
Monita Bona, adalah ibu kandung dari Leah. Monita merupakan seorang aktris ternama di Hollywood. Sejak zaman ia masih belia. Ia menggeluti entertainment di bidang film, model dan juga dunia tarik suara.
Kecantikannya yang natural sampai menjadikannya wanita paling tercantik di dunia. Ia dinobatkan sebagai miss world saat usianya menginjak 18 tahun. Padahal kala itu, ia masih di usia yang sangat muda.
Hingga ia bertemu dengan seorang produser terbaik dan sedang di puncak popularitasnya. Memiliki segalanya dan silsilah keluarga yang di mata monita membuatnya takjub. Dan membuat pria itu bertekuk lutut padanya, hingga menjadikan monita istri, ketika usia monita menginjak usia 19 tahun.
Dan monita serta produser yang telah menjadi suami-nya di karuniai seorang anak setelah dua tahun usia pernikahan mereka.
Memiliki seorang anak perempuan, dimana kecantikan yang diwarisi dari suami-nya. Membuat monita sangat bahagia. Merasa kehidupan sempurna yang mewarnai hari - hari nya sejak ia menikah dan memiliki seorang putri. Apa lagi karirnya kini semakin maju di dunia entertainment. Semakin punya nama dan semakin terkenal.
Seorang putri yang ia miliki, yang diberi nama oleh ia dan suaminya 'Leah Monica Ramsley'.
Leah monica ramsley yang mereka kasihi dan mereka bentuk untuk menjadi seperti ibu-nya. Seorang entertainment. Mengikuti ibu-nya menjadi model papan atas.
Hingga, hari dimana yang tidak disangka oleh monita, menjadikan hari terburuk dalam hidupnya. Dimana ia menemukan sebuah alat tespack di kamar anak kesayangannya. Sebuah alat tespack dengan dua garis merah.
Seperti di sambar petir. Tubuhnya terasa kaku. Dan seolah tidak percaya dengan kejadian yang baru saja dialaminya. Membuat urat - urat dan otot - otot di tubuhnya menjadi menegang.
Kemarahan dan kekecewaan mulai membelit jiwa dan raga-nya. Rasa kemarahan yang hampir pecah di dalam dadanya kian membuatnya sesak. Terasa penuh di dalam dadanya. Sampai deru nafasnya mulai tidak beraturan.
Melabrak leah anaknya dengan pertanyaan - pertanyaan yang sudah bersarang di dalam benaknya. Hanya ingin tahu kebenaran yang sebenarnya. Hingga sesuatu yang ia tidak harapkan. Terdengar dan terpampang jelas di dalam telinganya, dalam pandangan netranya.
Kenyataan bahwa anaknya kini tengah berbadan dua.
Kemarahanpun pecah dari dirinya. Tapi tidak sampai melukai fisik anaknya. Tapi tetap saja sikapnya yang arogansi dalam menghadapi masalah ini membuat hati anaknya terluka. Membuat keputusan sepihak tanpa berdiskusi dengan suami-nya. Tanpa melibatkan putri kesayangannya.
Tidak ada niat di hati-nya untuk bertanya, siapa yang sudah melakukan hal ini pada anak-nya. Yang ada, ia hanya ingin menyelamatkan karir anaknya. Nama baik keluarganya dari khalayak umum. Agar kesuksesan ia, anaknya dan suaminya tidak runtuh di dunia entertainment.
Bermaksud menyembunyikan hal ini. Melarikan leah ke Negara lain. Dimana ini tidak akan tersentuh oleh paparazi. Paling tidak dua atau tiga tahun monita akan menyembunyikan keberadaan leah dari publik.
Suka atau tidak suka, ia harus menerima akan kehadiran calon cucu-nya. Karena, monita tidak mau melakukan aborsi kepada leah anaknya. Justru jika melakukan hal itu akan berbahaya buat keluarganya. Bisa saja paparazi akan mencium masalah ini dan mempublishnya pada publik bukan?. Jadi cara satu - satu nya dengan melarikan leah ke Negara lain dan menyembunyikan leah dari publik sampai janin yang di kandung oleh leah lahir. Dua sampai tiga tahun sampai bentuk tubuh leah kembali seperti semula. Karena leah seorang model, tentu saja harus menjaga bentuk tubuhnya bukan?.
Rencana - rencana itulah yang mulai di lakukan monita. Hingga leah merasa frustasi karena secara langsung ibu-nya telah memisahkan ia dari ayah anak yang di kandungnya. Tanpa mau mendengar penjelasannya. Dan ia tidak bisa sama sekali menghubungi ayah dari anaknya.
Sampai anak itu lahir kedunia. Monita bona masih tetap menyembunyikan keberadaan leah dari publik.