Rie

Rie
Penjelasan Dokter Zoey



Rie kemudian beranjak dari duduknya. Ia berjalan cepat, melangkahkan kakinya menuju kamarnya. Meninggalkan sang suami sendirian di meja makan.


Dokter zoey tampak tidak bergeming. Ia tetap saja masih di posisi yang sama. Masih duduk di kursi meja makan. Terdiam membisu. Hanya menatap punggung istrinya yang kemudian hilang dari pandangannya.


Dokter zoey menyandarkan tubuhnya. Menghela nafas panjang.


Terlihat kekesalan dan kemarahan terpancar dari sinar matanya. Kesal dengan wanita yang dikatakan rie kepada dirinya. Kesal kepada dirinya sendiri. Seperti yang pernah dokter moza katakan kepadanya kemarin, bahwa ia seharusnya bersikap tegas. Dan apa yang di katakan dokter moza memang benar. Timbul penyesalan dalam hatinya. Andai saja waktu itu ia tidak diam saja. Mungkin ini tidak akan terjadi.


Hal yang tidak ia sangka. Istrinya ternyata bukan hanya bisa melihat para makhluk - makhluk astral. Tetapi juga bisa melepaskan ruh nya dari dalam tubuhnya dan keluyuran kemana saja yang istrinya mau. Sebenarnya ia tidak percaya dengan hal seperti itu. Tapi ternyata itu terbukti, dengan kejadian yang di lihat oleh istrinya adalah kenyataan. Tidak mungkin dokter moza sahabat baiknya yang memberitahukan kepada istrinya bukan? Dokter moza tidak dekat dengan rie. Belum mengenal rie. Jadi mustahil rasanya hal itu terjadi. Tapi, kini ia percaya. Jika tentang hal meraga sukma itu adalah nyata. Ya, kenyataan. Apakah itu termasuk hal mistis? Dalam fikiran dokter zoey. Entahlah. Dokter zoey tidak mau menjadi pusing karena memikirkan hal itu. Nanti takutnya bisa membuat kepalanya menjadi pecah.


Dokter zoey kemudian berdiri dari kursi makan yang ia duduki. Ia melangkahkan kakinya dengan cepat. Ingin menyusul istrinya ke dalam kamar. Ia ingin menjelaskan kesalahpahaman antara ia dan istrinya. Bahwa kejadian yang di lihat rie kemarin, tidak seperti yang rie fikirkan. Ia tidak ingin kesalahpahaman ini menjadi berlarut - larut. Dan bisa membuat fatal hubungan pernikahan ia dan istrinya nanti.


Dokter zoey memegang knop pintu kamar rie. Membuka pintu kamar istrinya.


Untung saja rie tidak mengunci pintu kamarnya dari dalam. Kalau tidak suaminya tidak akan bisa masuk ke dalam kamarnya seperti saat ini.


Dokter zoey memasuki kamar istrinya. Kemudian ia menutup pintu kamar dengan perlahan. Lalu menguncinya.


Tertangkap oleh netra dokter zoey, sosok istrinya yang sedang duduk di atas sofa yang terletak di kamar istrinya.


Rie menatap tajam ke arah suaminya. Seperti kadar kemarahannya semakin meningkat dari tatapan tajamnya. Yang membuat rie kesal, kenapa tadi saat sarapan di ruang makan, ketika pertanyaan rie tentang wanita itu kepada suaminya, tidak langsung di tanggapi oleh suaminya? Kenapa hanya diam? Apakah dugaan rie memang benar? Kalau suaminya ada hubungan dengan wanita itu? Sampai dada rie terasa sesak. Sesak karena menahan kekesalannya.


Dokter zoey mendekati istrinya. Lalu ia duduk di samping istrinya.


Sementara rie, membuang tatapannya kepada dokter zoey. Ia menatap ke arah jendela kamarnya. Dengan tangan yang menyilang di dadanya.


"Sayang, aku akan menjelaskan kejadian yang kau lihat kemarin. Tentang wanita itu." Kata dokter zoey.


Dokter zoey mengusap - usap lengan istrinya. Tapi dengan cepat rie menepis tangan dokter zoey. Membuat dokter zoey sedikit terkejut.


Tapi ia paham, saat ini istrinya sedang terlihat marah. Wajar saja istrinya secara reflek melakukan hal itu. Menepis tangannya.


"Sayang maafkan aku..." Kalimat dokter zoey terputus.


"Apa yang ingin kau katakan padaku?." Tanya rie memutuskan kalimat dokter zoey.


Tetap, pandangan mata rie masih melihat ke arah jendela kamarnya.


"Aku mohon maafkan aku. Aku akan menjelaskannya sayang. Itu tidak seperti yang kau fikirkan." Ucap dokter zoey menjelaskan.


"Hmm... Katakan." Jawab rie.


Rie mendengarkan perkataan suaminya.


"Aku tidak ada hubungan apa - apa dengan wanita itu. Wanita itu adalah dokter baru di hospital. Dia belum banyak memiliki pengalaman. Jadi ia memintaku untuk membimbingnya dalam setiap tindakkan kepada pasien di hospital. Tentu saja aku bersedia. Tapi aku juga terkejut ketika ia menyentuhku." Jelas dokter zoey.


"Lalu?." Tanya rie.


"Aku ini juga wanita. Aku tahu jika wanita itu memiliki rasa kepadamu. Aku bisa merasakan dari tatapannya. Ia berharap kepadamu." Ujar rie.


"Aku tidak tahu kalau dia menyukaiku." Sela dokter zoey.


"Kalau kau suka juga tidak apa - apa. Itu bukan urusanku!". Ungkap rie ketus.


"Sayang jangan begitu. Aku tidak menyukainya. Aku hanya menyukaimu. Sangat mencintaimu. Sangat menyayangimu. Kau istriku. Sulit bagiku dulu ketika aku memperjuangkanmu untuk menjadi istriku. Sampai aku harus terus berusaha meyakinkan agar papa menyetujuinya. Kumohon maafkan aku." Pinta dokter zoey lagi.


"Seharusnya kau bisa menjaga sikap dan perasaanmu, ketika jauh dari pasanganmu." Sindir rie telak.


"Aku mengerti. Maaf sayang. Lain kali ini tidak akan terjadi lagi. Maafkan aku." Rengek dokter zoey.


Di dalam hati, rie tertawa geli ketika mendengar suara suaminya. Bagaimana mungkin seorang dokter zoey yang terkenal dingin bisa bersikap semanja ini dengan dirinya?. Terlihat begitu berbanding terbalik dengan karakter aslinya. Mungkin karena rasa cinta dan sayang yang begitu besar kepada rie, sehingga bisa membuat dokter zoey seperti anak kecil. Merengek?.


Rie mengalihkan pandangannya. Kini ia menatap wajah suaminya. Terlihat kemarahan dari dalam diri rie melalui tatapan matanya perlahan mulai memudar. Seperti ia mulai memaafkan tindakkan suaminya.


Ya, ia merasa harus percaya kepada suaminya. Karena hubungan yang baik akan terbentuk jika pasangan memiliki komunikasi yang baik. Kepercayaan dan transparansi dalam segala hal. Agar hubungan pernikahan berjalan dengan lancar dan baik. Sampai maut yang memisahkan. Tapi, jangan hanya sampai maut memisahkan.


'Bisakah nanti di kehidupan selanjutnya suamiku tetap menjadi milikku?' Keinginan yang terlintas di dalam benak rie.


Terdengar serakah memang. Tapi biarlah. Karena yang rie sadari, rasa cinta untuk suaminya kian bersemi di dalam hatinya.


"Sayang?." Sapa dokter zoey membuyarkan lamunan rie.


"Eh... hmmm... apa?". Tanya rie


"Kau belum menjawabku. Maafkan aku istriku."


Rie menganggukkan kepalanya. Tanda menyetujui permohonan maaf suaminya.


"Iya. Aku memaafkanmu. Tapi jangan ulangi lagi." Ucap rie.


Dokter zoey tersenyum. Menganggukkan kepalanya.


"Iya sayang. Terimakasih." Jawab dokter zoey.


Secara spontan dokter zoey mengecup lembut bibir rie. Ungkapan dari rasa bahagianya. Tapi, seketika rie terdiam. Terkejut dengan perbuatan suaminya yang secara tiba - tiba. Karena mengecup bibirnya.


"Sayang, wajahmu kenapa seperti itu? Apa kau mau aku kecup lagi?." Goda dokter zoey.


Rie tersenyum malu. Lalu memalingkan wajahnya.


"Oh iya sayang. Ketika aku di ruang kantorku, vas bunga kesayanganku terjatuh ke lantai. Padahal posisinya tidak di pinggir meja. Bukankah saat itu ruh-mu sedang ada di ruanganku juga? Bisa kau beri tahu aku tidak kenapa bisa terjatuh? Apa ada makhluk astral yang kau lihat saat di ruanganku sayang?." Tanya dokter zoey tiba - tiba.


Rie melihat suaminya. Lalu ia tersenyum kaku. Memperlihatkan sederet gigi putihnya yang rapi.