Rie

Rie
Kembalinya Shakira



Kondisi shakira mengalami peningkatan. Membuat mata dokter moza mengalihkan pandangannya pada tubuh gadis kecil itu.


Sejenak ia melupakan sebuah hal yang baru terlontar dari mulut leah monica ramsley. Ibu dari gadis kecil yang tubuhnya tengah terbaring.


Jiwa sosial dokter moza mulai terpanggil kala melihat perubahan dari kondisi shakira. Padahal dokter moza bukanlah dokter spesialis anak. Tapi dengan cepat ia mulai 'menghandle' tubuh shakira.


Dengan cekatan ia memanggil dua orang tim medis lain. Agar membantunya dalam menangani kondisi shakira.


"Kau tunggu di sini monica. Aku akan masuk ke dalam." Lontar dokter moza.


Dokter moza berlalu meninggalkan leah. Ia memasuki ruang perawatan khusus untuk shakira. Sang malaikat kecil bagi leah. Buah hati leah.


Tidak membutuhkan waktu lama, dokter moza dengan tim medis lain telah selesai menangani shakira. Hingga kondisi shakira mulai stabil.


Dokter moza menatap wajah shakira lekat. Tertangkap oleh indera penglihatannya tidak asing dengan bentuk wajah shakira. Wajah yang sangat mirip dengan seseorang yang di kenalnya.


Kesehatan Shakira mulai mengalami peningkatan yang baik. Kesadaran gadis kecil yang cantik nan imut itu mulai kembali ke dunia nyata. Tampak jemarinya mulai bergerak. Perlahan kedua kelopak matanya mulai terbuka. Samar-samar gadis itu melihat cahaya lampu yang sekilas menyilaukan matanya.


Dokter moza secara reflek tersenyum tipis. Sebuah keajaiban telah terjadi. Dimana gadis kecil yang terbaring di atas tempat tidur ini sudah sadar dari tidur panjangnya.


Shakira mulai meringis pelan. Indera penglihatannya sudah mulai menangkap suasana di dalam ruang perawatan tempat dirinya berada. Sudah terlihat sangat jelas di dalam retina matanya.


Kepalanya mulai merasakan sedikit pusing. Dunia terasa seperti berputar begitu cepat. Hingga membuat gadis kecil itu sampai mual dan seperti ingin mengeluarkan semua isi cairan yang ada di dalam lambungnya.


"Hey gadis kecil. Tenanglah sayang. Kau baik-baik saja nak. Jangan khawatir." Ucap dokter moza dengan senyum manis yang terukir di raut wajahnya.


Shakira melihat ke arah dokter moza. Tatapannya menggambarkan ketakutan dan kecemasan yang terpancar dari tatapan matanya. Seperti kebingungan melihat keadaan di sekelilingnya saat ini.


"Mommy." Panggil shakira.


Dokter moza mengelus kepala shakira dengan lembut.


"Tenang ya gadis kecil. Paman akan memanggil mommy ke sini." Ujar dokter moza.


Shakira tidak menunjukkan reaksi apa pun. Terlihat ia hanya diam saja. Tidak memperdulikan setiap kalimat yang di ucapkan oleh dokter moza kepada dirinya.


Tapi dokter moza tidak masalah dengan hal itu. Ia sangat faham kenapa shakira memiliki sikap seperti itu. Karena tiap manusia memiliki watak yang berbeda-beda. Kebanyakan anak-anak memang akan bereaksi seperti shakira jika berhadapan dengan seseorang yang tidak di kenal oleh anak tersebut. Itu hal yang wajar.


Apa lagi shakira baru saja sadar dari komanya. Wajar saja gadis kecil yang cantik nan imut ini menunjukkan sikap seperti itu.


Dokter moza memerintahkan salah satu tim medis yang sedang bersamanya untuk menghampiri leah.


"Kau panggilkan ibu gadis kecil ini. Berikan ia baju khusus yang steril sebelum memasuki ruangan ini." Titah dokter moza.


Kini leah sudah berada di dalam ruang perawatan khusus tempat di mana puterinya berada. Berdiri tepat di samping tubuh puterinya. Dimana dokter moza juga tengah berdiri di samping tubuh leah.


"Halo puteri mommy. Sayang." Ucap leah dengan sedikit terisak.


Suaranya terdengar sedikit parau. Mungkin karena tadi ia banyak meneteskan butiran-butiran kristal bening yang mengalir derasa dari pelupuk matanya. Sampai kedua matanya terlihat sedikit sipit. Sedikit bengkak yang turut menghiasi kedua kelopak matanya.


"Mommy. Sakit." Keluh shakira dengan suara yang tidak terlalu jelas.


Leah tidak terlalu jelas mendengar suara puteri semata wayangnya.


"Tenanglah sayang. Mommy ada di dekatmu sayang. Jangan khawatir sayangnya mommy." Ucap leah.


Leah terlihat berusaha menenangkan puterinya. Shakira menganggukkan kepalanya perlahan.


"Sttt... Jangan terlalu banyak gerak sayang. Puteri mommy akan cepat sembuh. Kau harus semangat sayang." Ucap leah lagi.


Shakira hanya diam saja sambil menatap ibunya dengan lekat. Leah tersenyum menatap shakira. Dengan susah payah ia membendung rasa sakit di dalam hatinya. Membendung butiran-butiran kristal yang ada di dalam kantung matanya, agar tidak pecah dan jatuh membasahi kedua pipinya.


Ia tidak ingin melihatkan kerapuhan dan kesedihan yang teramat dalam di hadapan puterinya. Ia tidak ingin membuat puterinya shakira menjadi panik jika melihat dirinya bersedih. Makanya ia membendung segala perasaan dirinya yang terpuruk karena melihat kondisi puteri kesayangannya seperti ini. Agar puterinya shakira tetap menjadi anak yang kuat, anak yang tetap semangat biar cepat pulih seperti sedia kala. Walau membutuhkan waktu yang sedikit lama. Bukan dalam waktu yang singkat tentunya.


"Mommy, shakira masih ngantuk." Kata shakira pelan.


Pandangan shakira mulai kian sayu. Hingga tak kuasa gadis kecil milik leah ini menahan kedua kelopak matanya untuk tetap terbuka lebar. Sampai matanya terpejam. Kembali tertidur.


Rasa trauma dari diri leah mulai muncul kembali. Rasa panik mulai melilit jiwanya. Takut jika puterinya kembali tertidur panjang. Takut jika puterinya meninggalkan dirinya untuk selamanya. Tidak! Ia tidak mau hal itu terjadi dalam hidupnya. Karena ia belum siap untuk menerima kenyataan jika puterinya pergi dari kehidupan dirinya. Pergi meninggalkannya. Mengukir nama puteri semata wayangnya di atas batu nisan.


Dokter moza membuyarkan suasana sedih yang menghiasi ruang perawatan shakira. Mencoba menenangkan ibu dari gadis kecil itu. Seorang wanita yang sangat ia kenal.


Terlihat wajah pucat pasi yang menghiasi muka leah. Ia mengalihkan pandangannya kepada dokter moza. Seperti memohon untuk membantunya menyadarkan puterinya. Tatapan yang terus memelas. Yang membuat dokter moza merasa iba kepada leah.


"Monica. Tenanglah. Puterimu baru saja sadar dari komanya. Ia belum bisa berinteraksi terlalu lama. Puterimu tidak apa-apa. Biarkan ia istirahat. Kau tenanglah." Ungkap dokter moza.


Leah meratapi puterinya. Spontan dokter moza menarik tubuh leah. Mendorong tubuh leah perlahan untuk keluar dari ruang perawatan shakira.


"Tolong kalian pantau kondisi gadis kecil ini. Jika sudah stabil segera hubungi aku. Lalu nanti kalian pindahkan ke ruang perawatan VVIP." Titah dokter moza kepada kedua team medis yang juga sebagai dokter.


Kedua team medis itu menganggukkan kepalanya dengan cepat.


"Monica, kau ikut aku. Ada yang harus kau jelaskan kepada diriku." Ucap dokter moza tegas.


Dengan langkah gontai leah mengikuti dokter moza yang keluar dari dalam ruang perawatan khusus shakira. Tanpa mengeluarkan sepatah katapun.