Rie

Rie
Shakira...



"Tunggu disini sayang. Mommie ingin membeli bunga di Kios seberang sana. Tunggu es krim mu jadi. Dan tunggu mommie kembali kesini. Jangan kemana mana ya." Perintah seorang wanita usia tiga puluhan kepada seorang anak dengan nada lembut. Anak kecil itu hanya mengangguk tanda mengerti.


Wanita itu kemudian berjalan pelan menyebrangi jalanan yang tak terlalu ramai. Melangkah kan kakinya dengan cepat menuju kios bunga yang ada di sebrang jalan. Menyapa ramah sang pemilik kios bunga. Memilih milih bunga yang biasa di beli nya.


Terlihat akrab dengan sang penjual. Yang memang biasa didatanginya seminggu sekali. Meraih Tas selempang nya, mengambil beberapa lembar uang seratus ribuan lalu menyerahkan nya kepada sang pemilik kios.


Sementara sang pemilik kios tengah mengemas bunga milik sang wanita. Ia menyibakkan rambutnya yang tergerai. Rambut lurus hitam legam sepanjang pinggangnya. Tersenyum kala sang pemilik kios memuji kecantikan nya. Walau ia telah memiliki anak, masih saja terlihat seperti gadis berumur 18 tahun.


Seorang gadis kecil meraih es krim yang di berikan sang penjual kepada dirinya. Dan ia pun tersenyum manis menerima es krim yang dipesankan oleh wanita tadi. "Terimakasih opa" Ujarnya kepada sang penjual, disambut senyum manis oleh sang penjual es krim itu. "Sama sama nak" Jawabnya lembut.


Gadis kecil itu membalikkan tubuhnya. Melihat ke seberang jalan, ke arah kios. Dimana ibu nya sedang berada. Tersenyum bahagia sambil menjilat es krim Vanila and chocolate kesukaan nya. Sedikit menjauh dari kios es krim. Berjalan tanpa melihat sampai tersenggol tubuh seorang laki laki tinggi besar. Dengan kepalanya yang licin. Memakai celana kain dan kemeja hitam.


Sontak gadis kecil itu terkejut dan menjatuhkan es krim nya. Terkejut melihat pria yang ada di hadapannya. Dengan mata berkaca kaca yang hampir pecah. Menatap takut terhadap pria itu. Memenggang boneka Teddy bear dengan kedua tangannya. Berjalan mundur, lalu berlari kearah jalan raya. Hendak menyeberang menyusul ibunya. Ibunya yang sedang membeli bunga di Kios seberang.


Namun, decitan suara mobil terdengar jelas di telinga seluruh orang yang ada di lingkungan itu. Menatap ke arah jalan dengan terkejut, panik dan berteriak. Melihat seorang gadis kecil dengan gaun lolita dan boneka teddy bear itu. Tergeletak di tengah jalan, dengan darah yang bersimbah.


Ya. Gadis kecil itu telah tak sadarkan diri. Kala ingin menghampiri ibunya dengan ketakutan nya. Tertabrak oleh kendaraan roda 4, yang melintas di jalanan tersebut.


Seketika wanita itu, sang ibu sontak melihat ke arah jalan. Terkejut, menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. Linangan air mata pun jatuh membasahi pipi mulusnya. Suara yang tercekat di kerongkongan nya dapat terlepas dari lidahnya. sambil berlari menuju ke arah dimana gadis kecil itu tergeletak.


"Shakiraaaaa!....." Teriaknya kencang. Wanita itu terduduk di dekat tubuh mungil sang putri tergeletak. Menangis melihat anaknya. Berteriak histeris seperti orang yang tidak dapat lagi mengendalikan kewarasannya. Bukan ia tidak waras, hanya saja ia terkejut, terpukul kala melihat gadis kecilnya tergeletak ditengah jalan, dengan darah yang bersimbah mengotori gaun lolita hitam yang dikenakan gadis kecil itu. Hingga suara mobil ambulance membubarkan kerumunan orang yang hendak melihat kejadian yang barusan.