
Alan melangkahkan derap langkah kakinya dengan cepat. Mengikuti langkah kaki para team medis yang membawa anne sang istri untuk dipindahkan keruang perawatan VVIP.
Terlihat, brankar yang sedang di dorong oleh para team medis di lorong rumah sakit.
Sementara bayi mungil alan yang terlihat lucu dan menggemaskan sudah di pindahkan ke ruangan khusus para bayi.
Kini, anne istri alan sudah berada di atas tempat tidur ruang perawatan VVIP yang telah disuguhkan oleh sahabat alan yuki mateo.
Tampak, pergelangan tangan anne yang tengah dililit oleh selang infus.
Salah satu dari team medis, membantu anne memperbaiki posisi tidur tubuh anne di atas tempat tidur di ruang perawatan khusus VVIP, istri yang sangat di cintai oleh alan.
Alan menatap dengan perasaan yang penuh kebahagiaan. Tatapan nanar, tatapan sendu, tatapan bahagia bercampur menjadi satu didalam diri alan.
Team medis telah selesai melakukan tugasnya terhadap anne sang pasien dari dokter spesialis mereka yuki mateo. Mereka dengan segera meninggalkan ruangan tempat anne dan alan tengah berada saat ini.
Pintu ruang khusus perawatan VVIP yang ditempati oleh anne kini tertutup dengan rapat.
Alan mulai melangkahkan kakinya, berjalan perlahan menuju kearah istri yang sangat ia kasihi.
Alan menghentikan langkahnya tepat berada di samping kanan tempat tidur anne. Memutar tubuhnya dengan segera. Menatap istrinya dengan tatapan hangat dan lembut.
Alan mengusap-usap helaian demi helaian rambut istrinya. Kemudian mengecup dahi istrinya dengan lembut. Lalu menatap kembali ke wajah istrinya.
Terlihat ekspresi raut muka yang sangat lelah terpancar dari wajah anne. Anne tersenyum kepada alan. Kemudian Mengusap usap tangan suaminya alan.
"Istriku. Terimakasih sudah berjuang untuk melahirkan anak kita. Aku semakin sangat mencintaimu anne." Ucap alan kepada anne istrinya.
Anne menggangguk perlahan, sambil melukiskan senyum manis dari wajah cantiknya.
"Iya alan. suamiku. Aku juga ingin mengatakan terimakasih kepadamu." Jawab anne kepada alan.
Alan mengernyitkan dahinya.
"Terimakasih? Untuk apa istriku?" Tanya alan penasaran.
"Karena kau sudah mau menjadikan aku istrimu. Memberikan kebahagiaan dan kasih sayang yang sangat dalam. Sungguh, aku tidak pernah menduganya. Ternyata ada pria sebaik dirimu. Aku merasa menjadi wanita paling beruntung dan paling bahagia di dunia ini. Dalam sepanjang perjalanan hidupku, inilah yang paling membuatku sangat bahagia." Ujar anne menjawab secara menyeluruh kepada alan suaminya.
Alan tersungging dengan perasaan penuh haru. Karena mendengar ucapan dari istrinya.
Anne terlihat makin tersenyum. Dan tanpa ia sadari, anne memperlihatkan gigi putihnya yang rapi.
"Kau tahu kenapa istriku?" Tanya alan mengumpan Anne istrinya.
"Kenapa suamiku?" Tanya anne kepada alan.
"Kau itu sangat cantik. Baik dan susah untuk di taklukkan." Jawab alan sambil terkekeh.
"Kau ini." Jawab anne sambil mencubit pelan kulit dari tangan kanan suaminya.
Alan mengeluarkan ekspresi wajah yang terlihat sedang meringis. Menahan sedikit rasa pedih karena ulah dari anne sang istri.
Pintu ruang khusus perawatan VVIP yang ditempati oleh anne secara spontan terbuka lebar. seorang perawat tengah mendorong box bayi memasuki ruang rawat yang ditempati anne. Kemudian meletakkan box bayi disamping tempat tidur anne.
Perawat itu perlahan mengangkat bayi mungil anne yang sangat lucu dan menggemaskan. Memberikan bayi mungil milik alan kepada anne. Kemudian sang perawat pamit kepada alan dan anne. Berlalu dari ruang yang tengah anne tempati.
Anne tengah memberikan Asupan Susu Ibu dari tubuhnya kepada bayi mungil milik alan yang baru beberapa waktu ia lahirkan.
Sambil mengusap-usap kepala bayi mungilnya. Tampak senyum bahagia terpancar dari wajah anne.
"Istriku. Aku sudah menyiapkan nama untuk anak kita. Bayi mungil kita." Kata alan lembut.
Anne menjatuhkan pandangannya kepada alan. Menatap Alan.
"Benarkah? Siapa nama untuk anak kita suamiku?" Tanya anne penasaran.
"Tentu saja istriku. Aku memberikan nama anak kita. Lanny Riecha. Kau suka?" Alan mengelus pipi istrinya anne.
Anne menggangguk pelan.
"Aku tidak akan protes suamiku. Aku suka nama anak kita. Tapi, kita panggil bayi kita Rie saja. Sangat lucu bukan?"
Alan dan anne tertawa sangat bahagia di ruang khusus perawatan VVIP dimana mereka berada saat ini.
Tampak, kebahagian terpancar dari pasangan manusia yang telah menjadi suami dan istri ini.
Kala itu, suasana dan cuaca diluar hospital terlihat cerah. Sama seperti suasana hati anne dan alan saat ini.