Rie

Rie
Hari Pernikahan Dokter moza Dan Mika



Hari ini adalah hari pernikahan mika dan dokter moza. Hari bahagia bagi kedua pasangan yang akan bersatu dalam ikatan sakral. Hari yang memang telah di nanti oleh dokter moza. Dimana dirinya akan mempersunting mika untuk menjadi istrinya. Pendamping hidupnya.


Namun tidak bagi mika. Hari ini bukan hari yang bahagia untuknya. Justru menjadi hari terburuk dalam hidupnya. Ini bukan pernikahan yang ia inginkan.


Biasanya dua sejoli memutuskan untuk menikah karena dilandasi atas rasa saling mencintai dan menyayangi. Dan akan memutuskan untuk melakukan pernikahan agar mereka saling memiliki lebih jelas. Sah di mata agama dan diakui di mata Negara.


Pernikahan ini terjadi bukan karena mika dan dokter moza saling mencintai. Tapi terjadi karena kecelakaan yang memang sengaja di lakukan oleh dokter moza kepada calon istrinya. Akibat rasa egoisnya kepada mika.


Kenapa?


Yah, karena mika seperti meremehkan dirinya dan tidak mengenal dirinya saat kejadian buruk itu terjadi.


Dokter moza yang juga merupakan salah satu sosok terkenal di hospital dan di perebutkan oleh kaum hawa yang masih lajang di hospital itu membuat dirinya menjadi sedikit lebih angkuh. Tapi keangkuhan itu sedikit tercoreng karena seorang wanita yang sama sekali tidak tertarik dengan dirinya. Bahkan tidak mau tahu tentang dirinya dan juga tidak mengenalnya.


Tentu saja hal itu membuat dokter moza merasa tidak terima, dan ia saat itu berfikir ingin menaklukkan seorang mika. Ingin memiliki mika seutuhnya. Karena menurutnya mika memiliki kepribadian yang menarik dalam pandangannya.


Namun cara yang di tempuh dokter moza terlalu terburu - buru dan jelas saja sangat salah. Bukan seperti itu yang harusnya dia lakukan. Sehingga membuat mika menjadi trauma dan tumbuh rasa benci yang kian membesar.


Mika yang notabenenya adalah seorang wanita baik - baik di mata khalayak ramai yang mengenalnya kini menjadi tercoreng di matanya sendiri. Tapi ini sudah menjadi takdirnya dan harus diterima dengan ikhlas oleh dirinya sendiri. Suka atau tidak suka ia harus mau menerima dokter moza untuk menjadi suaminya. Entah akan menjadi suaminya selamanya atau hanya suami sementara. Jauh di dalam lubuk hatinya, mika hanya pasrah dengan kenyataan yang di hadapinya saat ini.


Alan dan shane telah mempersiapkan dengan sempurna untuk hari pernikahan mika. Terlihat suasana di ruang pernikahan untuk mika yang terjadi di sebuah hotel bintang lima sangat ramai. Semua para tamu undangan dan keluarga mika serta keluarga dari dokter moza telah hadir di ruang yang akan berlangsung resepsi pernikahan mereka.


Tidak membutuhkan waktu lama, dokter moza telah mengucapkan ikrar janji suci atas pernikahannya yang di saksikan oleh seluruh tamu dan keluarga mereka yang turut hadir di ruang itu. Akhirnya kini status dokter moza sah menjadi suami dari mika.


Terlihat raut wajah bahagia yang terpancar dari muka dokter moza. Tapi mika tidak merasakan hal yang sama. Baginya ini menjadi mimpi buruk terbesar dalam hidupnya. Hal yang tidak pernah ia bayangkan. Tidak pernah ia impikan.


Kini dokter moza dan mika tampak telah duduk bersanding di bangku pelaminan. Tiada henti mereka diberikan ucapan selamat oleh para tamu yang diundang di hari pernikahan mereka.


Hari ini juga menjadi hari patah hati bagi kaum hawa. Kaum hawa yang juga berprofesi sebagai tenaga medis di hospital tempat dokter moza bekerja. Dimana mereka yang selalu mencari perhatian dokter moza agar tertarik pada mereka. Namun, mereka tetap datang ke resepsi pernikahan pujaan hati mereka guna mengucapkan selamat untuk dokter moza dan mika. Mau tidak mau mereka harus menerima kalau dokter moza telah memilih tambatan hatinya. Walau sebenarnya rasa cinta itu belum terlalu besar tumbuh di dalam hati dokter moza.


Di meja untuk tamu paling depan yang memang dikhususkan untuk keluarga inti dari kedua mempelai terlihat alan, rie, dokter zoey, shane, monita dan leah tengah berbincang.


Pandangan mika terjatuh pada keluarganya yang sedang duduk berkumpul di meja khusus itu. Tertangkap oleh netranya seorang wanita yang asing. Yang menjadi pertanyaan dalam benak mika. Siapakah gerangan wanita yang duduk di antara ayah dan ibu kandungnya itu? Wajahnya seperti tidak asing di mata mika. Seperti ia pernah bertemu. Namun mika lupa ia bertemu wanita itu dimana. Kenapa ia tidak mengetahui jika wanita yang ia lihat itu adalah keluarganya juga? Kenapa paman tidak memberitahunya?


'Wajahnya mirip ibu kandungku.' Gumam mika.


Dokter moza tengah memperhatikan istrinya. Tanpa ia sadari apa yang telah di lihat oleh istrinya. Terlihat istrinya seperti sedang melamun dengan tatapan yang sedikit kosong. Hingga ia menyapa sang istri.


Sontak mika terkejut seketika. Mendengar ucapan dari dokter moza.


'Apa? Sayang? Dia memanggilku sayang? Apa dia sudah gila memanggilku seperti itu? Ini belum selesai resepsi pernikahan kami, belum satu hari. Dan dia sudah memanggilku 'sayang'? Yang benar saja?!". Kalimat yang mika ucapkan di dalam hatinya.


Suka tidak suka akhirnya mika memberikan senyuman manis kepada suaminya. Dan hal itu tentu saja membuat detak jantung dokter moza menjadi berdetak lebih cepat dari detak normalnya.


Di meja khusus untuk keluarga sang mempelai seorang wanita tengah melihat ke arah kedua mempelai yang sedang duduk di pelaminan. Tidak ada senyum bahagia dari wajahnya. Yang ada hanya senyuman sinis terukir di wajah miliknya. Leah monica ramsley. Wanita itu adalah leah. Kakak kandung dari mempelai wanita. Mika.


Tapi tatapan tajam dan sinisnya bukan tertuju untuk sang adik. Melainkan untuk suami dari adiknya yang otomatis secara langsung sudah menjadi adik ipar leah.


"Daddie, mama. Maaf leah tidak bisa terlalu lama disini. Leah harus kembali ke hospital. Shakira tidak ada yang menjaga. Paman, rie, zoey, aku izin untuk pamit." Ucap leah.


Mereka menganggukkan kepala kepada leah. Leah lalu berdiri dari kursi yang ia duduki. Berjalan meninggalkan keluarganya. Melangkahkan kakinya untuk menuju ke panggung pelaminan tempat dimana pengantin tengah berada.


Kedatangan leah sontak membuat dokter moza terkejut. Ia menatap leah. Leah hanya tersenyum sinis melihat dokter moza.


Dokter moza bukan tidak mengenal leah. Tapi dia sangat mengenal leah. Sangat kenal.


Leah menyodorkan telapak tangannya untuk memberikan selamat. Dokter moza menyambut tangan leah.


"Selamat moza atas pernikahanmu. Aku titip adikku. Jaga dia baik- baik. Jangan kau kecewakan adikku." Ucap leah dengan suara kecil. Tapi tetap terdengar oleh mika.


Dokter moza hanya menganggukkan kepalanya tanpa mengeluarkan suaranya.


'Kakak? Apa aku punya kakak?' gumam mika saat menatap leah.


Leah menghampiri mika. Lalu ia menatap wajah mika dengan tatapan sendu. Secara reflek ia memeluk mika. Lalu melepaskan pelukkannya.


"Hello adikku. Aku leah, kakak kandungmu. Kakak ucapkan selamat atas pernikahanmu. Semoga kau bahagia sayang. Maaf kakak tidak bisa terlalu lama disini. Kakak harus kembali ke hospital. Lain waktu kita bertemu kembali ya adikku sayang." Ujar leah kepada mika.


Mika hanya mengangguk. Mulutnya seperti terkunci. Tidak ada sepatah katapun yang mampu ia ucapkan.


Leah berlalu pergi meninggalkan panggung pelaminan setelah mencium pipi adiknya. Menghilang dari ruang resepsi pernikahan mika dan dokter moza.