Rie

Rie
Tengah Malam Di Rumah Alan Monte



Sebuah mobil memasuki pelataran halaman milik alan monte. Dimana kini mobil itu sudah terparkir rapi di tempat khusus parkir yang di sediakan oleh alan monte.


Dari dalam mobil terlihat dua orang pasangan suami istri yang kini sudah berada di luar mobil itu.


Dokter zoey merangkul istrinya. Perlahan berjalan menuju pintu ruang tamu utama rumah ayahnya rie


Pintu terbuka lebar, terlihat dua orang pria tua sedang duduk di sofa ruang tamu. Tengah bercanda tawa. Padahal ini sudah tengah malam. Namun kedua pria tua itu belum juga pergi ke kamar masing-masing untuk mengistirahatkan tubuhnya. Tampak raut wajah kedua pria tua itu terlihat sangat segar dan fresh.


Mata kedua pria tua itu tertuju pada pintu utama ruang tamu yang terbuka lebar. Dimana menampilkan sosok kedua pasangan suami istri yang sangat mereka kenal. Tentu saja sangat mereka kenal, karena kedua tamu yang tak diundang ini adalah anak-anak mereka.


Wajah rie tampak masih pucat. Tapi tidak sepucat tadi. Perlahan rie dan dokter zoey melangkahkan kaki mereka mendekati kepada kedua pria tua.


"Hey anak-anakku! Ada apa gerangan tengah malam begini tiba-tiba ke rumah papa?". Tanya alan.


"Rie, kenapa wajahmu pucat? Apa kau sakit?". Tanya yuki.


Yuki menunjuk ke arah wajah rie. Dengan tatapan yang intens.


"Duduklah dulu anak-anak." Titah alam kepada pasangan suami istri itu.


Dengan sigap dokter zoey membopong tubuh rie, membantu rie mendudukkan tubuhnya di atas sofa. Kemudian ia pun ikut duduk di sebelah sang istri.


Dokter zoey menghela nafasnya panjang.


"Kenapa zoey? Kenapa dengan istrimu?". Tanya yuki.


Dokter zoey menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak tahu ayah. Rie belum menceritakan apa pun kepadaku." Jawab dokter zoey.


Rie masih diam terpaku. Tidak ada sepatah katapun yang meluncur dari bibir indahnya.


Asisten rumah tangga alan mengantarkan secangkir susu hangat untuk rie. Dan secangkir cokelat hangat untuk dokter zoey. Serta dua piring kecil sponge cake yang kini sudah tersaji di hadapan mereka.


"Sebaiknya minumlah dulu nak." Kata alan kepada dokter zoey dan rie.


Dokter zoey mengambilkan secangkir susu hangat untuk istrinya. Kemudian membantu rie untuk meminum susu hangat itu dengan mendekatkan cangkir susu hangat ke mulut rie. Rie menuruti suaminya. Ia menyeruput sedikit demi sedikit susu hangat itu. Lalu dokter zoey meletakkan cangkir susu hangat ke atas meja.


"Apa kau mau makan sponge cakenya sayang?". Tanya dokter zoey lembut.


Rie menggelengkan kepalanya tanda ia belum mau memakan sponge cake yang di antarkan asisten rumah tangga papanya.


Dokter zoey kembali melihat ke arah kedua orang tuanya. Papa alan dan ayah yuki.


"Papa, ayah. Sebenarnya tadi ketika zoey sedang mengemudikan mobil zoey masuk ke komplek perumahan mediterania, zoey hampir menabrak rie. Karena dia berlari sangat kencang. Zoey sampai tidak sadar. Untung saja zoey tidak menabrak rie." Dokter zoey membuka cerita.


Alan dan yuki sontak melotot. Sedikit terperanjat mendengar cerita dokter zoey.


"Apa kalian bertengkar?". Tanya alan.


"Apa kau mau membunuh puteriku?". Tanya yuki ayah dari dokter zoey.


Pertanyaan alan dan yuki di lontarkan secara bersamaan kepada dokter zoey. Membuat kepala dokter zoey menjadi sedikit sakit. Terlihat wajahnya yang kelihatan sedikit berwarna seperti kepiting rebus.


"Aku tidak bertengkar dengan rie papa." Jawab dokter zoey.


"Jadi?". Tanya yuki.


"Ayah, mana mungkin aku mau membunuh istriku. Ayah ada-ada saja." Jawab dokter zoey sabar.


Alan tersenyum melihat tingkah laku sahabat dan menantunya.


Kemudian ia mengalihkan pandangannya. Menatap ke arah puteri semata wayangnya.


"Puteriku. Apa kau sudah baik-baik saja sayang?". Tanya alan kepada rie.


Rie menatap wajah ayahnya. Kemudian ia menganggukkan kepalanya cepat.


"Ceritakan kepada kami apa yang telah terjadi nak? Kenapa kau sampai bisa berlari seperti itu?". Tanya alan lagi kepada puterinya rie.


Rie menarik nafasnya dalam. Kemudian perlahan menganggukkan kepalanya.


"Maafkan aku. Sudah membuat suamiku, papa dan ayah menjadi seperti ini." Ucap rie akhirnya.


"Tidak apa-apa. Ceritalah puteriku sayang." Ucap yuki kepada sang menantu kesayangannya.


Rie melihat ke arah wajah suaminya yang berada di samping kanannya. Dokter zoey menganggukkan kepalanya. Tanda memberikan kode kepada istrinya agar memulai cerita penyebab rie yang sampai bisa berlari kencang seperti tadi.


"Tadi aku sedang berada di kamar. Melihat langit menggunakan teropong bintang yang bertengger di jendela kamarku. Lalu tanpa sengaja aku tengah melihat dua makhluk tak kasat mata tengah bermain di depan rumah. Di atas pohon depan rumah." Rie membuka cerita.


Yuki mengerenyitkan keningnya.


"Yang bentuk seperti apa nak makhluk tak kasat mata yang sedang kau lihat?". Tanya yuki mulai penasaran.


"Hush, pelan-pelan yuki. Kita dengarkan puteri kita bercerita dahulu." Tegur alan kepada yuki.


"Hmmm..." Jawab yuki datar.


Alan dan yuki kembali menatap rie.


"Dua makhluk tak kasat mata itu memakai kain putih yang membungkus tubuh mereka. Dengan cepolan putih yang terikat di atas kepala mereka." Jelas rie kemudian.


"Apa karena itu kau menjadi berlari kencang nak?". Tanya yuki kembali yang mulai semakin tidak sabaran.


"Ayah. Tenanglah dulu." Sapa dokter zoey kepada ayahnya yuki mateo.


"Hmm..." Jawab yuki lagi datar.


"Bukan karena dua makhluk tak kasat mata itu ayah." Jawab rie mulai mencairkan suasana.


"Lalu?" Alan mengikuti gaya yuki yang mulai penasaran juga.


"Tanpa aku sadari, tiba-tiba saja suamiku sudah ada di belakangku. Sedang memelukku. Padahal aku tidak melihat mobilnya masuk ke pekarangan rumah." Terang rie.


"Aku???". Tanya dokter zoey dengan ekpsresi wajah bingung. Sambil menunjuk ke dirinya sendiri dengan menggunakan telunjuk tangan kanannya.


Rie menganggukkan kepalanya. Tanda membenarkan perkataannya.


"Hey sayang, kau lihat sendirikan kalau aku memang belum pulang." Dokter zoey membantah pernyataan sang istri.


"Zoey, diamlah. Dengarkan dulu puteriku berbicara." Sanggah yuki kepada puteranya.


"Ehem." Dokter zoey berdehem.


"Sosok yang mirip suamiku memelukku dari arah belakang. Kemudian menawarkanku minum. Ketika aku melihat wajahnya aku sangat terkejut. Kepalanya memiliki dua tanduk. Dan terlihat sangat seram. Tapi suaranya masih sangat mirip dengan suamiku." Pungkas rie akhirnya.


"Apa? Kalau memiliki tanduk itu jelas adalah iblis!". Jawab alan seketika.


Yuki menutup mulutnya dengan kedua tangannya.


" Ya ampun. Bukankah iblis itu sangat berbahaya. Itu datuknya para makhluk tak kasat mata yang lainnya. Bahkan bisa membunuh kan?". Ujar yuki.


Rona wajah dokter zoey terlihat semakin merah seperti kepiting rebus.


"Untung saja istriku tidak kenapa-kenapa. Tapi aku masih sangat kesal!". Dokter zoey mengeluarkan suaranya.


Pintu kamar mika kini terbuka. Menampakkan sosok mika yang keluar dari dalam kamarnya. Kemudian berjalan mendekati alan, yuki, dokter zoey dan rie yang sedang duduk di ruang tamu.


"Aku seperti mendengar suara rie. Ternyata benar. Rie, kenapa kau terlihat sedikit pucat?". Tanya mika.


Rie menatap ke arah mika.


"Mika?". Tanya rie.