Rie

Rie
Kejadian Aneh



Malam menyelimuti bumi ini. Tampak di Langit gelap dan kelam yang menyelimuti. Tidak ada bintang atau pun bulan yang menyinari. Bahkan Awan putih pun enggan mewarnai Langit.


Rie berjalan menyusuri jalanan depan rumah sakit. Sedikit lebih cepat ia melangkah. Berhenti di dekat pinggir jalan yang Ada gerobak makanan. Serta beberapa kursi kayu dan meja. Dan ada tenda.


Rie melihat jam yang ada di pergelangan tangannya. Tepat pukul 22.38 malam. Lalu melihat kembali ke arah gerobak makanan tadi. 'Mie Ayam' gumam rie. Lalu ia berjalan mendekati gerobak itu.


"Bapak. Masih ada kah?" Rie bertanya kepada sang penjual. Penjual itu tersenyum "Masih nak. Kebetulan ini tinggal satu porsi mie ayamnya. Mau makan disini nak?" Tanya penjual tersebut. Rie menggangguk menyetujui. Lalu rie berjalan menuju kursi kayu. Rie duduk perlahan. Rie mengambil handphone android nya dari dalam saku jacketnya.


"Huft" Rie melenguh. Merasakan lelah di tubuhnya. Menatap lama pada layar handphone android nya. Kemudian memasukkan kembali handphone itu kedalam saku jacketnya.


Satu porsi mie ayam pesanan rie sudah di hidangkan ke hadapannya. Tapi anehnya, kenapa mie ayam ini tidak berbau wangi. Malah baunya sedikit tengik, hingga terasa mencekik di kerongkongan rie. Rie menepis pikiran anehnya. Lalu ia mengaduk mie ayam itu, dan mengambil sesendok mie ayam untuk dimasukkan ke dalam mulutnya.


Tiba tiba sosok dokter bara sudah berdiri dihadapan rie. Seketika Rie terkejut dengan kehadiran soso dokter bara. Rie melepas sendok tadi. Menatap intens pada sosok dokter bara.


Dokter bara menatap rie dengan tatapan datar dan dingin. Menatap lekat dan tidak berkedip. Lalu sosok dokter bara tersenyum sinis. Rie lalu tidak sengaja melihat mangkuk mie ayamnya tadi. "Apa? Belatung. Rie berbalik melihat ke arah gerobak mie ayam. Menatap sang penjual tadi.


"Rie!" Teriak seseorang. Rie terkejut mendengar nya. Dan rie berteriak kencang "aaaaaaaaa!!!" Teriak rie.


"Hei, ini aku. Mika. Tenanglah. Kau kenapa lari lari di derasnya hujan?" Tanya mika heran.


Rie mengatur nafasnya. Lalu ia mengusap wajahnya yang basah. "Aku tadi melihat iblis mika. Aku benar benar melihat iblis." Ucap rie jelas. Mika mengusap punggung Rie.


"Nanti kau cerita lagi, itu pun kalau kau sanggup rie. Sekarang kita masuk ke kamar. Kau tukar bajumu yang basah ini. Dan aku akan membuat kan Teh hangat." Tawar mika.


Mika lalu menarik tangan rie sambil berjalan masuk ke kamar. Lalu ketika mika ingin menutup pintu terlihat jelas di halaman depan kamar Mess mereka. Sosok dokter bara, terus menatap ke arah mereka. Mika mengernyitkan dahinya. Sedikit terkejut. Dan sedikit takut. Buru buru mika menutup pintu kamar. Menguncinya rapat.


Sosok dokter bara, berdiri jelas didepan halaman Mess. Dengan selalu tatapan dinginnya. Tanpa berkedip, tanpa tersenyum. Hujan lebat yang membasahi bumi pun tidak mampu membasahi sosok itu. Semakin lebat. Semakin kuat. Hingga sosok dokter bara lenyap dari halaman depan kamar Mess rie dan mika.