
Terasa suasana hening sejenak. Di ruang pribadi khusus dokter zoey. Tidak ada percakapan, antara rie dan dokter zoey. Rie, dengan terpaksa mengarahkan pandangan matanya ke wajah dokter zoey.
"Bisa tolong buka kan pintu itu untukku? Aku hari ini masuk shift siang. Dan aku sudah sangat telat 45 menit." Pinta rie datar kepada dokter zoey.
Dokter zoey menggeser telpon, dan menekan tombol telpon untuk ke ruang khusus bagian rie ditempatkan di hospital itu.
"Hallo selamat siang. Dengan Dokter obgyn Weka disini." Ucap dokter itu.
"Weka, Aku dokter zoey." Jelas dokter zoey tegas.
"Iya pak dokter zoey. Maafkan saya. Ada yang bisa saya bantu Pak kepala? Saya akan segera melaksanakan perintah yang bapak titah kan ke saya pak" Jawab dokter Weka sedikit bergetar.
"Aku akan mengatakan padamu weka. Bidan rie yang menjadi anggota mu di ruanganmu hari ini dan seterusnya tidak bisa melanjutkan pekerjaan nya lagi. Aku pecat dia. Keluarkan surat pemecatan bidan rie saat ini juga!" Perintah dokter zoey keras
Dokter weka sangat terkejut mendengar suara tegas dari dokter zoey. Tentu saja sangat terkejut, karena semua orang tau bagaimana sikap dan watak dokter zoey. Tapi, dokter weka berusaha untuk tetap bersikap normal dan profesional.
"Baik pak kepala, akan segera saya lakukan perintah yang pak dokter titahkan kepada saya." Jawab jelas dokter weka tanpa bertanya apa penyebab nya kepada dokter zoey. Takut memang dia ingin bertanya tentang hal apa dan kenapa, dokter zoey yang sangat mereka hormati dan sangat mereka takuti bisa langsung memecat bidan rie yang baru saja lepas dari pegawai percobaan selama tiga bulan.
"Pak kepala, apa ada hal yang lain, yang bisa saya laksanakan lagi sesuai dengan perintah yang pak kepala titahkan kepada saya?" Tanya dokter weka teliti.
"Tidak. Itu saja. Baiklah, terimakasih weka. Aku akan mematikan sambungan telepon kita. selamat siang" kata dokter zoey.
"Baik pak kepala. Selamat siang kembali" Sapa dokter weka lembut. Dan sambungan telepon mereka pun terputus.
Dokter zoey, menatap kembali ke rie. Menatap wajahnya, matanya secara lekat dan seksama. Kemudian dokter zoey tersenyum sinis kembali.
"Rie. Sudah ku katakan padamu. Aku ingin berbicara padamu. Sejak setahun lalu. Tapi, kau selalu mengabaikan ku. Dan tak pernah melihat ku." Kata dokter zoey.
Rie menelan paksa ludahnya. Dan mencoba menahan amarah dan perasaan sedihnya yang hampir pecah menjadi derai air mata. Yang bercampur menjadi satu.
"Kau tidak mengenal ku rie? Apa perlu kau mendengar perkenalan ulang dari mulutku gadis kecil?" Ucap zoey penuh penekanan.
Rie mulai tersentak hingga mulutnya ternganga. Kemudian dengan cepat rie menutup nya kembali.
”Masih belum mengingatku adik kecil bayi? Barbie kecil?” Tegas dokter zoey lagi.
"Ka.. ka.. kakak tua?" Tanya rie terbata.
"Aku bukan kakak tua gadis kecil” Jelas zoey lagi.
”Kakak... kakak muka datar." Ucap rie terkejut.
Dokter zoey tersenyum tipis. "Ya... Dan kita sudah bertemu kembali gadis kecil bayi" Tawa renyah keluar dari mulut dokter zoey.
Rie hanya terdiam terpaku. Bingung, terkejut, serta kesal yang telah menguasai tubuh dan pikiran rie saat ini.