Rie

Rie
Menangkap Basah



Pintu kamar yang di hampiri oleh yuki dan alan, terbuka dengan sendirinya. Siapa lagi yang melakukannya, membukanya dengan tiba-tiba tanpa permisi pada empu nya? Tentu saja perbuatan yuki mateo. Ayah dari dokter zoey dan dokter bara yang memiliki sifat jahil sejak zaman dahulu kala.


Terlihat, pemandangan yang seharusnya tidak boleh di tonton oleh orang lain. Yang membuat alan dan yuki terkejut.


Dokter zoey dan rie yang sedang berpelukan. Menikmati momen yang seharusnya terjadi satu setengah tahun yang lalu. Dimana ketika dokter zoey telah menikahi rie. Tapi saat acara pernikahan, rie tidak datang. Dan acara pernikahan itu tetap berlangsung dengan semestinya.


"Ck... ck... ck... Zoey, kau ini. Mau mengajarkan hal tidak sopan pada menantuku ya?." Celetuk yuki menggoda anaknya dokter zoey.


Alan tertawa melihat aksi dari yuki.


Dokter zoey dengan segera langsung melepas pelukannya dari tubuh rie, istrinya sendiri.


Mengarahkan tatapan tajam ke arah ayahnya yuki mateo.


"Ayah. Kenapa masuk kerumah tidak menekan bel?" Tanya dokter zoey kepada ayahnya yuki mateo.


Yuki berjalan perlahan menuju kearah anaknya dan menantunya, yang sedang berdiri dekat jendela kamarnya.


"Kau ini bagaimana? Pertanyaan apa itu? Tentu saja ayah bisa masuk ke rumah ini. Ayah bukan tamu. Ayah tuan besar dan kau tuan kecil. Walau ini rumah milikmu, otomatis juga menjadi rumah ayah bukan?." Jawab yuki sambil terkekeh geli.


Dokter zoey mengusap mukanya sekilas. Lalu ia kembali menatap ayahnya.


"Tapi ayah tidak boleh tiba-tiba langsung masuk ke kamar. Bisakah ayah ketuk dulu? Atau ayah bisa menelepon ku." Balas dokter zoey kepada ayahnya yuki.


"Hey. Bukan salah ayah. Harusnya pintu itu kau kunci." Yuki sambil menunjuk ke arah pintu kamar.


"Dan, walau kau sudah dewasa, tetap saja kau terlihat di mataku bayi kecilku, jagoan kecilku." Sambung yuki enteng masih tertawa kecil.


Terlihat, yuki merasa senang telah menjahili anaknya dokter zoey.


"Sudah. Sudah. Jangan lanjutkan perdebatan kalian berdua yang tidak ada maknanya. Lihat anakku, wajahnya menunjukkan ekspresi bingung karena melihat ulah kau yuki." Lerai alan monte kepada sahabat dan menantunya.


"Oh, Hello papa mertua. Apa kabar?." Sapa dokter zoey kepada alan mateo yang merupakan ayah mertuanya.


"Hmmm... Papa baik-baik saja. Dan bisakah kata 'mertua'nya kau hilangkan wahai menantuku. Karena seperti memberikan jarak pada papa dan kau zoey. Cukup panggil papa saja." Titah alan kepada menantunya.


Alan mengganggukkan kepalanya.


"Sepertinya hubungan kalian sudah mulai berjalan mulus. Terlihat dari pelukanmu tadi anak muda." Sindir yuki kepada anaknya dokter zoey.


Pipi dokter zoey terlihat bersemu merah. Sama dengan rie. Juga menggambarkan rasa malu di hadapan ayah mertua dan papa kandungnya.


"Tentu saja sahabatku. Zoey dan anakku adalah suami istri. Kau ini bagaimana?" Protes alan kepada yuki.


Yuki mengerlingkan matanya pada alan.


"Hey. Kau ini tidak mengerti kalau aku sedang bercanda?." Tanya yuki pada sahabat sekaligus besannya alan monte.


Alan tidak menggubris pertanyaan dari yuki. Ia tetap hanya diam saja sambil melihat ke arah yuki.


"Ayah, papa. Ada apa gerangan ayah dan papa datang ke rumah?." Tanya dokter zoey mengalihkan pembicaraan.


"Tidak ada nak. Kami hanya khawatir saja. Ingin melihat kalian berdua disini. Ayah fikir kau akan memperlakukan menantuku dengan sangat tidak sopan." Celetuk yuki.


"Ayah. Aku tidak memiliki watak sekasar dan sejahat itu." Protes dokter zoey.


"Aduh. Ayah tentu sangat hafal dengan watak dan karaktermu zoey. Aku ini jelas ayah kandungmu." Jawab zoey.


"Rie, sayang. Kenapa kau hanya diam saja. Tidakkah rie senang kalau papa dan ayah mertua mu datang untuk melihatmu dan suamimu nak." Ujar alan.


Rie tersenyum. Kemudian berlari memeluk papa nya. Alan menyambut pelukan anak semata wayangnya. Rie.


"Oh iya, bagaimana? Zoey, apa kau dan rie sudah membuatkan cucu untuk ayah dan papa mu? Karena ayah lihat kau dan menantuku sudah terlihat mesra." Sindir yuki kepada zoey sambil terkekeh geli.


Lagi, kejahilan yang di buat yuki kepada anaknya kembali terulang. Hingga membuat dokter zoey anaknya sedikit kesal yang terpancar dari raut wajah dokter zoey.


"Ayah!" Teriak dokter zoey kepada ayahnya yuki mateo yang terlihat semakin tertawa terbahak - bahak.