
Hiruk pikuk telah mewarnai Hospital tempat rie bekerja. Suasana pagi hari menjelang ke siang hari. Rie berjalan menuju Ruang partus. Memasuki ruang itu dan menuju ke ruang meja kerjanya. Terletak Lemari khusus untuk menyimpan Tas, dan alat alat pegawai khusus ruang kebidanan.
Rie meletakkan tas nya. Menutup pintu lemari itu. Kemudian menukar sepatu pansus putihnya dengan sandal Crocs steril khusus untuk bekerja di hospital itu. Rie melirik jam tangannya, mengangkat tangan mungilnya.
'Masih Satu setengah jam lagi baru masuk shift siang' gumam rie pada dirinya sendiri. Ia menurunkan tangannya perlahan. Menarik nafas dalam dalam dan menghembuskannya perlahan. 'Baiklah, aku akan berkunjung sebentar ke ruang khusus dokter bara yang sedang koma' gumam rie lagi pada dirinya sendiri.
Rie berjalan keluar dari ruang Partus. Menyusuri lorong-lorong hospital menuju ruang perawatan VVIP khusus yang sedang di tempati oleh dokter bara yang sedang koma. Sampai di depan tempat penjagaan perawat, rie berhenti. Terlihat seorang perawat cantik sedang melihat dan memperhatikan rie dengan tatapan heran. sedikit terkejut ia melihat rie, terpancar dari ekspresi mimik muka perawat tersebut saat menatap rie intens.
"Hey, Kau Bu bidan rie bukan?" Tanya perawat itu kepada rie dengan sedikit terpaku. Rie mengangguk membenarkan pernyataan perawat cantik itu.
"Ada tujuan apa kau berkunjung kemari Bu bidan? Oh iya, aku mia." Ujar perawat wanita itu langsung memperkenalkan dirinya pada rie.
"Oh Hello mia. Salam kenal. Aku ingin menjenguk pasien yang sedang koma" Jelas rie kepada mia, tentang kehadirannya di tempat itu.
Mia memicingkan matanya. Lalu menatap rie dengan biasa. "Disini hanya dokter bara pasien yang sedang koma Bu bidan. Apa maksudmu ingin mengunjungi beliau?" Tanya Mia kepada rie.
Rie sedikit ragu untuk menjawabnya. Takut akan para perawat di sana yang melihatnya berasumsi negatif kepadanya. Tapi dengan cepat rie menepis pemikirannya itu. Rie tersenyum tipis kepada mia.
"Baiklah bu bidan. Akan aku jelaskan sedikit kepada kau bu bidan rie." Mia berkata jelas. Rie mengangguk.
"Sebenarnya aku tidak memiliki hak untuk memberikan kau izin untuk menjenguk dokter bara. Tapi karena kau juga salah satu pegawai tenaga kesehatan di hospital tempat kita bekerja saat ini, aku rasa tidak ada salahnya mengizinkan kau rie. Tapi tidak bisa lama lama kau menjenguknya. Bagaimana, apa kau setuju?" Tanya mia pada rie.
"Iya mia. Aku setuju. Terimakasih kau sudah mengizinkan aku untuk menjenguk beliau." Mia mengangguk dan tersenyum pada rie.
"Dokter bara sudah melalui masa kritis. Hanya tinggal menunggu beliau sadar dari koma nya rie" Mia menjelaskan secara detail kepada rie. Rie mendengarkan penjelasan mia dengan serius.
Mia menunjuk ruangan berpintu cokelat di sudut lorong dengan telunjuk tangan kanannya. Rie melihat ke lorong yang di tunjuk oleh Mia kepadanya.
"Itu ruang dokter bara. Kau bisa masuk kesana. Tapi sebelum masuk jangan lupa pakai pakaian steril khusus dan perlengkapannya sebelum kau masuk kesana. Dan cuci tanganmu ya. Dan jangan lupa sekalian kau pakai Handskun. Ruang itu harus benar benar steril agar tidak ada kuman, virus dan bakteri yang masuk ke ruang dokter bara. Biar beliau juga aman." Jelas mia panjang lebar.
Rie mengangguk perlahan. Lalu mia mengambilkan satu set pakaian steril dan memberikannya kepada rie. "Ini" Kau bisa ganti di ruang perawat di belakangku Bu bidan" Jelas mia lagi kepada rie.