Rie

Rie
Masa Lalu Dokter Bara 5 (Bara Mateo)



Hari ini terlihat begitu cerah. Terlihat langit yang bewarna biru, di temani oleh mentari yang memancarkan cahaya-nya ke cakrawala. Seperti suasana hati dokter bara pagi ini. Terpancar aura bahagia dari dalam tubuhnya.


Senyum yang menghiasi wajah dokter bara. Tentu saja dia sangat bahagia. Karena hari ini ia off dari tempat kerja-nya. Di salah satu rumah sakit Newyork. Dan tidak ada jadwal kuliahnya hari ini. Dimana tidak lama lagi ia akan menyelesaikan pendidikan magisternya di bidang kesehatan. Ia akan menjadi dokter spesialis anak atau ahli pediatri.


Biasanya kalau di hari libur, dokter bara masih saja tidur sampai siang hari. Beristirahat lebih banyak untuk memanjakan tubuhnya, dari letihnya kegiatan hari - hari yang ia jalani.


Tapi di hari yang cerah ini, di pagi hari ini, dokter bara sudah bangun lebih awal. Sudah membersihkan dirinya dengan ritual mandi yang berendam di dalam yakuzi miliknya. Di apartement tempat ia tinggal.


Kini ia sudah rapi dengan pakaiannya. Memakai kemeja lengan panjang berwarna biru langit yang kontras dengan kulit putih mulus miliknya. Celana jeans yang ia suka pun sudah menempel ditubuhnya. Memakai wangi - wangian yang kini sudah bercampur dengan feromon tubuhnya. Wangi yang sangat disukai oleh kekasihnya.


Dokter bara keluar menuju sofa miliknya. Menjatuhkan bokongnya di atas sofa empuk yang berwarna abu - abu.


Ia melirik jam di pergelangan tangannya. Terlihat waktu sudah menunjukkan pukul 08.00 am. Masih pagi.


Dokter bara memegang benda pipih miliknya. Sebuah handphone bermerek Iphone terbaru. Hadiah ulang tahun dari ayahnya tahun ini.


Ia mengutak - atik benda pipih tersebut. Menatap layar Iphone miliknya. Seperti menunggu seseorang yang akan menghubunginya.


Tentu saja. Maka dari itu ia bangun lebih awal. Prepare lebih awal. Mempersiapkan dirinya. Karena kekasih yang sangat ia cintai akan berkunjung ke apartement-nya. Akan datang menemuinya. Seperti janji beberapa hari kemarin yang mereka tetapkan berdua. Bahwa mereka akan menghabiskan waktu untuk bersama di hari ini.


Apakah mereka akan tetap 'stay' di apartement untuk bercengkrama sambil bercanda, menonton siaran dari televisi atau melakukan hal lainnya. Atau pergi berdua, jalan - jalan menikmati indahnya Newyork?


Masih bingung dokter bara untuk memutuskan. Dia berfikir akan memutuskannya setelah kekasihnya datang ke apartementnya. Akan meminta pendapat kekasihnya. Memusyawarahkan sesuatu. Karena yang terpenting baginya, melihat kekasihnya bisa bahagia.


Dan juga, kemarin kekasihnya menghubunginya. Memberitahukan bahwa ada sesuatu hal yang penting, yang ingin kekasihnya sampaikan padanya hari ini. Kata kekasihnya yang hendak disampaikan itu adalah sebuah 'suprise' untuk dirinya. Kejutan yang bisa membuat ia bahagia. Yang ingin disampaikan oleh kekasihnya secara langsung. Bukan lewat telepon.


Ada rasa perasaan penasaran dalam diri dokter bara. Tentang sesuatu yang dirahasiakan oleh kekasihnya. Padahal yang ia tahu, hari ini akan diungkapkan kekasihnya kepada dirinya. Hanya ia tidak sabar ingin cepat mendengar sesuatu yang dirahasiakan oleh kekasihnya 'leah monica ramsley'. Sang pujaan hati dokter bara mateo.


Leah berjanji akan datang lebih awal pukul 07.00 am. Tapi ini sudah menunjukkan pukul 08.35 am. Sudah lewat dari waktu yang di janjikan oleh leah.


Tapi jika bersama dengan leah kekasihnya, ia tidak pernah menunjukkan sikap tempramentalnya. Menunjukkan kekesalan atau kemarahannya. Sekalipun leah selalu telat dan tidak tepat waktu. Mungkin karena ia sangat mencintai kekasihnya. Sehingga ia bisa menyingkirkan sisi negatif dari dirinya.


Dokter bara kembali memperhatikan benda pipih miliknya. Kembali melihat jam di pergelangan tangannya. Kini waktu sudah menunjukkan pukul 11.59. am. Sudah hampir siang. Sementara batang hidung leah kekasihnya belum muncul di hadapannya. Belum menampakkan diri di apartementnya. Dan telepon atau message dari leah pun tidak ada yang masuk di benda pipih Iphone milik dokter bara.


Dokter bara mulai gelisah. Sebenarnya sedari tadi ia ingin segera menghubungi leah kekasihnya. Tapi masih tetap ditahannya. Karena ia berfikir kekasihnya pasti akan segera tiba di apartementnya sebentar lagi. Hingga tengah hari ini, detik ini, saat ini, kekasihnya leah belum memberikan kabar sama sekali, apa lagi menunjukkan wujudnya di hadapan dokter bara.


Dokter bara segera menepis perasaannya yang menahan diri untuk menghubungi leah kekasihnya. Rasa khawatir dan fikiran yang aneh - aneh kini sudah bertamu di dalam otaknya.


'Ada apa dengan kekasihku?.' Gumamnya.


Tidak pernah leah seperti ini. Biasanya leah yang selalu bersemangat. Yang selalu pertama menghampiri dirinya, tanpa meminta persetujuannya. Leah pertama yang selalu mendatangi dokter bara dimanapun ia berada. Tidak menerima penolakan dari dokter bara. Sifat keras kepala leah yang selalu melekat dalam hati dokter bara. Tapi ini sangat aneh. Kenapa leah belum juga muncul? Belum juga menghubunginya atau memberikan kabar lewat pesan. Bukankah hari ini leah tidak ada jadwal pemotretan? Dokter bara tahu segalanya tentang leah kekasihnya. Tentang jadwal - jadwal leah.


Akhirnya dokter bara menekan layar Iphonenya. Menekan tombol dial untuk menghubungi kekasihnya leah.


Bip...


Wajah dokter bara terlihat bingung. Keningnya mengkerut. Kenapa handphone kekasihnya tidak bisa di hubungi? Kenapa handphone kekasihnya di luar jangkauan? Hatinya terus bertanya - tanya. Leah kekasihnya tidak pernah seperti ini. Ada apa sebenarnya?.


Dokter bara kembali menepis perasaan negatifnya. Mulai berfikir positif. Mungkin saja leah ada sesuatu hal yang harus ia selesaikan. 'Ah sudahlah. Sebaiknya aku tunggu saja.' Fikirnya lagi.


Waktu terus berlalu, hingga tengah malam. Dokter bara masih saja duduk di sofa miliknya. Sambil terus mencoba menghubungi handphone milik kekasihnya. Tapi nihil. Tetap saja handphone milik kekasihnya tidak bisa dihubungi. Masih di luar jangkauan. Hingga ia memutuskan untuk tidur. Karena ia merasa otak dan tubuhnya sudah sangat lelah. Menunggu kekasih hatinya yang tidak juga muncul. Menunggu kekasihnya leah menghubunginya. Padahal ia belum makan sejak pagi. Belum ada sesuatu makanan yang masuk ke lambungnya. Tidak ada rasa lapar sama sekali. Yang ada rasa khawatir tingkat tinggi.


Dokter bara berdiri dari duduknya. Berjalan memasuki kamarnya. Lalu merebahkan tubuhnya ketempat tidur tanpa menukar pakaiannya dengan piyama. Matanya terpejam. Lalu tertidur dan hilang kedunia mimpi. Hingga pagi menjelang. Ia terbangun, dan langsung mengambil Iphone miliknya. Mengecek apakah ada panggilan masuk atau message dari leah kekasihnya. Tapi kembali hasilnya nihil. Tidak ada satupun dering telepon atau message untuknya dari kekasihnya leah. Dan perasaan kecewa pun menghiasi hati dokter bara.


Hari - hari pun terus berlalu. Satu minggu, satu bulan, setahun, dua tahun, tiga tahun. Leah monica ramsley kekasih dari dokter bara tidak pernah lagi muncul di hadapannya. Menghilang ditelan bumi. Hilang dari hidup dokter bara. Tanpa kabar dan berita. Membuat dokter bara menjadi frustasi sampai menutup diri untuk para wanita. Dan Ia tidak percaya lagi dengan yang namanya wanita.


Sampai saat ini, 4 tahun telah berlalu sejak hari itu. Hari dimana ia menunggu kekasihnya datang, yang tidak pernah muncul di hadapannya lagi.