungkin aku sedang bermimpi". Ucap rie kepada dirinya sendiri.
Kembali di dalam otak rie berfikir keras. Otaknya berperang melawan gugatan dari dalam batinnya.
Mimpi? Kalau ini mimpi tidak mungkin rie bisa mengingat tentang kejadian tadi. Saat ia bersama suaminya. Saat suaminya sedang memberikan penjelasan tentang kesalahpahaman yang terjadi antara rie dan dokter zoey. Antara ia dan suaminya.
"Apa aku kembali meraga sukma?" Tanya rie bingung.
Masih menjadi pertanyaan besar di dalam benaknya. Kalau memang ia meraga sukma kembali kenapa ini seperti tidak di zaman rie tinggal? Ini seperti tahun 90-an. Dunia nyata tapi di tahun yang lama. Seperti kembali ke beberapa belas tahun silam.
Seorang anak kecil tampak tengah berlari. Anak kecil dengan memakai gaun kembang dan rambut ikal yang tergerai. Gadis kecil itu tidak sengaja menabrak rie. Sampai ia terjatuh ke lantai trotoar.
Dua orang lelaki, tampak sedang mengejar gadis kecil itu. Perawakannya seperti lelaki yang masih berusia remaja. Berhenti tepat di belakang tubuh rie. Kemudian salah satunya mendekati tubuh gadis kecil itu, lalu membantu gadis kecil itu untuk berdiri.
"Lanny Riecha. Tidak bisakah kau menjadi gadis yang baik? Seharusnya kau tidak boleh berlari kencang. Lihat tubuhmu. Kau jadi jatuhkan?!." Ucap anak remaja lelaki itu.
"Maafkan aku kak bara. Aku terlalu senang datang ke Kota Manhattan tempat kakak tinggal. Aku bisa bermain - main dengan kakak." Ucap gadis kecil itu.
"Lain kali jangan di ulangi. Ayo kita pulang. Papamu dan ayahku pasti khawatir menunggu kita". Kata remaja yang bernama bara
Terlintas dalam benaknya tentang kejadian yang baru saja di lihatnya. Sama persis dengan kejadian sewaktu ia kecil. Saat ia dan ayahnya masih tinggal di New York. Tepatnya di Brooklyn. Dan memang seingat rie, paman yuki juga tinggal di New York. Tepatnya di Manhattan.
Tapi kenapa ia tidak bisa mengingat dengan lelaki yang bernama bara? Seperti tidak asing dalam ingatannya.
"Zoey! Kenapa kau diam saja? Seharusnya kau juga turut membantu riecha." Tegur lelaki yang bernama bara.
'Zoey?'. Itukan nama suamiku.' Gumam rie pelan.
"Salah riecha sendiri. Kenapa dia harus berlari seperti tadi. Akhirnya jadi terjatuh bukan?." Ucap remaja yang bernama zoey ketus.
Terdengar dari intonasi nada suaranya. Remaja lelaki yang bernama zoey ini memiliki watak yang dingin dan angkuh.
"Kau tidak boleh seperti itu zoey. Riecha masih anak - anak. Wajar saja kan kalau ia melakukan tindakkan seperti tadi?." Ujar remaja lelaki yang bernama bara.
Kaki rie terasa membeku. Masih tidak percaya dengan yang ia alami saat ini. Benar, ini memang bukan mimpi. Tapi dunia nyata. Artinya rie kembali meraga sukma. Tapi ia tengah kembali ke masa lalunya. Seperti kejadian kilas balik. Dimana ia selalu menonton film jepang yang seperti ini alur ceritanya. Selama ini ia fikir tentang kilas balik hanya terjadi di dalam dunia per-film-an. Dunia hiburan atau entertainment yang di jadikan tontonan untuk khalayak ramai. Yang di kemas dalam bentuk film layar lebar atau drama. Namun, rie mengalami dalam dunia nyata.
"Bibi, bisa menyingkir dari hadapanku?" Kata remaja lelaki yang bernama zoey. Yang kini ia masih berada tepat di belakang tubuh rie.
'Bibi? Apa dia memanggilku? Dia bisa melihatku? Bukankah aku sedang dalam bentuk ruh?.' Gumam rie pelan.
"Hey zoey, kau jangan ketus seperti itu. Tidak sopan. Bibi ini lebih tua dari kita. Dan juga riecha kita yang salah karena telah menabrak bibi ini." Jelas remaja lelaki yang bernama bara kepada remaja lelaki yang bernama zoey.
'Apa? Mereka bisa melihatku? Kilas balik apa ini sebenarnya?'. Gumam rie lagi.
"Bibi maafkan kembaranku. Dia memang memiliki sikap yang dingin seperti itu. Tolong maafkan kembaranku bibi." Pinta remaja yang bernama bara kepada ruh rie.
'Kembar?'. Tanya rie dalam benaknya.
"Baiklah. Tidak apa - apa". Jawab rie kaku.
Remaja lelaki yang bernama zoey kemudian berjalan melewati ruh rie. Dengan cepat ia mengangkat tubuh gadis kecil itu. Menggendongnya. Sekilas ia melihat ruh rie. Lalu ia tersenyum sinis. Kemudian ia berjalan melewati ruh rie.
"Kami pamit bibi". Ucap remaja lelaki yang bernama bara. Lalu ia melewati ruh rie.
"Zoey! Tunggu aku." Teriak remaja lelaki yang bernama bara.
"Cepatlah! Kau lambat sekali." Ujar remaja lelaki bernama zoey.
Kedua remaja lelaki dan gadis kecil itu berjalan meninggalkan ruh rie, kemudian menghilang dari pandangan mata rie.
Ternyata ini benar. Rie kembali meraga sukma. Tapi kali ini ia tidak pergi ke tempat - tempat di masa ia tinggal. Melainkan ruh rie pergi kembali ke masa lalu nya. Ini pertama kalinya terjadi bagi rie. Tentu saja masih terasa aneh dalam dirinya.
Di sebuah ruang rawat VVIP tepatnya di hospital tempat dokter zoey bekerja, terlihat sosok tubuh rie tengah terbaring di atas tempat tidur. Dengan selang infus yang menempel di punggung tangannya. Dan selang oksigen dengan tutupnya tengah melekat di wajah rie.
Sementara di samping tubuh rie terlihat dokter zoey yang tengah duduk di samping tubuh istrinya dengan tatapan sendu. Berharap istrinya cepat sadar dari tidurnya yang telah memakan waktu selama tiga hari.
Seketika mata rie terbuka lebar. Membuat dokter zoey menjadi terkejut.
"Sayang, akhirnya kau sadar." Ucap dokter zoey.