Rie

Rie
Ungkapan Cinta



Dokter zoey membantu istrinya untuk berdiri. Mengarahkan istrinya untuk kembali masuk ke dalam kamar mereka. Namun rie menolaknya. Enggan ia untuk kembali masuk ke ruang privasi miliknya dan suaminya itu. Karena rasa trauma yang baru lahir dari dalam dirinya akibat kejadian yang menimpanya saat di dalam kamar tadi.


"Tidak. Aku tidak ingin kembali masuk ke kamar. Tolong mengertilah." Ucap rie sedikit frustasi.


Dokter zoey menganggukkan kepala. Ia menuruti permintaan istrinya. Walau sebenarnya di dalam kepalanya terlintas banyak pertanyaan. Pertanyaan tentang kenapa istrinya bisa bersikap demikian saat ini. Tapi ia menahan diri. Membendung rasa penasaran yang bertahta di dalam hatinya.


"Baiklah sayang. Apa kau mau duduk di ruang tengah bersamaku?" Tanya dokter zoey.


Terlihat ia berusaha untuk menenangkan istrinya.


Rie menganggukkan kepalanya. Tanda ia menyetujui tawaran suaminya.


Sepasang suami istri ini kemudian berjalan menuju ruang tengah. Berhenti tepat di depan sofa. Lalu menjatuhkan bokong mereka di atas sofa yang lembut. Duduk berdampingan. Telapak tangan dokter zoey mengusap lembut kepala istrinya.


Rie sedikit terkejut. Setelah ia menyadari telapak tangan suaminya yang menyentuh rambutnya. Mengusap - usap kepalanya.


Rie merasa semakin hari sikap suaminya mulai berubah. Menjadi semakin lembut kepadanya. Menjadi semakin romantis dan selalu memberikan perhatian kepada rie. Apakah suaminya menjadi seperti ini karena kejadian saat itu? Dimana ia melihat dua kali suaminya bersama wanita lain. Saat di ruang Ok dan di ruang kantor pribadi milik suaminya. Apa suaminya bersikap seperti ini karena merasa bersalah dengan istrinya? Apakah benar begitu?


Tidak. Dokter zoey tidak seperti itu. Bukan karena kejadian itu ia berubah menjadi lebih perhatian dan bersikap romantis kepada istrinya. Tapi memang ia sangat mencintai dan menyayangi istrinya. Bahkan sejak awal ia menyukai istrinya. Saat istrinya masih usia di bawah 10 tahun. Saat istrinya masih kecil. Dan kenyataan itu istrinya belum pernah mengetahuinya. Karena dokter zoey belum membuka atau menceritakan tentang sejak kapan ia tertarik kepada istrinya ini.


Dokter zoey melambaikan tangannya. Tanda ia memanggil asisten rumah tangganya yang kebetulan memang selalu 'stanby' berada di dapur. Dimana ruang tengah milik dokter zoey ini memang dekat posisinya dengan ruang dapur. Memang rumah milik dokter zoey ini terbilang tidaklah besar dan mewah. Hanya tampak terlihat sederhana namun terkesan cantik dan elegan. Ia kurang menyukai tempat tinggal yang terlihat mewah. Makanya ia lebih memilih tinggal di rumah miliknya sendiri dari pada tinggal bersama ayahnya sejak dari ia muda.


Seorang asisten dokter zoey dengan segera berjalan mendekati tempat dimana kedua atasannya berada. Ia membungkukkan tubuhnya sebentar. Tanda memberikan penghormatan kepada dokter zoey dan rie.


"Tolong kau sajikan kue cheese cake dan brownies kesukaan istriku. Jangan lupa secangkir teh susu untuk istriku. Kalau untukku secangkir cappucino hangat saja. Terimakasih." Titah dokter zoey sopan kepada asisten rumah tangganya.


"Baik tuan." Jawab asisten rumah tangganya.


Asisten rumah tangganya kembali membungkukkan badannya memberi penghormatan kembali. Kemudian ia segera berlalu dari hadapan dokter zoey dan rie untuk menuju ke dapur. Dan menyiapkan permintaan dari atasannya tersebut.


Dokter zoey kembali menatap ke wajah istrinya. Tatapan hangat dan lembut seperti penuh dengan rasa cinta.


"Apa kau sudah sedikit tenang sayang?". Tanya dokter zoey lembut.


Rie menganggukkan kepalanya pelan.


"Iya suamiku. Aku sedikit lebih tenang karena kau sudah berada di dekatku saat ini." Jawab rie.


Memang terlihat kondisi diri rie sudah kelihatan membaik. Karena wajahnya sudah tidak tampak pucat lagi seperti tadi. Saat awal ia melihat kedatangan suaminya. Ketika ia menabrak tubuh suaminya di depan pintu kamarnya yang membuat ia jatuh ke lantai tadi.


Dokter zoey tersenyum tipis.


"Apakah aku boleh tahu yang terjadi padamu sayang? Kenapa kau sampai terlihat seperti ini? Apa ada yang membuatmu takut sayang?".


Rie masih diam. Ada sedikit keraguan dari dalam dirinya jika menceritakan hal yang terjadi kepadanya tadi. Masih canggung di dalam dirinya. Ia masih belum terbiasa untuk berbagi tentang hal - hal aneh yang menghampiri dirinya kepada suaminya. Takut suaminya berfikir yang tidak - tidak tentang dirinya nanti.


'Gadis polos'. Gumam dokter zoey pelan.


Gadis? polos?. Ya, memang masih gadis seorang rie. Istri dari dokter zoey ini. Karena sejak awal ia mengatakan kalau dirinya adalah suami dari rie, ia belum pernah menyentuh istrinya. Belum menuntut haknya sebagai seorang suami. Karena ia tahu jika istrinya belum siap untuk melakukan hal itu bersamanya. Namun ia sudah mencicipi bibir mungil istrinya beberapa kali. Itu saja membuat aliran darahnya selalu berdesir saat itu mengecup bibir istrinya.


"Sayang kau tidak berfikir takut kepadaku kan? Ceritakan saja segala hal kepadaku sayang. Aku tidak apa - apa. Dan juga tentang kelebihanmu. Aku tahu sejak awal. Dan aku bisa menerimamu. Jadi kau jangan takut kepadaku. Kau harus percaya kepadaku sayang. Harus. Karena aku adalah suamimu." Ujar dokter zoey.


Rie tersenyum karena mendengar kalimat yang keluar dari mulut suaminya. Rie merasa sedikit lebih tenang saat mengetahui isi hati sang suami tentang dirinya saat ini.


"Terimakasih kau sudah menerima kekuranganku sayang." Ucap rie.


Dokter zoey mengerenyitkan keningnya. Telinganya terasa gatal saat mendengar suara istrinya. Hatinya seperti di gelitik hingga ia merasa ingin tertawa.


"Sayang? Kau memanggilku dengan sebutan sayang? Benarkah itu?". Dokter zoey tertawa geli.


"Memangnya tidak boleh? Ish..." Cibir rie.


"Tentu saja sangat boleh istriku. Tapi ini pertama kalinya kau memanggilku dengan sebutan sayang. Aku merasa semakin bahagia." Ujar dokter zoey.


"Kau berlebihan suamiku." Protes rie sambil menunjukkan muka cemberut.


Dokter zoey mulai mendekatkam tubuhnya. Lalu ia menggelitik pinggang istrinya. Hingga ia dan rie tertawa lepas. Membuat rie merasakan geli.


"Apa kau sudah mulai mencintaiku?." Tanya dokter zoey yang masih menggelitik pinggang rie dengan jemarinya.


"Hentikan... Hentikan... ku mohon. Geli..." Teriak rie yang masih tertawa.


"Katakan dulu. Jawab dulu pertanyaanku sayang." Pinta dokter zoey.


"Iya... iya... aku mengakui. Aku mencintaimu." Jawab rie reflek.


Dokter zoey menghentikan ulahnya. Berhenti menggelitik pinggang istrinya.


Kini ia merasa puas setelah mendengar jawaban dari istrinya. Rasa bahagia yang kian menjalar di setiap aliran darahnya. Karena mendengar kalau istrinya sudah memiliki rasa cinta kepada dirinya.


"Terimakasih sayang. Pupuklah rasa cintamu padaku agar semakin tumbuh dan berkembang menjadi besar. Dan aku akan lebih sangat menyayangimu. Rasa cinta dan sayangku untukmu justru lebih besar dari rasa cintamu padaku." Terang dokter zoey.


Dokter zoey menarik tubuh istrinya. Mendekapnya dengan lembut. Rie tersenyum, ia merasa nyaman dengan perlakuan suaminya saat ini. Ketika merasakan hangatnya dekapan dari suaminya. Yang baru ia cintai.


"Iya suamiku." Jawab rie lembut.


"Sekarang, aku minta padamu sayang. Ceritakanlah apa yang terjadi padamu tadi." Pinta dokter zoey lembut.