Rie

Rie
Di Dalam Kamar



Perumahan mediterania di tengah tengah kota. Yang hanya satu satunya ada di kota tempat dokter zoey dan rie berada. Tampak desain yang unik, indah dan kelihatan asri.


Tepat di blok satu, rumah mediterania nomor 5, terlihat kendaraan milik dokter zoey terparkir. Sebuah mobil berwarna putih bersih yang menghiasi halaman didepan teras milik dokter zoey.


Dokter zoey dan rie, sudah berada di dalam rumah milik dokter zoey. Kini mereka sedang berada di dalam sebuah ruangan. Ruang kamar berwarna putih bersih dengan satu tempat tidur mewah, dan beberapa furniture lain yang menghiasi kamar itu. Tampak suasana tenang dan elegan dari bentuk kamar milik dokter zoey.


"Kau bisa tinggal disini. Ini kamar untuk kau tempati sementara." Ucap dokter zoey kepada rie.


"Apa? Kenapa aku harus tinggal di rumah ini? Kenapa aku harus mengikuti apa pun yang kau katakan padaku dokter zoey?." Tanya rie dengan sedikit penekanan dari intonasi suara yang rie keluarkan.


"Kenapa? Kau keberatan?" Dokter zoey melemparkan kembali pertanyaan kepada rie.


"Rumah siapa ini?" Tanya rie lagi.


Dokter zoey tersenyum, berjalan mendekat ke arah rie berdiri.


"Rumahku" Jawab dokter zoey tersenyum simpul.


Wajah rie terlihat tegang karena mendengar perkataan dari dokter zoey terhadapnya.


"Dokter zoey, tidakkah kau mengetahui?" Lagi, pertanyaan kembali meluncur dari mulut rie.


"Mengetahui apa?" tanya dokter zoey lagi.


"Tidak boleh seorang wanita dan seorang pria yang tidak ada hubungan pernikahan, tinggal dalam satu atap bersama." Jelas rie keras.


"Oh" Jawab dokter zoey lagi. Seperti tidak terlalu memperdulikan penjelasan dari rie.


"Kau..." Ucap rie terputus.


"Kau tidak perlu merasa cemas. Aku tidak keberatan kau tinggal satu atap denganku" Ujar dokter zoey memotong perkataan rie.


"Kau..." Ucap rie lagi terputus.


"Kau juga tidak perlu merasa takut. Aku tidak akan menyentuhmu. Kecuali kau yang memintanya padaku" Lontar dokter zoey sambil tertawa.


"Dokter zoey!" Teriak rie kencang.


"Aku..." Perkataan rie terputus kembali.


Dokter zoey menarik tubuh rie. Merangkul pinggang rie. Mendekatkan wajahnya ke wajah rie. Yang berjarak sangat dekat. Jarak yang berukuran sekitar 5 Cm.


"Aku akan menjelaskan sesuatu yang penting kepadamu. Sesuatu yang harus kau dengar dan kau pahami." Kata dokter zoey lembut tapi tegas.


Terlihat tubuh rie seketika menegang. Karena saat ini ia ada dalam dekapan dokter zoey. Dan tampak raut wajah rie yang tiba tiba terlihat pucat.


Dokter zoey, mendekatkan bibirnya ke bibir tipis milik rie. Mengecupnya dengan lembut. Hingga membuat rie terdiam. Tidak ada perlawanan dari rie.


Dokter zoey melepaskan kecupan dari bibirnya ke bibir rie. Menatap kedua kelopak mata rie yang kelihatan hampir menangis.


Dokter zoey mengusap pipi rie dengan jemari dari tangan kanannya.


"Kenapa kau mengambil ciuman pertamaku dokter zoey? Dan ini kau menciumiku untuk yang kedua kalinya. Kau tidak berhak. Semua itu seharusnya milik suamiku kelak" Tutur rie.


Tampak gurat kecewa yang dalam dari raut wajah rie.


Ada perasaan bahagia yang terasa didalam dada dokter zoey. Rasa bahagia yang tidak bisa dokter zoey lukiskan. Mendengar pengakuan dari tutur kata rie yang di tujukan untuknya.


Degup jantung didalam dada dokter zoey semakin kian berpacu. Semakin terus berdetak tak menentu yang dapat dirasakan oleh dokter zoey.


Terlihat dari luar jendela kamar rumah mediterania milik dokter zoey. Tempat dirinya dan rie berada saat ini, tampak langit semakin berwarna gelap. Ditambah renyai renyai air yang membasahi cakrawala tempat para orang orang tinggal diatasnya.


Di samping dokter zoey dan rie, hadir sosok ruh dokter bara yang tengah menyaksikan pemandangan yang membuat sosok ruh dokter bara menjadi menangis. Luka yang tertoreh di dalam hati ruh dokter bara, karena melihat dengan jelas perbuatan dokter zoey kepada rie. Tidak ada penolakan dari diri rie, yang hanya bisa terdiam ketika dokter zoey tengah mengecup bibir rie beberapa waktu lalu.


Ruh dokter bara, terlihat seperti ingin berteriak. Ingin memisahkan antara dokter zoey dan rie. Tetapi, ia tidak bisa menyentuh tubuh dokter zoey dan rie.


Tubuh rie masih berada dalam dekapan dokter zoey.


Ruh dokter bara tidak bisa lagi menahan rasa amarah yang ada dalam hatinya. Ia mencoba menghempaskan salah satu furniture yang ada di dalam kamar itu.


Sebuah Vas bunga yang terbuat dari kaca bening kristal, dengan lima bunga tulip dari bahan kristal berwarna warni terjatuh ke atas lantai. Hancur berderai. Hingga membuat dokter zoey dan rie langsung melihat kearah vas bunga itu terjatuh.