
Dokter zoey, menghempaskan rie sedikit kasar. Lalu ia menekan remote untuk mengunci pintu ruang pribadi miliknya.
Rie mengusap-usap pergelangan dan telapak tangan kanannya. Terlihat Telapak tangan rie sedikit merah. Rie merasakan sedikit sakit dan ngilu di bagian sela-sela jemarinya.
Dokter zoey melangkahkan kaki nya menuju ke arah rie berada. Rie yang masih berdiri tegak. Dokter zoey berhenti tepat di hadapan rie. Melipat kedua tangannya ke dada bidangnya. Menatap rie sedikit tajam.
Rie, mulai merasa sedikit cemas. Merasakan tatapan tajam dokter zoey yang sangat tidak bersahabat. Tatapan yang dirasa rie menusuk bagian ulu hatinya.
Dokter zoey mengatur nafasnya. Menghembuskan udara perlahan dari indera penciumannya. Sambil terus menatap rie intens tanpa berkedip.
"Dok, aku...". "Apa maksudmu masuk kedalam ruang rawat khusus dokter bara yang sedang koma?" Tanya dokter zoey tegas.
Rie, sedikit merasa menciut. Ketika mendengar pertanyaan dokter zoey yang memotong perkataannya tadi.
Kemudian ia melepaskan tangan kirinya yang sedang mengusap usap bagian pergelangan dan telapak tangan kanannya. Meletakkan tangannya dan membiarkan tangannya bergantung disamping paha kanan dan paha kirinya. Berdiri tegak lurus dan sedikit merasakan tubuhnya yang menegang.
"Maafkan aku dokter zoey. Aku..." Ucapnya terputus.
Rie merasa bingung atas dirinya. Entah bagaimana ia mau menjelaskan perihal indera ke enamnya yang bisa melihat ruh atau makhluk astral. Yang tidak bisa di lihat oleh manusia normal lainnya.
Memang perihal kunjungan jenguk yang rie lakukan untuk melihat dokter bara yang koma, ada hubungan dengan kelebihan spesial yang ia miliki. Yang sangat jelas berhubungan dengan ruh dokter bara yang selalu muncul dimana pun rie berada.
Tapi rie takut, untuk berkata jujur kepada dokter zoey tentang itu. Takut dokter zoey menjadi bingung, atau takut. Atau bahkan menganggap rie adalah manusia yang memiliki gangguan jiwa.
Rie menunjukkan ekspresi gerak tubuh yang kikuk. Sehingga membuat dokter zoey semakin merasa emosional. Yang hampir meledak dan tidak dapat di bendung oleh dokter zoey lagi.
"Kau kenapa? Apa yang ingin kau jelaskan kepadaku rie?" Tanya dokter zoey intens.
"Apa kau dan dokter bara saling mengenal. Atau sangat dekat?" Tanya dokter zoey lantang.
Rie dengan spontan menggeleng kan kepalanya. "Dokter zoey, aku hanya tau dengan dokter bara. Tapi dokter bara tidak mengenalku. Dan tidak mungkin kami dekat kan?" Rie meyakinkan dokter zoey. Dan memang apa yang di utarakan rie adalah kebenaran.
"Kalau kau dan dokter bara memang tidak saling mengenal, kenapa kau datang untuk menjenguk nya di ruang rawat khusus untuk dokter bara?" Tanya dokter zoey semakin geram.
Rie sedikit mulai berfikir. Kenapa dengan dokter zoey? Bukankah rie dan dokter zoey juga tidak dekat. Tapi bedanya dengan dokter bara, rie dan dokter zoey saling mengenal. Dan kenapa dokter zoey bisa bersikap posesif seperti saat ini kepada dirinya? Dan menunjukkan sikap dan wataknya yang menjadi diktator kepada rie.
"Kau tidak bisa menjawab apa yang aku katakan padamu rie?" Tanya dokter zoey semakin kesal.
Tiba tiba dokter zoey menarik cepat tubuh mungil rie. Tubuh rie menjadi berjarak semakin rapat dengan tubuh dokter zoey. Dokter zoey menarik dagu rie, lalu mendekat kan wajahnya ke wajah rie. Memiringkan sedikit wajahnya. Menyentuh bibir tipis rie dengan bibirnya. ******* bibir rie dengan kasar. Sampai terdengar nafas yang menderu kencang.
Rie merasa sangat terkejut. Tapi tubuhnya tak bisa melawan. Saat dokter zoey sedang memonopoli bibir tipis nya yang ranum. Tangan kanan rie, mencoba mendorong dada dokter zoey. Tapi, dokter zoey dengan cepat menahannya.
Dokter zoey melepaskan ciuman kasarnya dari bibir rie. Mencoba mengatur nafasnya yang tersengal.
Sementara rie, terlihat pelupuk matanya mulai berkaca kaca. Sambil memegang bibirnya dengan jemari tangan kanannya.
"Ciuman pertamaku" Ucap rie seketika. "Apa yang kau perbuat kepadaku zoey?!" Tanya rie yang mulai terkumpul amarah nya kepada dokter zoey.
"Sudah lama aku ingin berbicara denganmu. Tapi kau selalu saja menghindar dariku rie."
Di sudut ruang dokter zoey, tepat nya dekat samping lemari untuk menyimpan berkas berkasnya, terlihat sosok ruh dokter bara. Tampak raut ekspresi mimik muka ruh dokter bara terlihat menghitam. Seperti marah melihat ke arah dokter zoey dan rie. Terus menatap ke arah mereka dengan tatapan yang sangat tajam dan sangat sinis, menahan amarahnya yang sangat kelat.