Rie

Rie
Pertemuan Kembali



Di pelataran halaman hospital terlihat sosok ruh dokter bara yang sedang berdiri tegak menatap orang-orang yang tengah berlalu lalang.


Matanya nanar menatap ke lingkungan sekitar tempat ia berada. Seperti sedang mencari-cari sosok seseorang yang sedang di tunggunya. Seseorang yang telah lama di nanti olehnya. Namun tak kunjung hadir di pelupuk matanya.


Ada rasa sedih yang mengecam perasaannya. Sampai rasanya tidak mampu lagi untuk sosok ruh dokter bara menahan dan membendung perasaan hampanya yang mengitari kejiwaan. Jauh di dalam lubuk hatinya ia selalu berharap akan kedatangan sosok ruh seorang rie. Untuk menemani hari-hari kelamnya seperti beberapa waktu lalu.


Sosok ruh gadis kecil yang imut dan cantik, terlihat tengah berlari ke arah sosok ruh dokter bara. Semakin dekat dan sangat dekat. Hingga ia memeluk kaki sosok ruh dokter bara, membuat lamunannya buyar seketika.


Shakira, anak dari leah dan dirinya. Hasil dari buah cintanya dengan leah. Namun, sosok ruh dokter bara tidak pernah mengetahui kenyataan yang sebenarnya. Bahwa sosok ruh shakira, yang sedang memeluk kakinya adalah puteri kandungnya.


Bagaimana mungkin sosok ruh dokter bara bisa mengetahui hal yang sebenarnya? Pada waktu itu leah belum sempat memberitahu kabar bahagia itu. Padahal saat itu ia dan leah sudah membuat kesepakatan untuk bertemu, berjanji akan meresmikan hubungan mereka jenjang pernikahan setelah mereka bertemu nantinya. Namun saat dokter bara sudah menunggunya seharian sampai larut malam menjelang, leah tidak pernah muncul di hadapannya.


Dalam fikiran sosok dokter bara kala itu, sang kekasih hatinya telah mengingkari dirinya. Menipu serta membohongi dirinya. Mengukir goresan luka di dalam hatinya. Sampai detik ini ia tidak pernah mengetahui dimana keberadaan leah. Sejak setahun lalu sebelum ia mengalami koma, dokter bara mengubur rasa cinta dan sayangnya untuk leah. Membunuh perasaan itu. Menganggap leah telah mati untuk selamanya. Hingga tanpa ia sadari telah melabuhkan hatinya kepada sosok wanita lain, yang sangat lama sudah di kenalnya. Sangat dekat dengan dirinya. Dan tanpa ia sadari, sebenarnya ia telah jatuh hati kepada wanita itu jauh sebelum ia mengenal leah.


Namun ketika ia hendak menyatakan isi hatinya untuk mengungkapkan perasaannya sebuah berita menggemparkan dirinya. Hal yang ia tidak inginkan.


Dokter bara pada kala itu memutuskan dan memantapkan hatinya untuk menghentikan sebuah acara sakral yang akan mengikat wanita yang telah merengut hatinya sejak ia remaja.


Keberangkatannya yang tiba-tiba dari Newyork menuju Indonesia ia tempuh tanpa mengabari keluarganya yang tengah berada di Negara Indonesia.


Dan saat ia sudah berada di bandara, dan telah di jemput oleh salah satu teman baiknya, ia meninggalkan bandara itu. Meninggalkan temannya di bandara. Memonopoli mobil pribadi temannya. Mempercepat putaran roda mobil itu, melaju dengan kecepatan penuh hingga kejadian nahas itu terjadi.


Kecelakaan beruntun yang sampai membuat dirinya menjadi koma.


Hingga detik ini, ia belum sadar dari komanya.


Lamunannya tentang ingatan di masa lalu seketika buyar. Shakira yang semakin kencang memeluk kaki sosok ruh dokter bara sambil memanggil-manggil dirinya dengan suara yang manja.


"Papa... Papa... Papa...". Teriak sosok ruh shakira.


Sosok ruh dokter bara secara reflek melepaskan kaitan kedua tangan shakira yang sedang memeluk kakinya.


Matanya menatap tajam kepada sosok ruh shakira. Ia merasa risih dan geli dengan kelakuan shakira saat ini.


"Lepaskan gadis kecil!". Teriak sosok ruh dokter bara kepada sosok ruh shakira.


"Papaaaa!". Teriak sosok ruh shakira seperti enggan untuk melepaskan pelukkannya.


Akhirnya sosok ruh dokter bara hanya mendiamkan sosok ruh shakira.


Tampak gurat bahagia sosok ruh gadis kecil shakira terpancar dari ekspresi raut wajah mungil nan cantik miliknya.


Hingga sosok ruh rie tiba-tiba saja sudah hadir di hadapan mereka. Berdiri tegak tepat di hadapan sosok ruh dokter bara dan di belakang sosok ruh shakira yang masih memeluk kaki milik sosok ruh dokter bara.


Sosok ruh rie menekukkan raut wajahnya.


"Memangnya aku tidak boleh datang? Aku juga tidak tahu, kenapa aku tiba-tiba saja bisa muncul di hadapanmu." Rutuk sosok ruh rie.


"Kurasa kau sedang merindukanku, makanya kau tiba-tiba saja sudah langsung berada di hadapanku gadis kecil." Ucap sosok ruh dokter bara menggoda sosok ruh rie.


"Ish. Kakak ini apa-apaan? Tidak lucu. Kakak terlalu berlebihan." Semprot sosok ruh rie.


Sosok ruh shakira melepaskan pelukkannya dari kaki sosok ruh dokter bara. Ia memutar dirinya. Menghadap ke arah sosok ruh rie. Mendongakkan kepalanya. Melihat sosok ruh rie tajam.


Ada kemarahan yang berkobar panas dari kedua bola matanya. Seakan kedua bola mata shakira hendak keluar dari dalam kelopaknya, mengejar sosok ruh rie dan segera akan membakar sosok ruh rie.


Sosok ruh rie menangkap gelagat tidak suka dari tatapan sosok ruh shakira.


Sosok ruh rie kemudian tersenyum manis kepada sosok ruh shakira. Baginya sosok shakira hanyalah anak kecil. Yang bisa ditaklukkan dengan rayuan manis. Itu menurut sosok ruh rie.


Sosok ruh rie tiba-tiba mendekati sosok ruh shakira. Lalu ia berjongkok di depan sosok ruh shakira. Mensejajarkan dirinya dengan sosok ruh shakira. Agar sosok ruh shakira tidak susah untuk melihat dirinya. Dengan mendongakkan kepalanya seperti tadi saat melihat sosok ruh rie.


Senyum manis terlukis di wajah cantik milik rie. Ia memberikan senyuman tulus itu kepada sosok ruh shakira.


"Hey gadis kecil. Siapa namamu? Kau lucu sekali. Apa kau masih ingat dengan aunty?". Tanya sosok ruh rie sambil menunjuk dirinya untuk mengingatkan sosok ruh shakira.


Sosok ruh shakira mengerenyitkan keningnya. Lalu menyipitkan kedua matanya. Mencoba mencerna pertanyaan dari sosok ruh rie.


Sosok ruh rie mencubit pipi sosok ruh rie dengan lembut.


"Sepertinya kau lupa pada aunty gadis kecil. Kita pernah bertemu saat di dalam sana. Saat itu kau sedang duduk di lantai. Dan aunty bertanya ibumu sedang kemana? Tapi tiba-tiba kau menghilang meninggalkan aunty. Apa sudah ingat sayang?". Tanya sosok ruh rie sambil menunjuk dengan telunjuk tangan kanannya ke bangunan hospital yang ada di depan mereka.


Sosok ruh shakira kembali mengingat kepingan-kepingan masa lalunya. Ia sudah mengingat saat pertemuan pertama dengan sosok ruh rie. Kala itu ia baru saja masuk ke hospital ini. Sehabis kecelakaan yang membuat dirinya terbaring koma sampai detik ini. Dan belum sadar dari tidur panjangnya.


Sosok ruh shakira kemudian mencibirkan bibirnya. Tanda ia protes dan tidak suka dengan kehadiran ruh rie.


"Huh." Kata sosok ruh shakira sambil membuang mukanya ke kanan.


Kemudian sosok ruh shakira mengejek sosok ruh rie dengan menjulurkan lidahnya. Lalu ia berlari meninggalkan sosok ruh rie dan sosok ruh dokter bara.


Sosok ruh rie dengan cepat berdiri dari posisi jongkoknya. Mensejajarkan diri dengan sosok ruh dokter bara. Menatap sosok ruh dokter bara dengan tatapan datar.


"Siapa gadis kecil tadi kak? Mengapa dia memeluk kakimu?". Tanya sosok ruh rie penasaran.


"Diaa..." Ucap dokter bara terputus.