Rie

Rie
Terbongkar



Sosok ruh rie menatap lekat sosok ruh dokter bara. Ia masih menunggu jawaban dari sosok ruh dokter bar.


"Bisakah kau menjawab pertanyaanku kak?". Rie mulai mencecar sosok ruh dokter bara.


"Dia.... Aku tidak tahu." Jawab sosok ruh dokter bara santai.


Sosok ruh rie mengerenyitkan keningnya. Mencari kejujuran lewat tatapan indera penglihatan sosok ruh dokter bara.


"Kau tidak membohongiku kan kak?". Tanya sosok ruh rie ingin meyakinkan.


Sosok ruh dokter bara menggelengkan kepalanya.


"Aku tidak berbohong." Jawab sosok ruh dokter bara singkat.


Sosok ruh rie melipat kedua tangannya di dekat ulu hatinya.


Matanya tajam menatap sosok ruh dokter bara. Ingin mencari keraguan yang ada di diri sosok ruh dokter bara. Tapi ia tetap tidak bisa menemukannya.


"Lantas kenapa gadis kecil itu memanggilmu dengan sebutan papa?". Cecar sosok ruh rie lagi.


Sosok ruh dokter bara tersenyum sinis.


"Memangnya kenapa lanny riecha? Apa kau cemburu?". Tanya sosok ruh dokter bara mulai menggoda.


Wajah sosok ruh rie mulai cemberut.


"Ish... Untuk apa aku cemburu?". Tanya sosok ruh rie sedikit ketus.


Sosok ruh dokter bara tampak terkekeh geli.


"Kalau kau tidak cemburu kenapa kau mencecarku terus dengan pertanyaanmu itu? Lihatlah wajahmu, sepertinya kau sedang kesal kepadaku." Ujar sosok ruh dokter bara.


Fikiran rie sebenarnya sedikit melayang-layang. Ia seperti menangkap sesuatu yang ganjil dalam benaknya.


"Tapi ku pikir-pikir gadis kecil tadi sangat mirip denganmu wajahnya kak. Seperti dirimu versi perempuan." Ucap sosok ruh rie.


Kemudian rie tertawa terpingkal-pingkal. Sampai telapak tangan kanannya menyentuh perutnya.


"Kau ini ada-ada saja. Jangan berlebihan. Sudahlah, aku malas membahas sosok ruh gadis kecil tadi." Ucap sosok ruh dokter bara.


Raut wajahnya mulai kelihatan serius. Lalu sosok ruh rie tiba-tiba saja menghentikan tawanya.


"Kakak. Ada sebenarnya yang ingin aku tanyakan kepadamu." Kata rie lirih.


Sosok ruh rie dan sosok ruh dokter bara tiba-tiba saja sudah berpindah di bawah pohon rindang. Tepat di pinggir halaman hospital.


Sosok ruh dokter bara menyandarkan tubuhnya di batang pohon rindang itu. Lalu memasukkan kedua tangannya ke dalam kantong celana yang melekat di tubuh bagian bawah sosok ruh dokter bara.


Matanya menatap sosok ruh rie dengan intens.


"Apa yang ingin kau tanyakan padaku?" Tanya sosok ruh dokter bara.


"Tapi kakak jangan marah padaku ya." Pinta sosok ruh rie.


"Hmm..." Kata sosok ruh dokter bara sedikit dingin.


Kedua netra rie menatap mata sosok ruh dokter bara dengan tatapan serius.


"Boleh kah aku tahu? Kakak kenapa bisa sampai koma?" Tanya sosok ruh rie akhirnya.


Sosok ruh dokter bara tersenyum simpul.


"Sepertinya kau sangat penasaran dengan keadaanku. Aku yakin kau sangat merindukanku kan?". Ucap sosok ruh dokter bara.


"Kakak aku serius." Kata sosok ruh rie.


"Apa? Kenapa kau bisa kecelakaan? Apa kau membawa kendaraanmu dengan ugal-ugalan?". Tanya sosok ruh rie.


Sosok ruh dokter bara mengeluarkan kedua telapak tangannya yang ia selipkan ke dalam kantung celananya. Kemudian ia melipat kedua tangannya ke dada bidang miliknya.


"Bisa di bilang seperti itu. Tapi aku memiliki alasan kuat untuk melakukan yang seperti kau katakan." Terang sosok ruh dokter bara.


Sosok ruh rie terlihat semakin serius.


"Alasan apa kak?" Tanya sosok ruh rie lagi.


Sosok ruh rie tersenyum tipis.


"Ya ampun. Kau ini. Sepertinya kau benar-benar serius ingin tahu. Rasa penasaranmu terlalu besar." Ujar sosok ruh dokter bara.


"Memangnya tidak boleh? Aku hanya ingin tahu." Jawab sosok ruh rie.


"Jika kau tahu yang sebenarnya apa kau tidak akan terkejut?". Tanya sosok ruh dokter bara.


Sosok ruh rie menggelengkan kepalanya cepat.


"Tidak. Aku rasa, aku tidak akan terkejut." Jawab sosok ruh rie.


"Hmmm..." Kata sosok ruh dokter bara.


Seketika sosok ruh rie menyentuh tangan sosok ruh dokter bara. Menggoncang goncang tubuh sosok ruh dokter bara pelan.


"Cepatlah kakak. Katakan padaku." Rongrong sosok ruh rie memaksa.


"Sebenarnya cerita hidupku tidak seindah yang orang-orang nilai. Aku memiliki luka yang sangat dalam di hatiku. Sehingga membuat diriku terpuruk." Sosok ruh dokter bara mulai membuka cerita.


"Lalu?" Tanya sosok ruh rie semakin penasaran.


"Sekitar hampir beberapa tahun aku masih larut dalam keterpurukanku. Hingga aku menyadari kebodohan diriku. Lalu aku mulai bangkit dari keterpurukkanku dan mengubur masa lalu yang sangat pahit bagiku. Yang menyebabkan luka di dalam hatiku itu." Sambung sosok ruh dokter bara.


"Terus?". Tanya sosok ruh rie lagi.


"Lalu tanpa aku sadari, aku telah jatuh hati pada seseorang. Jauh sebelum masa lalu yang memberikan aku luka itu, aku sudah jatuh hati padanya. Sejak aku masih remaja. Dan aku sangat dekat dengan seseorang yang mencuri hatiku itu." Lanjut sosok ruh dokter bara.


"Lalu apa hubungannya dengan kejadian nahas yang kau alami kak?". Cecar sosok ruh rie.


Sosok ruh dokter bara menghela nafasnya.


"Saat itu aku masih di Newyork. Tapi aku mendengar kabar berita. Kalau seseorang yang telah mencuri hatiku itu akan dipersunting oleh pria lain. Yang aku sangat kenal dengan pria itu. Aku tidak mau mengalami kehancuranku untuk yang kedua kalinya. Sehingga aku memutuskan untuk pulang ke Negara Indonesia. Untuk menghentikan pernikahan seseorang yang telah mencuri hatiku itu." Cerita sosok ruh dokter bara lagi panjang lebar.


"Dan?" Sosok rie menuntut lanjutan cerita dari sosok ruh dokter bara.


"Ketika aku sudah sampai di bandara Negeri ini, teman baikku menjemputku. Namun karena sikapku yang terlalu ceroboh, aku meninggalkannya di bandara sendirian. Aku membawa mobil milik temanku. Karena saat aku tiba, tepat hari itulah pernikahannya akan di gelar. Aku tidak ingin terlambat. Sehingga aku mengendarai mobil temanku dengan kecepatan penuh. Tanpa aku sadari, aku tiba tiba saja sudah berada di hospital ini. Dengan keadaanku seperti yang kau lihat saat ini. Jelas aku mengalami kecelakaan hebat. Dan sampai detik ini aku masih tidak bangun dari tidur panjangku." Sosok ruh dokter bara menyelesaikan ceritanya.


Terlihat sosok ruh rie yang sedang tertegun. Seperti terperanjat setelah mendengar cerita tentang kejadian yang dialami oleh sosok ruh dokter bara.


"Lalu? Wanita itu bagaimana? Apa dia sudah tahu dengan keadaanmu kak? Kau tidak apa-apa kan kak?". Tanya sosok ruh rie terus.


Sosok ruh dokter bara tersenyum tipis. Kemudian ia menatap wajah rie.


"Awalnya dia tidak tahu dengan keadaanku. Tapi akhir-akhir ini sepertinya dia sudah mengetahui kalau aku sedang mengalami koma." Ujar sosok ruh dokter bara.


"Kak. Apa aku boleh tahu siapa wanita itu? Biar aku bisa membantumu saat nanti aku sudah kembali ke dalam ragaku." Tawar sosok ruh rie.


"Aku rasa kau tidak perlu membantuku untuk mencari wanita yang telah mencuri hatiku itu. Karena dia sudah ada di hadapanku saat ini." Tukas sosok ruh dokter bara.


"Apa?!" Teriak sosok ruh rie terkejut.