Rie

Rie
Terbangun



Kawasan perumahan mediterania yang memiliki unit terbatas. Yang kebanyakan di huni oleh para executive muda, terlihat sangat rapi susunan desain dan arsitektur seluruh kawasan perumahan mediterania itu. Apa lagi jika di lihat dari atas. Dari beberapa gedung - gedung tinggi yang terdapat di sekitar lingkungan perumahan mediterania itu.


Malam semakin kelam. Terlihat suasana di kawasan perumahan mediterania terlihat sepi dan lenggang. Yang ada hanya beberapa security khusus perumahan mediterania, yang sedang bertugas menjaga kawasan perumahan itu. Dua orang security stanby di gate utama. Dan Empat orang security tengah keliling mengitari kawasan perumahan mediterania untuk memantau.


Di salah satu blok perumahan mediterania, tepat di rumah milik dokter zoey, di depan teras rumahnya. Terlihat sosok ruh dokter bara tengah berdiri dan terus menatap ke rumah milik dokter zoey.


Entah apa maksud dari tatapannya. Entah apa maksud dari kehadirannya. Tatapan yang terlihat sendu, yang jelas terlukis di raut wajahnya.


Kali ini, sosok ruh dokter bara terlihat sendirian. Tidak ada sosok ruh gadis kecil yang selalu menguntitnya kemanapun ia pergi.


Sebuah mobil memasuki pelataran depan rumah milik dokter zoey. Mobil milik dokter zoey sudah terparkir rapi di halaman rumahnya. Dokter zoey turun dari mobilnya. Mengunci rapat pintu mobilnya. Melangkahkan kaki menuju pintu utama rumahnya.


Sosok ruh dokter bara, melihat sosok dokter zoey yang berjalan ke arah pintu utama rumah milik dokter zoey.


Netranya terus menatap dokter zoey dengan tatapan datar. Tidak berkedip dan juga tidak bergerak untuk mendekati dokter zoey. Hanya tetap diam di mana ia sedang berdiri tadi.


Di dalam kamar utama milik rie dan dokter zoey, terlihat rie yang masih tertidur. Ini sudah hari ketiga dimana dokter zoey dan rie memutuskan untuk tidur di dalam satu kamar. Agar hubungan mereka semakin rapat. Semakin dekat. Semakin lebih mengenal satu sama lain. Tapi itu menurut pemikiran rie. Sementara dokter zoey jauh sudah lama sangat mengenal dan mengetahui tentang rie. Tanpa rie sadari, sejak pertama kali mereka bertemu. Saat usia rie masih kecil, tapi dokter zoey kala itu sudah remaja.


Jendela kamar rie terbuka dengan sendirinya. Tergeser dari posisi yang tadinya tengah tertutup rapat. Tirai kamar rie pun tergeser seketika. Angin malam dari arah luar rumah berhembus dengan sepoi - sepoi. Menyibakkan tirai yang menggantung indah di atas jendela rie.


Terlihat sosok ruh dokter bara sedang melayang di dekat jendela kamar rie. Menatap tanpa jeda ke tubuh rie yang sedang terbaring.


Sebuah benda dari atas nakas yang berada di sebelah kasur tempat rie sedang tertidur tejatuh ke lantai. Membuat rie tersadar seketika dari tidurnya.


Rie mengerjap - kerjapkan kedua matanya. Melihat langit - langit kamar yang berwarna putih.


Rie membangkitkan tubuhnya. Duduk di atas tempat tidur. Masih dalam keadaan bingung. Mencoba mengingat - ingat mimpinya.


'Tadi aku mimpi apa? Kenapa seperti nyata?.' Rie bertanya di dalam benaknya.


Rie belum sadar bahwa yang ia alami tadi bukanlah mimpi seperti yang difikirkannya. Kejadian yang ia alami tadi adalah kenyataan. Dimana rie bukan sedang bermimpi. Tetapi sedang meraga sukma. Karena emosionalnya yang tidak stabil sehingga tanpa ia sadari, ia melakukan raga sukma ketika ia tengah tertidur tadi.


Dimana dalam ingatannya yang mulai ia sadari, tadi didalam mimpinya ia sedang berada di hospital. Ditempat suaminya sedang bekerja. Melihat suaminya di ruang Ok yang baru selesai melakukan tindakan operasi pada seorang pasien. Dan tertangkap di depan mata kepalanya sendiri, seorang dokter wanita yang ia kenal sedang mengelap - elap kening suaminya. Membuat rie menjadi kesal dan jengkel. Hingga ia memutuskan untuk pergi dari ruang Ok.


Saat ia berada di tempat lain, di lantai khusus ruang perawatan VVIP, ia bertemu dengan sosok ruh yang sangat mirip dengan suaminya. Yang perawakan dan postur tubuhnya sangat indentik dengan sosok suaminya 'dokter zoey'.


Tapi karena rie berfikir kejadian itu terjadi di dalam mimpinya, jadi ia tidak terlalu perduli. Bisa saja kan suaminya dari ruang Ok sudah berpindah ke tempat lain? Kan di dunia mimpi. Dan dirinya tidak bisa mengatur skenario sebuah mimpi.


Tapi yang tertangkap oleh netra rie, sosok ruh yang mirip dengan suaminya, yang disangka oleh rie adalah suaminya, seperti bukan manusia. Kenapa terlihat seperti sosok ruh? Seperti makhluk astral yang terlihat halus. Tapi juga bukan makhluk astral. Sebenarnya apa itu?


"Hey nona. Sedang apa kau disini?." Tanya sosok itu kepada rie. Saat rie sudah berhadapan sejajar dengan sosok itu.


"Aku? Aku sedang berjalan - jalan suamiku. Tadi aku melihatmu sedang menangani pasien saat di ruang Ok." Jawab rie kepada sosok itu.


Sosok itu mengernyitkan keningnya.


"Suami? Apa maksudmu? Aku bukan suamimu. Tapi jika kau menginginkan, aku akan menjadikanmu istriku." Ucap sosok itu.


"Apa? Kau jangan bercanda suamiku. Aku ini sudah menjadi istrimu. Bagaimana mungkin kau akan menjadikanku istrimu lagi? Kau ini sungguh konyol. Tidak mengakui aku ya sebagai istrimu?." Kata rie dengan ekspresi wajah cemberut.


" Aku tidak bercanda nona. Aku bukan suamimu." Kata sosok itu lagi.


"Ya ampun. Aku sungguh kesal dengan mimpiku. Walau ini di dunia mimpi, kau jangan membuatku kesal." Tutur rie ketus.


"Mimpi? Apa yang kau fikirkan? Hey sadarlah. Ini bukan dunia mimpi. Ini kenyataan. Dunia nyata. Sadarlah nona." Kata sosok itu lagi.


Rie memicingkan matanya.


"Harusnya aku yang bertanya. Bukan kah kau itu masih hidup nona? Sebaiknya kau pulang. Dan kembali kedalam tubuhmu. Jika kau terlalu lama di luar, nanti kau tidak akan bisa kembali ke dalam tubuhmu. Dan kau bisa mati permanen. Kau faham maksudku kan?." Jelas sosok itu panjang lebar.


"Apa?." Rie terkejut mendengar penjelasan dari sosok itu kepada dirinya.


" Dengarkan baik - baik nona. Aku bukan suamimu. Dan kita ini di dunia nyata. Bukan di alam mimpi. Dan aku adalah ruh. Tubuhku sedang terbaring di ruangan itu. Aku sedang koma. Jadi pergilah." Jelas sosok itu lagi.


Percakapan antara rie dan sosok itu, membuatnya bertanya - tanya.


'Bukan mimpi? Apakah aku meraga sukma lagi? Setelah sekian lama hal ini tidak pernah terjadi lagi kepadaku? Dan ini nyata? Artinya kejadian di dalam ruang Ok tadi adalah fakta. Kenyataan yang aku lihat? Pantas saja ketika aku bangun rasanya tubuhku seperti akan remuk. Sungguh melelahkan.' Gumam rie.


Perasaan kesal kini mulai bersarang di hati rie. Karena melihat kejadian saat di ruang Ok. Dimana dokter wanita yang ia kenal tengah mengelap - elap kening suaminya.


Seketika pintu kamar terbuka. Memperlihatkan sosok dokter zoey yang telah pulang dari hospital.


Rie secara reflek memandang ke arah suaminya. Dengan tatapan datar dan dingin.


"Kau sudah pulang?" Tanya rie tajam.