
Hospital tempat rie bekerja. Atau lebih tepatnya, bekas tempat rie bekerja. Tampak ramai. Suasana lingkungan yang tampak sedang sibuk dengan kegiatan para orang orang yang hendak masuk ke hospital itu.
Rie, berjalan keluar dari dalam hospital. Melangkah dengan langkah yang sangat cepat
Hingga sedikit terengah engah. Rie berlari menuju mess, yang berada di halaman belakang hospital. Berlari lebih cepat menuju ke arah kamar mess yang ia tempati sejak beberapa bulan terakhir ini.
Kini rie telah sampai di depan pintu kamar Mess miliknya. Rie mulai mengatur nafasnya yang terasa sesak.
Rie membuka pintu kamarnya. Kemudian melepas sepatunya. Meletakkan sepatu pansus putihnya diatas rak sepatu khusus yang ada dekat samping pintu kamarnya, di bagian dalam kamarnya. Lalu menutup pintu kamarnya dan terkunci secara otomatis.
Rie meletakkan Tasnya diatas meja kerja yang terletak tepat disamping tempat tidurnya. Rie menarik kursi biru dan menghempaskan bokongnya diatas kursi itu.
Rie mengambil Handphone Androidnya. Mengeluarkan benda pipih itu dari dalam tas kerjanya. Mulai membuka Aplikasi yang ada di handphone android miliknya. Kemudian rie meletakkan perlahan benda pipih itu diatas meja.
Rie menarik perlahan nafasnya panjang. Menghirup udara untuk mengisi pasokan oksigen kedalam otaknya. Kemudian menghembuskan perlahan keluar dari mulutnya.
Rie menyandarkan punggungnya di bangku yang sedang di kuasai oleh tubuhnya. Menatap ke atas langit langit kamarnya yang berwarna putih cerah.
Saat dokter zoey mencium bibirnya. Dirinya. Timbul perasaan yang sangat menjengkelkan didalam lubuk hatinya. Didalam dadanya. Peristiwa yang sangat membuatnya sangat marah. Emosi dari dalam jiwanya yang mulai terbakar.
'Dokter zoey, kenapa bisa seenaknya saja kau memperlakukan aku seperti itu?' Gumam rie. Pertanyaan yang mulai keluar dari dalam benaknya.
Rie menarik botol minuman air mineral, yang ada di meja kerjanya. Yang memang selalu ia sediakan untuk dirinya dan mika. Rie membuka tutup botol air mineral itu. Kemudian menenggaknya secara perlahan. Lalu kembali meletakkan botol air mineral itu ke atas meja kerjanya.
Ekspresi mimik muka rie, terlihat begitu kesal. Menekuk. Mencibir. Kemudian pikirannya kembali ke kejadian tadi, yang ia alami beberapa waktu lalu.
Terlintas pikiran nya tentang kejadian saat dokter zoey sedang merangkul pinggangnya, memeluknya. Saat itu tiba tiba, ayahnya dan ayah dari dokter zoey dan bara, masuk ke ruangan dokter zoey, menangkap basah hal yang dokter zoey dan dirinya lakukan.
Tapi yang jadi pertanyaan di dalam benaknya sampai detik ini, kenapa ketika ayahnya dan ayah dari dokter zoey dan dokter bara melihat adegan itu, adegan yang dilakukan dokter zoey padanya, ayahnya tidak marah? Hanya diam saja dan bersikap tenang. Dan begitu juga ayah dari dokter zoey dan dokter bara.
Lalu, apa maksud dari percakapan dokter zoey dan ayah dari dokter zoey dan dokter bara serta ayahnya? Apa yang harus di jelaskan dokter zoey kepada dirinya? Yang harus dilakukan secepatnya sesuai titah dari ayahnya dan ayah dari dokter zoey dan dokter bara?
Kejadian itu, masih menjadi pertanyaan besar dalam benaknya. Untuk dirinya. Hal yang ia tidak mengerti apalagi ia pahami. Hingga membuat kepalanya sedikit berdenyut. Sangat sakit yang rie rasakan.