
"Leah Monica Ramsley!." Teriak seorang wanita kepada leah.
"Mama." Panggil Leah kepada wanita yang tidak lain adalah ibu kandungnya.
Monita Bona adalah ibu kandung dari leah. Seorang aktris ternama di Holywood. Di dunia tentunya Aktris papan atas dan juga aktris senior.
Ia merupakan seorang pemain film dan model ternama. Bahkan ia juga sedang berkecimpung di dunia tarik suara. Semakin tua umur monita malah membuatnya semakin sukses dan berjaya di dunia entertaiment.
Bahkan, parasnya yang cantik tidak persis seperti usianya yang hampir menginjak usia 60 tahun. Monita ibu kandung dari leah malah terlihat seperti wanita yang berusia 38 tahun.
Tentu saja ia terlihat cantik. Karena ia tidak pernah meninggalkan serangkaian perawatan khusus untuk tubuhnya. Terutama kulit di wajahnya.
Monita saat ini berada di hadapan leah anak semata wayangnya.
Terlihat urat-urat halus yang menengang serta kulitnya yang semakin terlihat merah. Tanda ia sedang di baluti oleh kemarahan yang amat merasuki seluruh tubuhnya, otaknya, bahkan hatinya paling terdalam.
Bagaimana ia tidak semarah ini? Ia menemukan sebuah alat tespack bergaris dua. Tanda kalau pemilik tespack ini tengah berbadan dua. Dan monita menemukan alat ini di kamar anak semata wayangnya. Leah Monica Ramsley.
Seperti guntur dan petir yang menggelegar di hari yang cerah. Padahal tidak disertai dengan hujan lebat yang turun kepermukaan bumi. Seperti itulah gambaran ekspresi dari monita kepada leah.
Leah tentu saja terkejut. Bingung melihat ibu kandungnya yang tiba - tiba menunjukkan sikap arogansinya di hadapannya.
Hingga kini mulai timbul pertanyaan - pertanyaan yang berputar - putar di dalam benak leah. Dalam fikirannya. Terasa kalut mulai menemani jiwa leah.
'Mama kenapa? Memang apa yang kulakukan hingga mama begitu murka terhadapku? Mama sampai berteriak?." Benak leah.
Monita melangkahkan kakinya. Makin mendekatkan posisi tubuhnya ke leah anaknya.
"Kau jelaskan pada mama leah. Ini apa?." Tanya monita sambil mengangkat tangannya yang tengah memegang sebuah benda tespack. Mengarahkan kepada leah.
" Mama menemukan ini di kamarmu!" Bentak monita kesal.
Leah menundukkan kepalanya. Air matanya kini mulai mengalir keluar dari kedua kelopak matanya.
Ada ketakutan yang bersarang di dalam hatinya. Takut atas kemurkaan dari ibunya nanti untuk dirinya. Takut ibu nya akan berbuat sesuatu yang bisa menekan mentalnya dan merusak kebahagiaan yang sedang di kecap oleh leah kini.
"Mama. Maafkan leah. Leah hamil." Ucap leah pilu.
Seperti di sambar kilat. Monita serasa kakinya rapuh. Tak kuasa ia menahan sakit di dalam hatinya. Monita menatap leah tajam. Menunjuk wajah leah dengan telunjuk tangan kirinya.
"Kau memang tidak berguna. Bagaimana mungkin kau bisa mencoreng nama keluarga kita? Jika publik sampai tahu tentang berita ini, maka karirmu akan hancur. Tentu saja itu juga akan merusak reputasi mama dan daddie-mu. Apa kau tidak berfikir dengan benar? Dimana otakmu saat kau melakukan tindakkan fatal ini leah monica ramsley?!" Teriak monita membabi buta.
Air mata leah terlihat semakin deras. Ada perasaan bersalah yang melingkar di dalam dada-nya.
"Mama aku..." Ucap leah terputus.
"Mama tidak ingin mendengar sepatah kata pun yang keluar dari mulutmu saat ini. Mama akan membereskan masalah ini. Kau akan mama sembunyikan dari khalayak ramai. Mama akan membawamu ke tempat asal mama. Sampai anak itu lahir." Jelas monita kepada leah.
"Tapi mama? Leah..." Ucap leah lagi terputus.
"Jangan membantah mama! Kau ikuti semua yang sudah mama putuskan!" Teriak monita penuh arogansi.
Leah hanya bisa terdiam. Hal yang sangat ia takuti dari mama nya kini benar - benar menjadi kenyataan. Di mana setiap tindakkan dan perbuatan dari mama-nya yang tidak bisa di ganggu gugat oleh siapa pun. Walau pun orang itu adalah daddie nya leah atau dirinya sendiri yang sebagai anak kandung dari monita.
Monita memerintahkan bodyguard-nya untuk menjaga leah, sementara ia yang hendak mengurus semua yang telah monita rencanakan untuk anaknya leah.