Rie

Rie
Dua Pria Tua



Hari ini cuaca tidak panas seperti hari hari biasanya. Mendung tengah menyelimuti kota maju yang penuh dengan hiruk pikuk ornamen ornamen kehidupan. Terdapat beberapa pohon rindang yang berjejer di sepanjang pinggir jalan dekat hospital tempat dokter zoey dan rie berada.


Tampak dua orang pria yang sudah tua, tengah melangkah perlahan menyusuri jalanan. Sambil berbicara berdua dan terkadang melepas tawa bahagia.


Angin berhembus lembut menyentuh ke kulit dua pria tua ini. Tersenyum merekah. Berjalan sambil bergandengan tangan. Layaknya seperti dua saudara sedarah. Padahal bukan. Mereka berdua adalah teman yang sangat rapat. Sudah seperti saudara kandung sendiri.


Perlahan mereka berbelok menuju halaman hospital. Memasuki pintu hospital. Berjalan menuju lift khusus untuk ke lantai para dokter yang menjadi pegawai di hospital itu.


pria yang memakai topi bundar, layaknya seorang kakek dari luar negeri, menekan tombol pintu lift. Dan ketika pintu lift terbuka, bergegas dua pria tua ini memasuki liftnya.


"Kau selalu saja memberikan kejutan" Ujar pria tua yang tidak memakai topi.


"Seperti janji kita. Kau lihat tidak di cermin, walau kita sudah tua. kita tetap tampan bukan" Pria tua bertopi membanggakan dirinya dan teman dekatnya yang sudah dianggap nya seperti saudara kandungnya sendiri.


"Hey, biar tua begini kau masih tetap saja gagah dan masih menjadi dokter yang di gandrungi para wanita Oma oma" Tawa pria tua yang tidak bertopi pecah.


Tiba tiba pria tua yang tidak memakai topi merasa penuh didalam lift, padahal mereka hanya berdua saja. Pria tua yang tidak bertopi seketika menghentikan tawanya. Terasa dada nya sesak. Karena merasa didalam lift begitu penuh yang ada. Sedikit merinding yang ia rasa. Tapi ia hanya diam saja. Tak mengeluarkan ocehannya kembali.


Sementara pria tua yang bertopi, yang seorang dokter, langsung memperhatikan pria tua yang tidak bertopi tadi.


"Kau kenapa? Tiba tiba terdiam. Dan seperti kekurangan oksigen." Ujar pria tua yang bertopi.


"Tidak apa apa, mungkin aku merasa lelah." Ia menutupi dari pria tua yang bertopi.


Tak lama, lift berhenti tepat di lantai paling atas. Pintu lift pun terbuka lebar. Dua pria tua itu, melangkahkan kaki nya untuk keluar dari dalam lift.


Pria berambut blonde, mengeluarkan senyum manisnya.


"Selamat siang Paman dokter. Apa paman mau melihat dokter zoey?" Tanya nya pada pria tua yang memakai topi.


"Kau ini. Memangnya pamanmu ini mau apa lagi kemari? Apa mau menjewer telingamu?" Pria tua yang memakai topi mengeluarkan candanya pada pria berambut blonde.


"Tidak paman. Aku hanya mencoba menyapa paman." Ujar pria berambut blonde.


"Hmmm kau ini." Ujar pria tua yang memakai topi pada pria berambut blonde.


Pria muda berambut blonde. Yang memiliki paras tampan. Melihat ke arah pria tua yang tidak memakai topi.


"Hello paman. Salam kenal" Kata pria berambut blonde kepada pria tua yang tidak memakai topi.


"Ya. Anak muda." Balas pria tua itu.


"Hey, paman tinggal dahulu. Paman ada urusan penting dengan zoey." Ucap pria tua yang juga seorang dokter senior itu.


Pria berambut blonde itu langsung mengangguk. Mengerti maksud pamannya yang juga berprofesi sebagai seorang dokter seperti dirinya.


Kemudian dua pria tua itu melangkahkan kakinya, berjalan menuju pintu ruang khusus pribadi milik zoey.