Rie

Rie
Merindukan Istri-ku



Di sebuah jalan raya arah menuju perumahan mediterania, terlihat sosok wanita berkostum warna merah. Dengan rambut tergerai yang menjuntai hingga ke permukaan tanah. Berdiri melayang di pinggir jalan. Di bawah pohon rindang yang telah terlihat sangat tua. Seperti sudah menancap di bumi sejak beberapa puluh tahun silam.


Jalanan terlihat lenggang kala itu, ketika malam sudah menyapa cakrawala semakin larut. Terasa suasana semakin mencekam. Seperti bukan hanya sosok wanita berkostum merah itu saja yang sedang berada di kawasan itu.


Sebuah mobil melintasi jalan raya tepat di kawasan yang terdapat sosok wanita berkostum merah.


Mobil milik dokter zoey yang baru saja keluar dari kawasan perumahan mediterania tempat dimana ia menetap.


Sengaja dokter zoey keluar dari rumah miliknya untuk menuju ke arah rumah alan sang mertua.


Sudah satu minggu rie sang istri sama sekali tidak memberikan kabar padanya. Sejak istrinya meminta izin untuk menginap di rumah ayah dari istrinya. Dengan alasan bahwa istrinya sangat merindukan ayahnya.


Ia mengira rie hanya menginap sekitar dua atau tiga hari di sana. Tapi nyatanya ini sudah lewat dari tiga hari. Sudah satu minggu.


Yang membuat dokter zoey heran, ada apa dengan istrinya saat ini? Kenapa tidak memberikan kabar dan tidak pernah menghubunginya. Apakah dirinya ada berbuat salah dengan istrinya? Sehingga istrinya sama sekali tidak menghubunginya. Rasanya tidak ada kesalahan yang ia buat. Karena sejak istrinya berada di rumah alan untuk menginap disana, dokter zoey memang memiliki jadwal yang sangat padat. Kesibukan tiba - tiba di hospital yang tidak bisa ia hindari. Banyak pasien yang harus ditanganinya. Dan banyaknya jadwal untuk dirinya melakukan tindakkan operasi pada pasien. Sehingga menyita tenaga dan fikirannya untuk tetap fokus pada profesinya. Seperti ikrar pertama saat sumpah jabatannya dulu. Sumpah profesinya.


Mobil dokter zoey melesat dengan kencang di jalan raya. Sementara ia masih berada dalam fikirannya. Melamun tentang istrinya. Ada rasa rindu yang teramat sangat besar untuk rie. Rindu untuk melihat rie. Rindu untuk memeluk rie. Rindu ingin menatap wajah istrinya.


Sampai lamunannya menjadi buyar. Ketika ia mengerem mobilnya secara mendadak. Berhenti tepat di tengah jalan raya yang terlihat lenggang. Terkejut ketika melihat sosok wanita berkostum merah tengah berdiri di depan mobilnya yang terhenti. Dengan posisi wanita itu yang tengah melayang. Menatap tajam ke arah dokter zoey.


Sontak dokter zoey membelalakkan kedua matanya. Melihat secara spontan sosok makhluk astral yang tengah berdiri melayang di depan mobilnya. Hingga suaranya tercekat di kerongkongannya. Yang enggan keluar meluncur dari mulutnya.


Dalam hitungan detik, sosok makhluk astral itu menghilang. Tidak tertangkap lagi oleh kedua netranya.


Dokter zoey melihat ke arah kanan dan arah kiri kawasan itu dari jendela pintu mobilnya. Mencari sosok makhluk astral yang ia lihat beberapa detik lalu. Tapi nihil, ia tidak menemukan sosok makhluk astral itu. Kawasan itu terlihat sangat sepi.


Tentu saja sangat sepi. Karena waktu sudah menunjukan dini hari. Sudah terlalu larut malam.


Dokter zoey mengusap wajahnya dengan telapak tangan kanan. Menghela nafasnya dengan panjang. Kemudian ia melanjutkan perjalanannya untuk menuju ke rumah ayah mertuanya.


Terlintas di dalam benaknya. Suatu pertanyaan yang timbul secara reflek karena kejadian yang barusan ia alami.


'Kenapa aku bisa melihat makhluk halus itu barusan? Aku tidak memiliki kelebihan spesial seperti istriku. Seumur hidup aku tidak pernah melihat makhluk astral.' Gumamnya pelan.


Masih terlihat ekspresi bingung yang tergambar di wajah dokter zoey.


Kini mobil yang ditunggangi dokter zoey telah memasuki pelataran rumah alan.


Dokter zoey turun dari dalam mobilnya. Melangkahkan kakinya ke arah pintu utama rumah ayah mertuanya.


Ia membuka pintu utama rumah alan yang memang tidak terkunci. Karena keamanan yang alan miliki begitu tinggi. Dengan beberapa staf alan yang selalu menjaga rumah alan.


Dokter zoey membuka knop pintu kamar istrinya secara perlahan. Memasuki kamar istrinya. Menutup pintu kamar kembali dengan perlahan. Lalu mengunci pintu kamar itu.


Ia menatap ke arah tempat tidur. Tertangkap oleh netranya sosok istri yang sangat ia cintai tengah tertidur pulas dengan posisi miring ke ke kanan.


Dokter zoey tersenyum tipis. Ia merasakan kebahagiaan mengampiri dirinya. Dimana akhirnya ia sudah dapat melihat istri yang dikasihinya. Istri yang sangat dicintainya. Yang sudah seminggu ini tidak berada di sisinya. Hilang dari penglihatannya.


Dokter zoey perlahan melangkahkan kaki mendekati tubuh istrinya. Ikut membaringkan tubuhnya disamping istrinya. Kemudian ia menarik tubuh istrinya. Mendekap tubuh rie ke dalam pelukkannya. Lalu mengecup pucuk kepala istrinya.


"Aku sangat merindukanmu. Kenapa kau tidak menghubungi istriku?." Bisiknya pelan.


Rie menggeliatkan badannya. Lalu terdengar racauan yang keluar dari mulut rie. Seperti ia tengah mengigau dalam tidurnya.


Dokter zoey terkekeh geli saat mendengar racauan istrinya. Terlihat rie jadi sangat menggemaskan di matanya.


"Kau mimpi apa istriku?" Bisik dokter zoey lagi.


Kembali dokter zoey mengecup kening istrinya. Lalu mengecup kedua pipi istrinya, hidung istrinya. Dan terakhir mengecup lembut bibir tipis istrinya. Kini matanya menatap lekat wajah istrinya. Mengusap - usap pipi istrinya dengan lembut. Tersenyum simpul.


Hingga ia ikut terlelap sambil memeluk istrinya. Seperti tidak rela jika istrinya pergi lagi. Meninggalkan dirinya sendirian. Seperti satu minggu lalu.


Pagi telah menjelang. Ketika cahaya mentari sudah mulai terik menyinari bumi.


Sedikit demi sedikit rie mulai tersadar dari tidurnya. Mengerjap - kerjapkan kedua kelopak matanya. Rie mulai menguap. Terasa olehnya perasaan sesak. Sesak nafas yang melanda dirinya. Seperti ada sebuah batu besar yang sedang menghimpit tubuhnya.


Rie melihat ada tangan yang melingkar di perutnya. Dekat ulu hatinya. Tangan kekar yang sedang memeluk tubuhnya.


Seketika rie terkesiap. Kemudian ia menyingkirkan tangan itu dengan cepat. Lalu melihat sosok yang tadi telah memeluk dirinya.


Mata rie terbelalak. Melihat sosok yang tertangkap oleh penglihatannya di atas tempat tidur miliknya. Yang tengah terbaring dan sudah membuka matanya melihat rie.


"Selamat pagi istriku sayang." Sapa dokter zoey sambil tersenyum.


"Su.. suamiku? Kenapa kau bisa ada di kamarku? Sejak kapan kau ada disini? Bagaimana kau bisa masuk ke kamarku?." Tanya rie heran.


Dokter zoey bangun dari tidurnya. Lalu ia memberikan kecupan kilat ke bibir istri kesayangannya. Membuat jantung rie berdegup lebih kencang, karena terkejut mendapatkan perlakuan aneh menurut rie dari suaminya. Tidak biasanya dokter zoey bersikap seromantis ini.


"Sejak kau tertidur pulas dan mengigau. Ayo sarapan sayang, aku sudah sangat lapar." Dokter zoey mencubit pipi istrinya dengan lembut.


Rie masih terpaku melihat kehadiran suaminya di hadapannya.