Rie

Rie
Kedatangan



Suara kicau burung terdengar merdu di telinga. Semilir hembusan angin pun menggoyang goyangkan daun daun ranting pohon di area lingkungan hospital.


Pagi telah menjelang. Tapi cuaca mendung mulai menyelimuti langit biru yang indah jika terpandang oleh mata orang orang yang sengaja atau tidak sengaja melihat ke atas.


Dinginnya cuaca pagi ditambah suhu dingin dari AC yang ada di kamar mess yang rie tempati mulai makin kian merasa menusuk hingga ke dalam tulang tulang di tubuh rie.


Samar samar rie mendengar suara ketukan yang sedikit keras di depan pintu kamar yang rie tempati.


Rie mulai perlahan membuka kedua kelopak matanya. Merasakan hirupan udara yang keluar masuk lewat indera penciumannya.


Rie mulai menggeliat. Kemudian perlahan membangkitkan tubuhnya untuk duduk di atas tempat tidurnya. Mengusap ngusap mata dan wajahnya dengan kedua telapak tangan rie.


Ketukan pintu yang semakin kencang dan keras di pintu kamar yang rie tempati makin kian jelas terdengar di indera pendengaran rie.


Rie mengarahkan indera penglihatannya ke arah dinding di samping kanannya. Tampak jam dinding yang tertangkap oleh rie. Terlihat pukul 06.05 am.


Wajah rie mulai sedikit mengkerut. Menandakan bahwa ia merasa tidak suka dan terganggu dengan kedatangan tamu di hari yang masih terlalu pagi.


Rie kemudian turun dari atas tempat tidurnya.


"Sebentar" Teriak rie kepada seseorang yang mengetuk ngetuk pintu kamarnya yang tiada henti.


Dan suara ketukan itu pun tidak terdengar lagi oleh rie, yang sedari tadi hampir membuat gendang telinga milik rie menjadi pecah. Yang menurut rie sangat memekakkan indera pendengarannya.


'Siapa yang bertamu terlalu pagi begini? Seperti tidak mengerti etika saja' Kata rie dalam benaknya.


Rie dengan cepat melangkah menuju kedalam kamar mandi. Berjalan menghampiri wastafel kamar mandinya. Perlahan mencuci kedua telapak tangannya dengan sabun. Kemudian membasuh wajahnya dan mencucinya dengan menggunakan sabun khusus perawatan untuk wajahnya. Lalu rie membasuhnya kembali. Kemudian menggosok seluruh giginya dengan sikat gigi warna ungu kesukaannya.


Kembali, pintu itu di ketuk dengan sedikit lebih keras dari pada pertama tadi. Sehingga rie merasa semakin risih dan menekukkan wajah cantiknya. Menahan sedikit kesal yang menggumpal didalam dadanya.


"Iya. Sebentar" Teriak rie lagi.


Rie berjalan cepat menuju ke arah pintu kamarnya. Mulai membuka pintu yang di kuncinya dengan tangan kanan secara lembut.


Pintu kamar rie terbuka. Tampak seorang pria berdiri didepan pintu kamar rie. Menatap rie dengan tatapan yang sedikit tajam.


Rie secara spontan memberikan ekspresi mimik muka yang terkejut. Sampai mulutnya sedikit terbuka.


Ada perasaan takut dan sedikit cemas karena kedatangan seorang pria yang ia tidak menduganya.


"Hello. Selamat pagi. Kenapa seorang wanita sepagi ini belum juga bangun? Hitungannya ini sudah kesiangan" Celoteh pria yang berdiri di depan pintu kamar rie.


"Aku.. aku... Maaf. Dokter zoey, kenapa kau datang sepagi ini? Ke kamar seorang wanita. Itu tidak boleh" Kata rie kepada dokter zoey.


Dan ternyata yang membuat rie terkejut adalah kedatangan dokter zoey ke kamar mess yang ia tempati. Hal yang tidak pernah terjadi sepanjang karirnya. Dan sepanjang hidup dokter zoey.


"Kau lama sekali membuka pintu" Gerutu dokter zoey jelas.


Dokter zoey langsung masuk ke kamar rie, sebelum rie mengizinkan dokter zoey masuk ke dalam kamarnya.


Rie kembali semakin terkejut. Kemudian mengepalkan tangan kanannya. Menahan rasa amarahnya yang kian membara.


"Dokter... Kau!..." Teriaknya kesal.