Rie

Rie
Kedatangan Ruh Dokter Bara



Perumahan Mediterania. Di depan rumah milik dokter zoey.


Hari sudah menunjukkan pukul 02.05 am dini hari. Langit tampak menghitam. Semakin gelap. Tapi di hiasi oleh beberapa bintang yang bersinar terang.


Bulan, tampak terlihat penuh. Menandakan malam ini adalah malam bulan purnama.


Angin semakin kian berhembus. Menggoyangkan dedaunan yang masih melekat di ranting ranting pepohonan.


Rie tampak telah terlelap di peraduannya dan telah berada dalam dunia mimpi miliknya.


Suasana di kamar rie yang sangat tenang. Yang tidak terlalu gelap. Hanya lampu tidur berbentuk hello Kitty yang menerangi ruang kamar rie.


Hawa dingin dari AC yang menyala di kamar rie terasa semakin membuat menggigil sendi sendi tulang di dalam tubuh rie.


Rie menarik selimut tebalnya hingga ke leher. Agar membuat tubuhnya sedikit lebih hangat dan membuat tidurnya menjadi semakin nyaman.


Jendela kamar rie, yang tidak terkunci dan tertutup rapat tiba tiba bergeser. Terbuka setengah bagian.


Angin berhembus dari luar masuk ke dalam ruang kamar rie. Menggerakkan beberapa benda yang ada didalam ruang kamar yang tengah di tempati rie saat ini.


Di dekat jendela kamar, muncul sosok ruh dokter bara. Berjalan ke arah tempat tidur rie. Menghampiri tubuh rie yang kini tengah tertidur lelap.


Sosok ruh dokter bara, berhenti tepat dibawah kaki rie. Berdiri tegap. Dengan sosok ruhnya lurus menghadap ke tubuh rie.


Tatapan matanya, tanpa berkedip, terus menatap ke arah rie. Tanpa memalingkan kepalanya sedikit pun. Tanpa melihat sisi lain dari ruang kamar rie. Tatapannya hanya tertuju menatap ke tubuh rie.


Sosok ruh dokter bara, tampak menatap rie dengan tatapan sendu. Seperti sedang menyesali sesuatu yang tidak dapat ia ungkapkan saat ini. Karena kondisi keadaan yang sedang ia alami tidak memungkinkan untuk mengatakan sesuatu yang sudah sangat lama ia pendam sejak ia masih dalam keadaan sebelum ia koma.


Sosok ruh dokter bara, mulai menghembuskan nafasnya. Melepaskan sedikit kekesalan yang sedang membuncah didalam dadanya.


Rie membuka matanya perlahan. Mulai mengerjap kerjapkan kedua kelopak matanya. Menguap sambil menutup mulutnya dengan telapak tangan kanannya. Kemudian menjatuhkan telapak tangannya ke atas perutnya yang masih ditutupi dengan selimut tebal.


Rie memutar bola matanya kearah bawah kakinya.


Retina mata rie, penglihatan indera ke enam miliknya mulai menangkap sesuatu yang sedikit tidak asing di pelupuk matanya.


Penglihatan spesial rie menangkap sosok ruh dokter bara yang sedang berdiri tegap tepat dibawah kakinya. Sosok yang tidak lepas pandangannya yang masih saja terus menatap rie.


Rie spontan tersentak. Terkejut melihat sosok yang sedikit tidak asing baginya.


Rie ingin menggerakkan tubuhnya. Tapi terasa begitu kaku dan berat. Sulit bagi rie untuk mengendalikan tubuhnya sendiri.


Sedikit ketakutan rie mulai terpancar. Tertangkap oleh sosok ruh dokter bara. Ia bisa merasakan aura dari tubuh rie.


Sosok ruh dokter bara secara natural menunjukkan ekspresi wajah dengan senyum simpul kepada rie.


Rie semakin terkejut melihatnya. Tidak mengerti apa maksud dari semua yang dilihatnya saat ini. Ia ingin mengeluarkan suara dari mulutnya, tapi terasa tercekat di dalam kerongkongannya.


Perlahan sosok ruh dokter bara mundur dari hadapan pandangan mata rie. Menghilang dan tak terlihat lagi dari kedua kelopak mata rie.


Rie mulai sedikit bisa menggerakkan tubuhnya. Yang ia rasa semua bagian tubuhnya mulai terasa sedikit sakit, dan lelah.


'Itu tadi apa?.' Gumam rie dalam benaknya. Membuatnya bertanya tanya.


Rie perlahan mulai kehilangan kesadarannya kembali. Menutup kedua matanya. Dan hilang bersama lelap tidurnya.