
Empat tahun kemudian...
Negara Indonesia.
Salah satu provinsi di Negara Indonesia. Yang terletak setelah Sumatera Barat. Yang Hampir berbatasan dengan Negara Singapura.
Provinsi Riau. Dengan Ibu Kotanya adalah Pekanbaru. Sebuah kota trans. Kota Metropolitan yang madani. Tanah Melayu.
Dahulu, Provinsi kepulauan Riau yang beribukota Tanjung pinang adalah bagian dari provinsi Riau. Tapi kini sudah tidak lagi.
Pekanbaru adalah kota penghasil minyak bumi. Juga memiliki sawit tentunya.
Arsitektur kota ini begitu indah. Penuh dengan bangunan - bangunan tinggi.
Monita bona sang ibu kandung dari leah ramsley, berasal dari kota ini. Wanita Melayu yang memiliki rupa cantik nan jelita. Dan juga memiliki keturunan darah India tamil.
Monita yang merupakan seorang aktris ternama di Newyork. Menyembunyikan keberadaan anaknya leah monica ramsley di sini.
Meletakkan leah di sudut kota. Di daerah kota rumbai. Mengirim leah dari Neywork ke Indonesia. Ke kota tanah kelahirannya.
4 tahun leah kini tinggal di kota ini. Bersama anaknya yang kini sudah mulai menjadi Balita.
Anak leah yang berjenis kelamin perempuan. Memiliki rambut ikal mayang. Mata bulat besar dan berwarna hazel. Kulit yang putih. Rupa yang mirip seperti ayah biologisnya.
Sayangnya, ia yang tidak pernah mengenali ayahnya secara langsung. Leah hanya mengenalkan ayah biologis dari anaknya kepada anak perempuannya melalui foto - foto dan video yang ia simpan di galery handphone android dan Laptopnya.
Monita, selama 4 tahun ini, tidak pernah menemui anak dan cucunya. Karena masih enggan untuk menerima kenyataan yang menimpa keluarganya. Bagi monita, leah sudah mencoreng nama keluarga mereka. Hingga masih belum bisa monita untuk menemui anak dan cucunya. Padahal ada rasa penasaran ingin melihat cucunya. Dan rasa rindu yang besar untuk anaknya leah. Itulah bentuk dari egosentris yang dimiliki oleh monita.
Leah yang kini tengah duduk di teras depan rumahnya, sedang memandang anak perempuannya yang sedang bermain dengan pengasuh anaknya. Melihat gerak gerik anaknya yang semakin lincah.
Hingga fikirannya terbayang ke masa lalu. Teringat dengan sosok seorang pria yang mengisi ruang dihatinya. Kekasih hatinya. Yang selalu mengisi hari - hari nya. Yang sangat mencintai dirinya. Dan ia juga sangat mencintai pria itu. Seorang pria yang telah menanamkan benih di rahimnya. Hingga ia melahirkan buah cintanya dengan pria yang menjadi kekasihnya. Pria itu dokter bara mateo.
Sekitar 4 tahun lalu, saat ia mengetahui dirinya tengah berbadan dua. Ketika ia ingin memberitahukan kabar gembira itu kepada dokter bara kekasihnya, monita sang ibu telah mengirimnya ke kota ini. Menahan semua aksesnya untuk menghubungi kekasihnya. Yang leah sendiri terlalu lemah. Terlalu takut. Tidak bisa menolak apapun titah dan keputusan dari sang ibu.
Leah yang tidak bisa memperjuangkan cintanya dengan dokter bara. Selalu mundur setiap ibunya memberikan mandat.
Padahal dahulu ia ingin mengenalkan kekasihnya dokter bara kepada ibunya. Tapi ibunya selalu menolak dengan alasan masih sangat sibuk dengan pekerjaannya di dunia entertainment.
Hingga kini, dokter bara tidak pernah mengetahui jika ia memiliki seorang puteri yang cantik dari kekasihnya leah. Buah cintanya bersama leah.
Dan sejak 4 tahun lalu, saat monita mengirim leah ke Negara Indonesia, ke tanah melayu, kota Pekanbaru tempat kelahirannya, leah tidak pernah lagi berhubungan dengan kekasihnya.
Ia menghilang seperti di telan bumi. Tanpa kabar dan berita. Hilang dari pandangan kekasihnya dokter bara. Hilang dari semua akses. Vakum dari dunia entertainment.
Monita mengumumkan ke seluruh publik, untuk sementara anaknya 'leah monica ramsley' vakum untuk sementara. Untuk beberapa waktu. Tanpa alasan yang jelas. Hingga paparazi yang selalu mendesak dengan pertanyaan - pertanyaan. Sampai rasa penasaran publik pada leah lenyap begitu saja. Pudar. Menghilang tanpa jejak.
Leah yang selalu menangis, mengenang sosok kekasihnya. Yang masih sangat mencintai kekasihnya. Masih terngiang - ngiang suara kekasihnya. Terbayang jelas wajah kekasihnya dalam benaknya.
'Kau dimana? Aku merindukanmu.' kalimat itu mengisi otak leah.
Leah menyadari, kalau ia memiliki kesalahan terbesar. Dimana kesalahannya yang tidak berani untuk menemui kekasihnya saat itu. Memberitahukan kenyataan saat itu. Malah pergi meninggalkan kekasihnya tanpa alasan. Tanpa pembicaraan. Hingga kini, detik ini masih juga ia tidak melakukan sesuatu. Untuk mencari kekasihnya. Dan meminta pertanggung jawaban kepada kekasihnya. Atas buah cinta mereka.
Bagaimana ia mau bergerak? Bergerak untuk mencari kekasihnya. Tentu saja ia harus kembali ke Newyork bukan? Tapi apakah kekasihnya masih ada di Negara itu? Atau kekasihnya sudah pindah ke kota lain? Atau pindah ke Negara lain? Bagaimana caranya ia menemukan informasi tentang kekasihnya? Ini sudah waktu yang sangat lama saat leah menghilang bukan? Dan ia juga tidak bisa pergi kemana - mana. Karena para anak buah ibunya selalu saja memantau leah. Menjaga leah. Karena jumlah mereka yang banyak tidak bisa leah untuk kabur dari mereka. Belum lagi ia harus membawa putrinya yang masih balita bukan?
' Aarrrggghhh'. Leah merasa buntu dengan fikirannya sekarang. Ia tidak tahu lagi harus bagaimana. Harus berbuat apa.
Leah memijit - mijit pelipisnya. Perutnya kini terasa mual. Karena terlalu banyak tekanan dalam otaknya. Tekanan dari ibu kandungnya tentunya. Monita bona.
Ada rasa sesak dari dalam dada leah. Ia masih tidak percaya, kalau ibunya sampai saat ini tidak mau melihatnya. Tidak menemuinya. Dan tidak mengunjunginya. Sampai rasa muak menghampiri diri leah.
Jenuh.
Biarkan saja seperti ini.
Anak leah. Puteri semata wayang leah. Buah cintanya dengan kekasihnya dokter bara mateo, kini berlari ke arah leah. Menghampiri leah. Memeluk betis kaki leah. Sampai pengasuh anaknya menjadi kewalahan saat mengejar puteri leah.
Leah sedikit terkejut dari lamunannya. Menatap ke tubuh puterinya. Tersenyum kala melihat puterinya. Kemudian ia memeluk puteri kesayangannya. Lalu melepaskan pelukannya. Menatap wajah ayu puterinya lekat - lekat.
Anaknya leah tertawa girang. Kemudian mengecup pipi leah. Lalu menepuk nepuk pipi leah perlahan.
"Mommie." Kata puteri leah kepada leah.
Leah tersenyum. Kemudian mengelus pipi anaknya.
"Shakira sayang. Shakira sudah makin besar sekarang. Makin cantik. Sayang sama mommie tidak?" Tanya leah pada puterinya.
Leah sambil mengusap - usap lembut kepala puterinya.
Puterinya mengangguk ketika mendengar ucapan dari leah sang mommie.
"Iya mommie. Shakila sayang mommie." Jawab puterinya dengan suara yang cadel.
Leah tertawa geli saat mendengar suara anaknya.
"Shakira sayang. Bukan shakila." Terang leah sambil terkikik geli.
Puteri leah pun ikut tertawa riang saat mendengar suara sang mommie.
Pintu pagar rumah leah terbuka lebar. Sebuah mobil terparkir di depan rumahnya. Kemudian pintu mobil itu terbuka. Seorang wanita keluar dari dalam mobil tersebut. Memijakkan kedua kakinya di halaman rumah leah.
"Leah monica ramsley!" Teriak wanita itu tidak terlalu kencang.
Sontak leah melihat ke arah wanita itu. Hingga matanya terbelalak, melotot tak percaya kala melihat wanita yang memanggil namanya barusan.
"Mama?!" Teriak leah kencang.