Rie

Rie
Dua pria tua sedang berkunjung



Sepi. Tampak koridor yang sangat sepi dan kosong. Tidak ada yang berlalu lalang. Hanya ada perawat jaga yang stanby di ruang khusus perawat. Dan dua orang perawat yang sedang duduk di meja khusus depan pintu masuk ruang ruang khusus VVIP.


Hospital ini memang kelihatan elit. Juga memiliki satu lantai khusus untuk food court dan beberapa pusat perbelanjaan pakaian dan mini market. Hospital ini juga termasuk salah satu hospital favorit di kota ini. Dan wajar saja kalau biaya untuk penanganan di hospital ini termasuk sedikit tinggi. Tapi bagi para masyarakat yang hendak memakai jasa para tenaga kesehatan di hospital ini merasa tidak masalah. Bahkan merasa sangat puas. Dengan fasilitas yang sangat baik, pelayanan yang sangat cepat dan sangat ramah dari seluruh pegawai yang bekerja di hospital ini.


Dua pria tua, berjalan memasuki koridor ruang VVIP. Dua pria itu, Ayah dari rie dan ayah dari dokter zoey serta dokter bara yang sedang ditangani secara sangat khusus di hospital ini, di ruang perawatan khusus VVIP.


Dua orang tenaga kesehatan, perawat yang sedang menjaga di depan langsung berdiri dan menunduk hormat kepada dua pria tua itu. Kemudian perlahan, salah satu perawat itu menghampiri dua pria tua yang berhenti dan berdiri tepat didepan penjagaan dua perawat yang sedang bertugas saat itu.


"Mohon maaf dok..." Sapa perawat itu terputus.


"Tidak usah terlalu formal. Aku tau ini bukan jam besuk. Tapi aku ingin segera melihat putera ku. Dokter bara yang sedang di rawat disini. Tolong segera antar kami berdua ke ruang puteraku sedang di rawat" Titah ayah dari dokter zoey dan dokter bara kepada perawat yang menghampirinya dan sahabatnya itu.


"Baiklah tuan besar" Jawab perawat itu ramah. Sambil menganggukkan kepalanya tanda ia mengerti dari titah ayah dari dokter zoey dan dokter bara.


"Hey, tadi sudah ku katakan. Kau jangan terlalu formal. Aku ini sangat ramah sebenarnya. Kalau di hospital ini ketika kau bertemu denganku, kau tidak perlu berlebihan. Cukup panggil aku dokter saja. Aku tidak mau jika ada keluarga pasien lain yang kebetulan lewat mendengar itu." Keluh ayah dari dokter zoey dan dokter bara.


"Baiklah dokter" Jawab perawat itu lembut.


Sementara ayah dari dokter zoey memberikan kode tatapan sinisnya kepada ayah dari rie. Agar tidak membuat nya sedikit malu, karena sikap yang ditunjukkan oleh ayah dari dokter zoey dan dokter bara.


Ayah dari rie, langsung memberikan ekspresi datar lewat mimik mukanya.


"Baiklah dokter, silahkan ke ruang ganti kostum. Saya akan menyiapkan pakaian steril yang harus anda pakai sebelum memasuki ruang perawatan dokter bara" Kata perawat itu dengan jelas dan intonasi yang lembut.


"Hmmm..." Jawab ayah dari dokter zoey dan dokter bara sedikit dingin.


"Saya permisi dahulu dokter." Pamit perawat itu. Perawat itu lalu berlalu dari hadapan ayah dokter zoey dan dokter bara untuk mengambil kostum steril khusus yang hendak ia berikan kepada dua pria itu.


Dengan segera, dua pria itu memasuki ruang ganti. Dan mengambil kostum khusus steril yang diberikan oleh perawat tadi.


Dua pria tua itu, bergegas ke kamar ganti, untuk menukar pakaian mereka dengan kostum khusus steril yang di berikan oleh perawat jaga.