
Hari ini, tepat 6 bulan shakira di rawat di hospital. Sejak kejadian kecelakaan itu, saat sebuah mobil menabrak tubuh mungil shakira. Dimana shakira tengah berlari hendak menuju ketempat ibunya yang sedang membeli bunga.
Sebenarnya saat itu shakira habis membeli es krim. Padahal titah dari ibu kandungnya, shakira harus tetap 'stay' ditempat gerobak yang menjual es krim. Menunggu ibunya di situ. Tapi karena ada seorang pria yang memiliki kepala plontos. Dengan gaya seperti artis 'pitbull', yang menghampiri shakira dan bertanya kepada shakira. Membuat shakira panik dan ketakutan. Hingga shakira langsung diserang amnesia dadakan. Lupa akan titah dari sang ibu tadi kepadanya. Membuat gadis mungil itu secara reflek berlari dari tempat ia berdiri. Berlari melintasi jalanan, hendak menuju ketempat ibunya diseberang jalan. Yang sedang berada di kios bunga.
Tapi celakanya, shakira mendapat kemalangan. Tiba - tiba saja sebuah mobil yang tengah melaju menabrak shakira di tengah jalan raya. Saat shakira tengah menyebrang jalan dengan berlari. Hingga membuat ibu kandungnya reflek melihat ke arah jalan raya. Dan tersadar itu adalah anak gadisnya. Gadis kecil yang mungil, lucu dan imut. Membuat ibu kandung shakira berteriak histeris. Berlari ke arah tempat kejadian. Berteriak sambil menangis kencang.
Sementara, supir yang membawa mobil yang menabrak shakira kabur dari tempat kejadian. Ini menjadi kasus tabrak lari. Dan kasus ini sedang di tangani oleh pihak yang berwajib. Dan orang yang menabrak shakira sedang menjadi target buronan oleh pihak yang berwajib.
Shakira yang langsung di larikan ke hospital, yang sedang dalam keadaan kritis, sudah ditangani oleh tenaga kesehatan di hospital itu. Kebetulan tempat kejadian shakira kecelakaan dekat dengan hospital terbaik di kota itu. Tentu saja tubuh gadis mungil itu secepatnya di larikan ke rumah sakit terdekat. Agar segera dapat penanganan dan bisa terselamatkan.
Dan team medis, para tenaga kesehatan yang menangani shakira berhasil menyelamatkan gadis kecil itu. Shakira pun telah melewati masa ktritisnya.
Tapi sangat disayangkan, shakira gadis kecil mungil nan cantik itu mengalami koma. Belum sadar dari tidurnya pasca kecelakaan yang ia alami.
Hingga tepat hari ini, sejak kejadian kecelakaan itu, shakira juga belum siuman.
Shakira dirawat di ruangan khusus. Dengan beberapa alat medis yang menempel di tubuh mungilnya. Untuk membantu shakira tetap bertahan hidup.
Ibu kandung shakira, tengah berdiri di depan kaca ruang khusus perawatan tempat dimana tubuh anaknya berada. Menatap puterinya secara lekat dari balik kaca. Dengan linangan air matanya yang terus berderai dengan derasnya. Tampak ia terisak - isak.
Seorang wanita yang hampir mendekati usia 60 tahun, berjalan di koridor rumah sakit. Dengan beberapa pria berjas hitam yang mengiringi wanita itu.
Wanita itu melihat ke arah ujung koridor. Tertangkap oleh netranya, seorang wanita yang tengah menatap ke ruang khusus dari balik kaca ruang itu. Yang tengah menangis tersedu - sedu.
Wanita tua yang tampak terlihat seperti usia 40 tahun itu, menghampiri wanita yang tengah menangis.
"Leah monica ramsley. Sayang." Sapa wanita tua itu yang ternyata adalah monita bona. Ibu dari Leah monica ramsley.
Yah, wanita yang sedang menangis tersedu itu adalah leah monica ramsley. Ibu kandung dari shakira.
Leah menjatuhkan pandangannya kepada monita, nenek kandung dari shakira. Ibu kandung dari leah.
Monita mengusap kedua pipi mulus anaknya. Menghapus air mata anaknya. Kemudian memeluk leah anaknya dengan erat.
Leah makin menangis kencang di pelukan monita. Monita mengusap - usap punggung leah. Bermaksud menenangkan puterinya dari derita yang sedang hinggap di-diri leah.
Leah melepaskan pelukan ibunya. Netra mereka saling beradu pandang.
Ada kerinduan yang mendalam dari diri monita kepada leah. Dan perasaan bersalah kepada leah.
Monita baru saja tiba dari perjalanannya. Penerbangan dari Newyork ke Indonesia. Ia khawatir pada kondisi cucunya shakira. Dan kondisi puterinya leah.
Tapi, semua telah terjadi. Dan waktu tidak bisa diputar kembali ke awal bukan?
"Leah sayang. Maafkan mama. Jangan menangis terus nak." Monita sambil menyentuh kedua pipi leah dengan kedua telapak tangannya.
Leah menyentuh salah satu punggung telapak tangan monita.
"Anak leah. Shakira." Ucapnya parau.
Lagi, air mata kembali mengalir dari kedua kelopak matanya. Monita kembali mengusap pipi leah.
"Mama faham sayang. Tenangkan dirimu anakku. Kita harus berdo'a terus, agar shakira bisa segera siuman. Kita harus yakin pada Yang Kuasa sayang." Monita menenangkan leah.
"Mama, sulit bagiku menerima keadaan ini. Leah merasa tidak sanggup." Ucap leah lagi.
Monita merangkul leah.
"Leah, kau tidak boleh berkata seperti itu. Kata - kata itu adalah sebuah do'a. Kau seorang ibu. Seharusnya kau harus optimis, harus yakin. Keluarkanlah kata - kata yang positif. Mama juga ingin melihat shakira segera siuman. Shakira adalah cucu kandungku." Ujar monita.
Leah menganggukkan kepalanya. Menuruti perkataan ibunya. Sebagai motivasi bagi dirinya.
Leah mengusap kedua pipinya. Menghapus bekas - bekas air matanya yang menempel dikulit mulusnya. Tampak kedua matanya yang sembab. Dan kedua kelopak matanya yang bengkak akibat tidak ada henti ia terus membiarkan air matanya mengalir terus. Yang selalu meratapi keadaan anak gadisnya. Gadis kecil mungilnya. anak perempuan satu - satunya. Shakira.
Netra kedua wanita itu, ibu kandung dan nenek kandung shakira, menatap ke arah tubuh shakira berada. Berharap akan keajaiban segera terjadi. Agar puteri leah dan cucu dari monita segera sadar dari komanya. Segera siuman dari tidur panjangnya. Dimana tepat hari ini, sudah 6 bulan shakira terbaring di hospital itu.
Kedua mata monita tampak mulai berkaca - kaca. Tentu saja ia ingin menangis. Melihat cucunya terbaring dalam keadaan koma di atas tempat tidur. Di hospital ini. Membuat hatinya sangat pilu. Tapi, ia enggan membiarkan air dari dalam matanya pecah mengalir keluar. Agar puterinya leah menjadi kuat. Tidak rapuh.
Di lorong koridor, tempat dimana leah dan monita tengah berada, terdengar langkah kaki berjalan mendekati mereka berdua. Semakin dekat dan jelas langkah kaki itu mengisi gendang telinga leah dan monita. Hingga langkah kaki itu tidak terdengar kembali.
Tapi, sosok tubuh tinggi. Seorang pria tua yang masih terlihat gagah dengan ketampanan yang tidak luntur dari garis - garis wajahnya. Seorang pria blasteran. Tapi lebih kental bentuk wajah 'Eropa' yang terlukis didirinya. Sosok itu berdiri di belakang monita dan leah. Menatap kedua wanita itu. Kemudian melihat tubuh shakira yang terbaring di atas tempat tidur dari balik kaca ruangan perawatan shakira.
"Monita. Leah." Panggil pria itu lembut.
Monita dan leah kemudian berbalik melihat ke arah sosok pria tua itu.
Monita tampak tersenyum ketika melihat sosok pria tua yang berdiri di hadapannya kini. Sementara leah sedikit terkejut melihat kehadiran pria tua yang ada di hadapannya kini.
Pria itu tersenyum melihat leah.
"Daddie?!" Panggil leah terkejut.